#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kalah dari Liverpool Menginspirasi Kane dan Tottenham
12 July 2019 13:26 WIB
LONDON - “Saya tidak pernah kalah. Saya hanya menang atau belajar.” Begitu kata-kata bijak yang pernah dilontarkan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

Kalimat itu ternyata tertanam di kepala striker Tottenham Hotspur, Harry Kane. Dia menyebut kekalahan di final Liga Champions musim lalu bakal jadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik musim depan.

Tottenham menorehkan prestasi sensasional musim lalu dengan menembus final Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah. Perjalanan Spurs yang mirip dongeng di kompetisi elite Eropa tersebut akhirnya terhenti setelah mereka kalah 0-2 dari sesama klub Inggris, Liverpool FC, pada final di Madrid, Spanyol, 1 Juni lalu.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Minggu Dini Hari WIB
- Satu Misi, Beda Tujuan

Tapi, kekalahan itu tidak membuat Kane patah arang. Sebaliknya, dia malah lebih termotivasi untuk kembali mencapai laga pemuncak itu.

“Saya pikir kekalahan itu memotivasi kami untuk jadi lebih baik lagi. Setelah tampil di final Liga Champions, kita ingin selalu memainkan laga-laga seperti itu lagi. Kami tahu akan sulit untuk kembali ke sana musim ini dan itu bergantung pada performa kami,” ujar Kane.

Tottenham bisa langsung mengambil inspirasi dari perjalanan Liverpool. Semusim sebelumnya, The Reds menelan kekecewaan setelah kalah dari Real Madrid di final Liga Champions. Tapi, mereka mampu kembali menembus laga pemuncak itu musim lalu  dan kali ini keluar sebagai pemenang.

Liverpool juga bermain impresif di Liga Primer dengan meraup 97 poin dari 38 laga. Tapi, semua itu belum cukup bagi The Reds untuk menyudahi paceklik gelar 29 tahun di kompetisi elite Inggris itu. Tim asuhan Juergen Klopp itu harus puas finis sebagai runner-up untuk musim kedua beruntun lantaran kalah satu poin dari Manchester City yang lagi-lagi keluar sebagai juara.

Di pihak lain, Tottenham berhasil finis di peringkat keempat sehingga dipastikan tampil kembali di Liga Champions musim ini. Tapi, The Lilywhites hanya mengoleksi 71 poin, terpaut 26 poin dengan Liverpool dan 27 poin di bawah City. Terlepas dari jarak yang sangat jauh tersebut, Kane mengaku timnya mengincar gelar Liga Primer musim depan.

“Itu selalu menjadi target kami,” kata Kane. “Sang pelatih punya kepercayaan penuh pada skuat ini squad. Siapa pun pemain yang dia dapatkan atau dia singkirkan, itu pilihan dia sendiri. Apapun yang akan terjadi hingga akhir bursa transfer musim panas ini, kami tahu kami sudah punya skuat yang tangguh untuk bersaing. Persaingan di enam besar sangat ketat. Jadi, kami harus tampil sangat bagus."

Sejak ditangani Mauricio Pochettino pada 2014, Tottenham menjadi langganan posisi empat besar Liga Primer. Keberhasilannya membawa Spurs lolos ke final Liga Champions musim lalu jadi lebih istimewa lagi karena pelatih asal Argentina itu tidak merekrut pemain baru sejak Januari 2018.

Kini, Tottenham sudah kembali berbelanja dengan mendatangkan gelandang tengah Tanguy Ndombele dari Olympique Lyon. Pemain 22 tahun asal Prancis ini diperoleh dengan harga 62 juta euro (Rp 981,8 miliar) dan bakal menambah kekuatan di lini tengah The Lilywhites.


Baca Juga :
- Man. United Ternyata Memiliki Alasan Tidak Mendepak Solskjaer
- The Toffees Sudah Kantongi Nama Pengganti Marco Silva

Tapi, untuk bisa bersaing dengan City atau Liverpool musim depan, Tottenham harus mendatangkan beberapa pemain berkualitas lainnya. Mereka juga akan membutuhkan Kane dalam kondisi bugar sepanjang musim. Pemain 25 tahun ini adalah mesin gol utama Spurs dalam lima tahun terakhir.

Tapi, kiprah Kane musim lalu terhambat cedera sehingga harus absen dalam 10 laga di Liga Primer. Buntutnya, pemain tim nasional Inggris ini hanya mampu mencetak 17 gol, catatan terendah di kompetisi itu sejak musim 2014/15.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA