#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Piatek Coba Hapus Kutukan Kostum Nomor 9
12 July 2019 14:23 WIB
MILAN – Sejak Filippo Inzaghi gantung sepatu, tifosi AC Milan terus berharap akan kemunculan penyerang tajam bernomor 9 lainnya di San Siro. Mimpi yang belum terwujud selama hampir satu dekade. Kini, optimisme kembali tumbuh setelah Krzysztof Piatek memutuskan memakai nomor keramat tersebut buat musim depan. Dia ingin mencoba menghapus kutukan itu. 

Piatek adalah penyerang baru yang dengan cepat mengambil hati para penggemar. Dalam separuh musim, sejak pindah dari Genoa CFC, pemuda asal Polandia itu mampu melesakkan 11 gol—ciri bomber sejati. Namun, prestasi tersebut dicapainya dengan menggunakan nomor 19. Kala itu, permintaan sang pemain menggunakan nomor 9 tak dipenuhi sebelum membuktikan diri.

Sekarang, semua percaya terhadap kemampuan Piatek. Tanpa ragu, beban nomor 9 pun melekat di punggungnya. Ini bukan tantangan mudah, karena sebelumnya banyak penyerang yang gagal mengambil tanggung jawab dengan nomor tersebut. Mulai dari Alexandre Pato, Alessandro Matri, Mattia Destro, Fernando Torres, Luiz Adriano, Gianluca Lapadula, sampai Andre Silva.


Baca Juga :
- Milan Masih Fluktuatif
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB

Musim lalu, nomor 9 jatuh ke pelukan Gonzalo Higuain. Sempat tampil apik, striker pinjaman dari Juventus FC itu perlahan redup sebelum hengkang dengan penuh kekecewaan. Inilah mengapa Piatek tak langsung mengambil nomor tersebut saat mendarat di Milan: demi menghindari kutukan.

Tapi 9 hanyalah angka. Piatek tidak mau terlalu memikirkan makna di baliknya. Selama mampu mengerahkan performa terbaik di lapangan, nomor berapapun tak jadi masalah. Namun, dia juga bertekad bisa mengikuti jejak para nomor 9 legendaris San Siro, seperti Gunnar Nordahl, Juan Schiaffino, Jose Altafini, Marco Van Basten, George Weah, hingga Roberto Baggio. Semua pemain berkelas dan menentukan.

Piatek optimistis menatap musim depan bukan cuma karena mendapat nomor favoritnya. Lebih dari itu, sang pemain tak sabar bekerja sama dengan Marco Giampaolo. Pelatih anyar Milan itu dikenal hebat dalam membentuk penyerang, memaksimalkan daya ledak di depan gawang. Contoh terkini, sepak bola ofensif Giampaolo telah melahirkan kembali ketajaman Fabio Quagliarella di UC Sampdoria.

Dengan pola baru 4-3-1-2, artinya tugas Piatek sebagai mesin gol juga akan lebih mudah. Ketika dirinya kesulitan, satu antara Andre Silva atau Patrick Cutrone bisa membantunya. Pasangan striker bakal semakin merepotkan lawan, bisa menyerang dan saling membuka ruang. Beban nomor 9 Piatek tak perlu ditanggung sendiri, karena selalu ada rekan yang siap memberi dorongan.

Tekad Donnarumma


Baca Juga :
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Minggu Dini Hari WIB

Isu mercato sempat menyebut nama Gianluigi Donnarumma dalam daftar jual Milan. Namun, memasuki musim kelimanya sebagai profesional, kiper belia itu tetap yakin bakal jadi pilihan utama di San Siro. Gigio bahkan sudah menetapkan target yang harus dicapai tim pada musim depan.

“Kami harus bisa berlaga di Liga Champions. Memang, ada kekecewaan ketika dicoret dari Liga Europa, tapi itu juga berarti kami punya lebih banyak waktu untuk fokus membawa Milan ke tempat semestinya,” ujar pemuda 20 tahun itu. “Saya kini jauh lebih dewasa dan matang. Dalam beberapa tahun belakangan saya juga terus berkembang di lapangan. Saya ingin terus berusaha lebih baik lagi.”* Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA