#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kasihan, Oezil Kini Hanya Dianggap Beban bagi Arsenal
12 July 2019 15:21 WIB
LONDON – Pelatih Arsenal FC, Unai Emery, berencana melakukan perombakan besar-besaran dalam skuatnya musim panas ini. Salah satu langkah terpenting yang harus diambil adalah menyingkirkan Mesut Oezil. Pasalnya, playmaker Jerman berdarah Turki ini sangat membebani anggaran dan tidak lagi memberikan kontribusi signifikan di lapangan. 

Saat ini, Oezil digaji 13,5 juta paun (Rp 238,2 miliar) per tahun atau 350 ribu paun (Rp 6,1 miliar) per pekan di Arsenal. Tapi, mantan pemain Real Madrid berusia 30 itu hanya menyumbangkan lima gol dan dua assist dalam 24 laga di Liga Primer musim lalu saat The Gunners hanya finis di peringkat kelima dan gagal lolos ke Liga Champions.

Tapi, keinginan Arsenal melepaskan Oezil tidak akan mudah dilaksanakan. Gajinya yang sangat tinggi jadi salah satu faktor yang membuat banyak peminatnya mundur. Salah satunya Fenerbahce SK. Klub Turki ini dikabarkan siap menampung Oezil sebagai pinjaman sepanjang musim depan dengan menanggung sebagian gajinya.


Baca Juga :
- Dipinjamkan ke Arsenal, Ceballos Tak Mau Kembali ke Madrid Lantaran Zidane
- Hasil Hari Pertama, Dua Ganda Campuran Langsung Kandas dan Ada yang Lolos

Tapi, mereka mengurungkan niat itu. “Mesut Oezil dengan kariernya yang luar biasa telah sukses jadi duta bangsa Turki. Tapi, Fenerbahce tidak punya tawaran buat Mesut Oezil. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, langkah itu mustahil diambil,” begitu bunyi pernyataan resmi Fenerbahce.

Kesulitan Arsenal melepas Oezil telah menghambat upaya mereka merekrut winger Wilfried Zaha dari Crystal Palace. Apalagi, The Eagles memasang banderol yang sangat mahal, 80 juta paun, buat pemain Pantai Gading tersebut. Angka ini jauh di atas anggaran belanja The Gunners di bursa transfer musim panas ini yang hanya 45 juta paun.

Arsenal berusaha mengakali selisih harga tersebut dengan menawarkan 40 juta paun kepada Palace plus tiga pemain Mohamed Elneny, Calum Chambers, dan Carl Jenkinson. Artinya, The Gunners menganggap total harga ketiga pemain tersebut adalah 40 juta paun sehingga sesuai dengan banderol Zaha.

Pihak Arsenal juga berusaha membujuk Palace dengan mengingatkan mereka bahwa transaksi uang plus pemain itu bakal mengurangi nilai komisi yang harus diberikan The Eagles kepada Manchester United. Setan Merah memang berhak mendapatkan bagian 25 persen dari nilai penjualan Zaha sesuai kesepakatan yang dibuat saat Palace membeli pemain itu dari MU pada Februari 2015.

Terlepas dari keengganan Palace menjual Zaha dengan harga murah, sang pemain disebut-sebut sangat tertarik untuk bergabung dengan Arsenal. Karenanya, The Gunners berharap pemain 26 tahun itu bakal mengajukan permohonan transfer kepada The Eagles.


Baca Juga :
- The Gunners Manfaatkan Jeda Internasional untuk Pulihkan Tim
- Skuat Muda Chelsea Mampu Bersaing Rebut Gelar Liga Primer

Sebelumnya, abang Zaha, Judicael, juga telah mendesak Palace agar mengizinkan adiknya pindah ke Arsenal. “Wilfried selalu menghormati Crystal Palace dan suporter mereka serta menghargai semua dukungan yang telah diberikan selama ini,” kata Judicael. “Tapi, mimpi adik saya adalah bermain untuk Arsenal.”

Judicael menambahkan bahwa Zaha telah membantu Palace bertahan di Liga Primer musim lalu. Karenanya, kini giliran klub tersebut membalas budi dengan cara menyepakati transfernya ke Arsenal musim panas ini. “Semua itu akan memungkinkan Wilfried mewujudkan mimpi bermain di pentas sepak bola Eropa dan di klub favoritnya sejak masa kanak-kanak,” katanya.*RIJAL ALFURQON

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA