#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Gabriel Jesus Punya Harapan Tampil Lebih Sering Musim Depan
13 July 2019 13:40 WIB
MANCHESTER - Gabriel Jesus melakukan yang terbaik untuk bergabung pada selebrasi Liga Primer 2018/19 usai laga terakhir yang menentukan di Brighton & Hove Albion FC, Mei lalu. Sesungguhnya, di balik senyum berseri-seri striker Manchester City FC asal Brasil itu, ada keraguan dan perasaan frustrasi mengenai masa depannya.

Jesus menyaksikan laga dari bangku cadangan saat The Citizens sempat memberi rival mereka, Liverpool FC, harapan ketika tertinggal satu gol, sebelum akhirnya menang 4-1. Gelar Liga Primer pun mampu dipertahankan. Dan, Jesus membuktikan dirinya pemain tim, alasan Josep “Pep” Guardiola merekrutnya dari Palmeiras.

Tetapi, sebagai seorang striker, duduk di bangku cadangan tidak akan memajukan kariernya. Sungguh kontras antara menjadi penonton di Amex Stadium dan ketika mencetak gol kemenangan dramatis atas Southampton FC satu tahun sebelumnya, yang menyegel total 100 poin bersejarah The Citizens di Liga Primer.


Baca Juga :
- Reaksi Pep Guardiola Usai Manchester City Tumbang dari MU
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Minggu Dini Hari WIB

Rumor transfer sudah mulai beraksi ketika Jesus dipaksa untuk bermain sebagai pelapis Sergio Aguero, yang konsisten menampilkan performa brilian. Dalam tujuh partai Liga Primer dan Liga Champions jelang laga terakhir di Brighton, Jesus cadangan dalam dua pertandingan di antaranya. Rata-rata, ia hanya beraksi 13 menit pada periode itu.

Jesus telah terpinggirkan, bukan karena kekurangan kualitas atau performanya yang menurun, tetapi karena Aguero tidak dapat digantikan. Sialnya, karena rekannya itu masih terikat kontrak dua tahun lagi di Etihad, Jesus tampaknya masih harus bersabar untuk terus duduk di bangku cadangan Man. City.

Tetapi, momen hampir 60 hari sejak kemenangan di Brighton itu telah mengubah Jesus. Ia seakan telah dilahirkan kembali. Pertama kalinya, muncul niat baik dari Guardiola, yang pasti tergoda – setelah gelar Piala Liga dan Liga Primer - untuk hanya memainkan tim terkuatnya di final Piala FA, menghadapi Watford FC di Wembley.

Di final itu, Guardiola mengirim Aguero ke bangku cadangan dan memainkan Jesus yang membalas kepercayaan sang pelatih dengan penampilan penuh aksi yang berakhir dengan kontribusi dua gol dan satu assist darinya. Tanpa ampun Jesus dan Man. City melumat Watford dengan skor 6-0. The Citizens pun menyabet semua trofi domestik.

Di luar itu semua, Guardiola menyukai sifat tak mementingkan diri sendiri Jesus di lapangan. Hal tersebut juga tersampaikan ke pelatih timnas Brasil, Tite. Ia menolak untuk mendengarkan seruan suara di negaranya agar Jesus disingkirkan dari skuat Tim Samba hanya karena dia tidak mampu mencetak satu gol pun di Piala Dunia musim lalu.

Setiap pemain yang memakai nomor sembilan Brasil: Ronaldo, Tostao dan Careca perlu mencetak gol di turnamen besar. Bagi Tite, kontribusi total dari Jesus itu lebih penting, dan seperti semua pelatih yang baik, dia memercayai penilaian sendiri. Di bawah Tite, Jesus memulai lebih banyak pertandingan daripada pemain lainnya, sejak 2016.


Baca Juga :
- Jelang Derby Manchester, Berbatov: Aneh, Penggemar MU Ingin Kalah dari City
- Solskjaer Panaskan Derby Manchester, Setan Merah Lebih Besar dari City

Itu bisa jadi catatan bagi Guardiola. Dengan Benjamin Mendy diharapkan baru kembali awal musim depan, prospek bermain dengan Aguero dalam formasi 3-5-2 juga cerah bagi Jesus yang akan kembali ke City pada akhir Juli sebagai juara Piala Amerika, gelar utama ke-10 di usianya yang baru 22 tahun.*NURUL IKA HIDAYATI

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA