#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tanpa Dumoulin, Tim Sunweb Babak Belur di Tour de France 2019
13 July 2019 13:50 WIB
CHALON-SUR-SAONE – Tim Sunweb mulai merasakan dampak dari absennya Tom Dumoulin di Tour de France (TdF) 2019. Bayangkan, sejak hari pertama, mereka belum mampu bersaing dalam klasifikasi umum (GC). Setidaknya hingga Etape 7, Jumat (12/7), Nicolas Roche jadi yang terbaik.

Dilansir Cycling News, kemarin, Roche ada di posisi ke-51, terpaut 17:06 menit dari pemuncak klasemen GC sementara, Giulio Ciccone dari Trek–Segafredo dengan 23:14:55 jam. Kemudian, Sunweb juga memiliki Wilco Kelderman yang berada di urutan ke-52, terpaut 17:45 menit.

Michael Matthews yang menggantikan posisi Dumoulin sebagai pimpinan tim, hanya  menempati posisi ke-59 dengan selisih 19:02 menit. Meski masih tersisa dua pekan, rasanya sulit bagi tim asal Jerman tersebut mengejar ketinggalan, bahkan sekadar untuk masuk 10 besar GC.


Baca Juga :
- Dulu Miskin, Bernal Kini Masuk Daftar Pesepeda Elite
- Bernal Layak Jadi Andalan Ineos di Tour de France

Setelah sang andalan absen karena cedera lutut, Sunweb pun langsung mengubah rencana untuk TdF. Tim yang sebelumnya terdaftar asal Belanda itu menunjuk Matthews sebagai pimpinan, sekaligus yang pertama bagi pesepeda bertipe sprinter ini mengemban tugas tersebut. 

Setelah menyelesaikan Etape 6, Kamis (11/7) waktu setempat, pesepeda asal Australia itu mengaku tak tahu harus berbuat apa sebagai pemimpin tim. Maklum, sebelum lomba dimulai, ia lebih fokus mempersiapkan diri sebagai sprinter. Matthews pun mengaku, secara mental, belum siap.

“Semua pesepeda yang datang ke sini (Tour de France) jelas ingin menang. Pekan pertama selalu sibuk dan biasanya saya menjaga Tom (Dumoulin) untuk memastikan posisinya aman. Tapi, sekarang, saya harus berjuang keras sejak awal. Perasaan saya campur aduk,” kata Matthews.

Meski belum mampu bersaing pada GC, untuk klasifikasi poin, dirinya masih konsisten. Pesepeda 28 tahun itu berada di posisi kedua dengan 98 poin. Sedangkan pemakai jersey hijau, tanda pemuncak klasifikasi poin, masih dipegang Peter Sagan dari Bora-Hansgrohe dengan 144 poin.

Berkaca pada situasi ini, Matthews lebih berpeluang memenangi klasifikasi poin. Tapi, pesepeda kelahiran 26 September 1990 itu menuturkan, sangat sulit mengubah rencana saat lomba berlangsung. Namun, bukan berarti peluangnya tertutup karena Matthews bertekad berjuang hingga akhir. 


Baca Juga :
- Perebutan Jersey Kuning Tour de France Masih Sengit
- Ratusan Pesepeda Siap Taklukkan Tour de France 2019

“Secara fisik memang tidak begitu buruk tapi mental, cukup sulit. Ini benar-benar terbalik. Saya berpikir sudah melakukan pekerjaan yang baik dalam klasifikasi poin karena pada pekan pertama, saya menargetkan memenangi dua hingga tiga etape. Tapi, ini sudah keenam,” tutur Matthews.

Dari enam hari lomba, pencapaian terbaiknya ada pada Etape 3 (Binche-Epernay), Senin (8/7) lalu. Dalam tahapam ini, Matthews finis di posisi kedua dan terpaut 26 detik dari sang pemenang, Julian Alaphilippe yang memperkuat Deceuninck-Quick Step dengan catatan waktu 04:40:29 jam.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA