#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ada Tujuh Faktor Mengapa Neymar Pantas Didepak
12 July 2019 14:15 WIB
PARIS – Paris Saint Germain (PSG) tidak membutuhkan Neymar. Jika bintang asal Brasil ini ingin pergi, klub asal Prancis tersebut sudah membuka pintu lebar-lebar. Ada beberapa faktor yang harus dilalui agar kepindahannya ke Barcelona terwujud. Pertama tentu soal harga, lalu bentuk transfer tersebut seperti kemungkinan disertakannya salah satu pemain Los Azulgrana.

 

Bagi PSG, pembelian Neymar sebuah proyek yang gagal karena dalam dua musim terakhir bersama bintang ini, PSG tidak mampu juga meraih gelar Liga Champions. Kini, keinginan Neymar untuk pergi justru menjadi momentum bagi pasukan Tomas Tuchel. Dalam hal ini membuat PSG memaksimalkan bintang yang mereka miliki yaitu Kylian Mbappe.


Baca Juga :
- Dzeko Perpanjang Kontrak dengan Roma, Berpengaruh ke Inter, Napoli, Juventus, PSG
- Reine-Adelaide Akan Menambah Daya Serang Lyon

 

Ya, faktor Mbappe salah satu sisi positif jika memang bintang asal Brasil tersebut pergi. Meski demikian, ada faktor lainnya yang juga akan memberikan keuntungan bagi Les Perisiens. Berikut tujuh alasan yang membuat PSG harus melepas Ney—panggilan Neymar—termasuk peluang yang bisa dimanfaatkan Mbappe:

1. Gaji yang Besar

Neymar mendapatkan gaji 100 ribu euro per hari, 3 juta per bulan, dan 36,8 juta per tahun. Dengan jumlah tersebut, bintang Brasil ini merupakan pemain dengan gaji tertinggi di Ligue 1 atau kedua di dunia setelah Lionel Messi (Barcelona).  Karena itu, dengan menjual Neymar akan mengurangi beban pengeluarkan Les Parisiens dari sisi gaji yang pada 2017/18 lalu total mengeluarkan 332 juta euro. Menjual Neymar juga akan membuat PSG akan terlepas dari kekhawatiran terkait aturan Financial Fair Play.

2. Memanfaatkan Penjualan

Keinginan PSG adalah mendapatkan kembali 222 juta euro, nilai yang mereka keluarkan untuk membawanya ke Paris dari Barcelona. Namun, akan sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan jumlah itu kembali. Meski demikian, PSG masih bisa berharap mendapatkan penjualan sang pemain dalam kisaran harga 150 hingga 200 juta euro. Dengan demikian, manajemen dapat memberikan dana sekaligus menyelamatkan pengeluaran dalam bursa transfer. Tanpa Neymar, PSG tidak akan lagi kesulitan untuk mengeluarkan dana bagi gaji sang pemain.

3. Ruang untuk Mbappe

Ketika Neymar tiba di PSG, belum ada perhatian terkait kehadiran Kylian Mbappe. Namun, Mbappe berkembang hingga kemudian mendapatkan perhatian besar dari sejumlah klub rakasasa seperti Real Madrid dan Barcelona. Dalam dua tahun, banyak yang telah berubah. Mantan bintang Monaco tersebut menjadi pemain bintang, bahkan berpotensi menjadi bintang dunia. Tahun lalu, Mbappe ada di peringkat keempat dalam daftar Ballon d’Or, sementara posisi Neymar justru mengejutkan: peringkat ke-21.

4. Kamar Ganti Bakal Lebih Positif

Neymar merupakan pemain profesional dan memiliki personalitas. Namun, isu klan Brasil bukan rahasia lagi di kamar ganti PSG. Setelah tanpa Lucas Moura, kini Neymar tidak lagi mendapatkan “pengawal” seperti Dani Alves. Namun masih ada Thiago Silva dan Marquinhos. Atmosfer di luar pertandingan PSG menjadi isu publik seperti kabar tidak harmonisnya Neymar dengan sejumlah pemain.

5. Masalah Cedera

Dalam dua tahun di PSG, ada akumulasi lima bulan tanpa kehadiran Neymar. Pada musim pertama, Neymar cedera dalam laga PSAG menghadapi Marseille pada Februari 2018 tapi kembali fit jelang Brasil tampil dalam Piala Dunia 2018. Musim lalu (2018/19), Neymar sudah absen pada 32 Januari lalu setelah cedera menghadapi Strasbourg dalam ajang Piala Prancis.

Dari total dua musim di Ligue 1, dia hanya bermain dalam 36 pertandingan dari kemungkinan 76 laga atau sekitar 46 persen. Bandingkan dengan ketika masih di Barcelona, dari 76 laga dengan Barca pada dua musim, dia tampil 64 pertandingan atau 84 persen. Meski demikian, tentu sulit menyalahkan Neymar karena faktor cedera. Meski demikian, itu memperliahtkan bahwa kondisinya tidak 100 persen.

6. Faktor Barcelona

Jika Real Madrid sudah menyatakan tidak lagi tertarik memburu Neymar, tidak demikian dengan Barcelona. Los Azulgrana dalam posis menunggu. Meski demikian, PSG dapat memanfaatkan momentum ini dengan kemungkinan mendapatkan sejumlah bintang klub asal Katalunya tersebut seperti Philippe Coutinho, Ivan Rakitic, atau Ousmane Dembele. Bukan kebetulan bahwa ketiga pemain tersebut sebenarnya sudah lama masuk dalam target PSG.

7. Sikap yang Buruk

Dalam satu bulan pertama ketika baru bergabung, sisi gelap Neymar tidak terlalu terlihat. Meski demikian, ada sejumlah peristiwa ketika dia sering mendapat kritik dari lawan-lawannya dengan menilai bahwa Neymar bukanlah pemain yang sportif. Bahkan, ada peristiwa penaltygate yang menjadi bahan tertawaan publik, ketika Neymar dan Edinson Cavani berebut menjadi penembak penalti. Dalam ajang Liga Champions lawan Manchester United, Neymar pun mengkiritk wasit lewat media sosial yang kemudian membuatnya kena sanksi tiga laga tidak boleh bermain di ajang ini.


Baca Juga :
- Neymar Tinggalkan PSG, Ligue 1 Kehilangan Pamor, Kata Villas-Boas
- Ben Yedder dan Monaco Saling Membutuhkan

Yang terakhir tentu momen ketika dirinya menyerang seorang suporter dalam final Piala Prancis saat kalah dari Rennes. Tepatnya ketika suporter tersebut mencoba mengambil medali yang diterimanya. Lalu, yang tentu heboh adalah tuduhan melakukan kekerasan terhadap seorang model asal Brasil. Semua itu cukup membuat citra PSG semakin buruk.*

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA