#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Depak Syahrin, KTM Sebut Binder Lebih Layak
12 July 2019 14:07 WIB
MATTIGHOFEN – Red Bull KTM Tech3 resmi mendepak Hafizh Syahrin untuk MotoGP 2020. Kepastian ini muncul setelah mereka mengikat Brad Binder untuk jadi pendamping Miguel Oliveira. Performa yang tak kunjung membaik membuat petinggi Tech3 memutuskan tak memperpanjang kontrak pria asal Malaysia itu.

Sejak memulai debut di Moto2, 2017, Binder sejatinya belum memiliki kinerja mengesankan. Dari total 42 lomba, yang sudah dilakoni, ia baru delapan kali menjejak podium, termasuk di antaranya tiga kemenangan, yakni Grand Prix (GP) Jerman, Aragon, dan Australia. Tahun ini, ia pun berada di posisi kedelapan dengan 84 poin.

“Sungguh menyenangkan mendapat peluang ini. Saya ingin berterima kasih kepada KTM, Tech3, manajer, dan keluarga, yang telah membantu naik ke kelas tertinggi. Perasaan saya benar-benar luar biasa karena ini sebuah mimpi yang menjadi nyata. Ketika dewasa, tujuan Anda adalah MotoGP,” kata Binder seperti dilansir Crash.net.


Baca Juga :
- Syahrin: Moto2 Bukan Kelas Baru Bagi Saya
- Kembali ke Moto2, Rider Malaysia Ini Gabung Angel Nieto

Prinsipal Tech3 Herve Poncharal yang sudah geram dengan kinerja Syahrin, menyebut Binder lebih layak mengendarai RC16. Ia juga mengatakan, duet Oliveria dan Binder jadi komposisi impian. “Brad sudah saya pantau sejak kali pertama kali tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Moto3. Saya selalu terkesan,” katanya.

Pada 2017, Binder dan Oliveira tergabung dalam Red Bull KTM Ajo. Kolaborasi keduanya mampu membawa tim finis di urutan kedua klasmen konstruktor. Hal ini pula yang ingin diulangi Poncharal, mengingat keduanya punya kedekatan. Mereka juga berasal dari akademi KTM jadi mengenal baik karakter motor asal Austria itu.

“Saya pikir, memiliki Miguel dan Brad dalam satu tim, musim depan, akan menunjukkan organisasi Red Bull KTM, serta bagaimana cara tim ini bekerja. Saya pikir, Brad lebih dari pantas menjadi seorang pembalap MotoGP, tahun depan, setelah apa yang ditunjukkannya dalam dua musim terakhir di Moto2,” Poncharal menuturkan.

Pria asal Prancis itu optimistis, kontrak tampil dalam MotoGP bakal membuat Binder lebih termotivasi pada paruh kedua musim ini di Moto2. “Kami akan mengikutinya lebih jauh karena saya yakin dia akan memenangi beberapa lomba lain, musim ini. Kami siap menyambutnya saat tes di Valencia nanti,” kata Poncharal.

Direktur Balap Motor KTM Pit Beirer mengaku senang bisa membawa talenta muda ke ajang balap motor tertinggi. “Ini momen membanggakan karena Brad telah bersama kami dalam lima tahun terakhir. Ia juga salah satu juara dunia kami. Ada cerita dan hubungan kuat, jadi kami senang meneruskan kerja sama ini,” ujar Beirer.


Baca Juga :
- Didepak dari KTM Tech3, Begini Rencana Rider Asal Malaysia Ini
- KTM Tech 3 Perpanjang Kontrak Rider Rookie Ini

KTM dan Tech3 memang membutuhkan pembalap yang dapat mengerti karakter motor, utamanya kesediaan mengubah gaya balap jika diperlukan. Syahrin yang tak bisa lepas dari bayang-bayang Yamaha YZR-M1, kesulitan saat mengendarai RC16. Begitu pula rider Red Bull KTM Racing, Johann Zarco, karena sulit mengubah gaya balap.

“Kami menyukai fakta bahwa Brad memiliki gaya balap yang khas. Ini memungkinkannya menekan motor dan memproyeksikan secara maksimal. Kami merasa bahwa ia cocok dengan tim. Kami sudah tak sabar melihat bagaimana ia menaklukkan motor dan menyerang saat lomba (MotoGP) nanti,” Beirer menjelaskan.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA