#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wawancara Eksklusif Wawan Febrianto
Cerita Wawan soal Dejan, Tentara, dan Dangdut Pantura
12 July 2019 11:13 WIB
BOGOR – Wawan Febriyanto kini menjadi amunisi andalan Rahmad Darmawan (RD), pelatih PS Tira Persikabo. Dalam tujuh laga Liga 1 2019, ia selalu menjadi starter. Sebagai pemain inti, Wawan menjawabnya dengan menyumbangkan dua gol, yakni satu gol ke gawang Persipura dan satu ke gawang Semen Padang FC.

Hari ini, Wawan akan bertemu dengan gurunya ketika masih membela Pelita Bandung Raya, Dejan Antonic, yang kini melatih Madura United. Wawan mengaku cukup senang akan bertemu Dejan. Namun tak ingin larit dalam nostalgia lama. Bagaimana Wawan melihat laga ini? Berikut wawancara Topskor:

Tujuh laga selalu jadi pemain inti...


Baca Juga :
- Yunus Minta Pemain Serius Latihan dan Ada Opsi Reposisi
- Semen Padang FC Siapkan "Kuburan" untuk Tentara Padjadjaran

Alhamdulillah saya di percaya terus sama coach RD untuk menjadi pemain inti. Intinya, jika sudah dipercaya tinggal kita sendiri bagaimama bekerja keras untuk tetap pada performa terbaik, dan saya harus bisa tunjukan dalam pertandingan.

Akan jumpa Dejan Antonic lagi...

Senang sekali saya bertemu dengan dia lagi, walaupun kini menjadi musuh. Saya juga harus bersikap profesional. Beliau pelatih pertama saat saya bermain di liga profesional. Dia juga berperan banyak atas masuknya saya di timnas Indonesia U-23 kala itu. Dia sosok pelatih yang baik dan peduli terhadap setiap pemain.

Sudah membela PS Tira sejak 2016. Betah ya?

Saya kan saat ini salah satu prajurit di sini (TNI), jadi mau tidak mau saya tetap di sini. Dulu waktu awalnya ketika liga dibekukan, saya bingung harus kemana, namun tawaran untuk jadi TNI ini datang, jadi saya putuskan untuk masuk TNI.

Orang yang paling berjasa dalam karier?

Orang yang paling berjasa dalam karier saya adalah mas Rudi Widodo dan om Sureni. Dulu awal saya di bawa mereka ke Pelita Jaya U-21 sama mas Rudi tahun 2011. Jadi saya di tim junior, mas Rudi di tim senior. Sampai berkembang karier saya sekarang, tentu berkat jasa beliau.

Pengorbanan besar demi sepak bola...

Pengorbanan saya dulu untuk jadi pesepak bola berjalan agak sulit. Dulu saya daftar di SSB saja itu harus sendiri. Orang tua tidak ada yang tahu awalnya, hingga mereka akhirnya mensuport saya. Saya juga bersyukur mempunyai orang tua yang selalu percaya dengan apa yang akan saya lakukan.

Cita-cita terbersar?

Saya ingin sekali kembali memakai baju timnas Indonesia dan tentu ingin memberikan juara kepada negara ini dalam tiap kompetisi yang dijalankan.

Profesi idaman di luar sepak bola?

Profesi TNI ini memang cita-cita saya dari dulu, kalau tidak jadi pesepak bola profesional. Karena saya merasa jika di TNI kehidupan juga akan terjamin. Alhamdulillah kini malah terwujud dua-duanya.

Kegiatan rutin tentara plus sepak bola?

Sampai saat ini memang kalau ada jadwal sepak bola ya tentu harus membela tim, tetapi jika sudah tidak bermain nanti saya tentu akan bekerja menjadi TNI. Jabatan saya kan sebagai staf saja, jadi nanti bekerjanya hanya di kantor saja.

Musik favorit?

Saya suka musik dangdut sejak dulu. Karena saya besar juga di Pantura ya, jadi yang dikenal hanya musik dangdut saja pada umumnya di sana. Secara tidak langsung saya ketularan suka juga musik dangdut pantura.


Baca Juga :
- Shahar Ginanjar dan Laga Jumpa Persib di GBK
- Gokil, PSM dan Madura United Jumpa Tiga Kali dalam Sepekan

Jauh dari orang tua...

Kalau berbicara mengenai keluarga, saya selalu terbesit atau kangen dengan almarhumah ibu saya. Kangen canda tawanya, kangen masakannya. Sekarang kalau saya lagi pulang kerasa sepi saja gitu. Tidak seramai ketika ibu masih ada.* Nizar Galang Gandhimar

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA