#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kiper Klub Liga 1 Rentan Tertabrak, Tiga di Antaranya Cedera Parah
13 July 2019 13:58 WIB
BANDUNG – Dua tahun lalu, tepatnya 15 Oktober 2017,  sepak bola Tanah Air dikejutkan dengan meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, saat menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya. Huda meninggal setelah secara tidak sengaja bertabrakan dengan rekannya sendiri, bek asing Persela Ramon Rodrigues.

Inu menunjukkan posisi kiper sebagai palang pintu terakhir di depan gawang memang rentan insiden tabrakan dengan pemain lain yang mengakibatkan cedera parah, baik disengaja maupun tidak. Terbukti pada kompetisi Liga 1 2019 sudah tiga penjaga gawang yang jadi korban permainan keras di lapangan hijau.

Akibatnya Andritany Ardhiyasa (Persija), Jandia Eka Putra (PSIS), dan terakhir, M Natshir Fadhil (Persib) harus menepi untuk sementara waktu. Kronologi kecelakaan di lapangan yang menimpa ketiganya hampir mirip, namun bentuk cederanya berbeda-beda.


Baca Juga :
- Cepat Sembuh Kurnia Meiga, Bentuk Dukungan The Jakmania dan Persija
- Andritany: Bukan Hanya Arema yang Rindu Meiga, tapi Juga Masyarakat Indonesia

Artinya PSSI, operator, dan klub sudah saatnya menelaah regulasi maupun aturan bagi keselamatan pemain khususnya penjaga gawang. Andritany kini harus beristirahat total karena mengalami patah tangan saat bertabrakan dengan pemain Borneo FC, Terens Puhiri, pada semifinal Piala Indonesia.

Lalu, Jandia dilarikan ke rumah sakit setelah tiga kali bertabrakan dengan pemain Persela Lamongan, Kei Hirose, hingga kepalanya terbentur. Sementara, Natshir mengalami patah tulang kering karena bertubrukan dengan pemain Persija Jakarta.

"Secara pribadi saya turut prihatin. Mohon para wasit lebih jeli lagi dalam bertugas, karena bagaimapun para penjaga gawang itu adalah aset nasional," kata Boyke Adam, penjaga gawang Persib era 1980-an. Menurut Boyke, posisi penjaga gawang sangat spesifik dibanding pemain lainnya dalam sebuah tim sepak bola.

"Maka dari itu, seorang penjaga gawang harus sudah memiliki skill mumpuni, fisik yang prima, taktik yang baik, serta mental tanding yang konsisten. Selain itu juga mesti dibekali self defense yang siap tarung sepanjang 2x45 menit," kata pria yang juga Direktur Boyke Adam Goal Keeper ini.

Persib kini mengikuti jejak Persija dan PSIS yang terpaksa kehilangan kiper-kiper utama. Setelah Natshir divonis istirahat total untuk pemulihan, besar kemungkinan kiper ketiga, Muhammad Aqil Savik naik tingkat jadi kiper kedua mendampingi I Made Wirawan.

Usia Aqil memang masih muda, namun ia punya jam terbang tingkat nasional karena sebelumnya menjadi langganan kiper timnas U-19 setahun ke belakang. Aqiel sendiri merupakan kiper Persib junior dan selama ini masuk sebagai kiper ketiga Maung Bandung.

“Kalau dibilang harus siap saya kira Aqiel pasti siap untuk menjadi kiper kedua. Dia kan kiper timnas U-19 tahun lalu, jadi sudah punya pengalaman dan jam terbang ketika berkompetisi di Liga 1 U-19, " kata Yadi Mulyadi, pelatih Persib Junior.


Baca Juga :
- Profil Persija 2017, Restrukturisasi Nama Besar Tim Ibu Kota
- Persija Heran Alfred Riedl Jadikan Andritany dan Gunawan DC Pengangguran di Timnas

Di sisi lain dokter tim Raffi Ghani menjelaskan, Natshir mengalami fraktur atau patah tulang di dua titik kaki kiri yakni fibula dan tibia. Menurutnya, Deden, sapaan akrab Natshir, salah dalam pendaratan usai mengalami benturan dengan penyerang Persija, Bruno Matos.

Diperkirakan Deden membutuhkan waktu penyembuhan enam bulan.  Cedera patah tulang Deden di mata Rafi, memang berat. Dua tulang tungkai bawah patah baik tibia ataupun fibula-nya. “Deden jelas terpukul. Saya hanya bilang sabar, tetap optimistis dan kuat supaya proses pemulihan lebih cepat," kata Rafi.*Arief NK

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA