#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mane Bikin Gentar Pelatih Tunisia
13 July 2019 14:10 WIB
KAIRO – Senegal semakin menjadi favorit sebagai tim yang akan meraih gelar Piala Afrika 2019. The Lions of Teranga mampu memenuhi ekspektasi dengan lolos ke semifinal untuk menghadapi Tunisia, Minggu (14/7). Kekuatan pasukan Aliou Cisse ini ada di materi pemain, di antaranya bintang Liverpool, Sadio Mane.

  Senegal belum pernah memenangi gelar Piala Afrika sebelumnya. Pencapaian terbaik The Lions of Teranga adalah menjadi runner-up pada 2002. Mereka bahkan tidak pernah lagi menembus semifinal turnamen ini sejak 2006. Wajar jika pelatih Aliou Cisse sangat senang dengan kemenangan 1-0 tim asuhannya atas Benin pada perempat final.


Baca Juga :
- Proteksi Liverpool Buat Mane
- Terungkap, Penyebab Mahrez Tidak Turun di Community Shield

“Pemain telah memberikan segalanya untuk bisa menang. Saya ingin mengucapkan selamat kepada mereka atas aksi heroik juga atas kesuksesan lolos ke semifinal yang layak kami dapatkan,” kata Cisse. “Sejak 2006, Senegal tidak pernah lagi mencapai semifinal Piala Afrika dan sukses kali ini menunjukkan bahwa kami terus bekerja untuk jadi yang terbaik.”

Terlepas dari sejarah yang kurang meyakinkan di Piala Afrika, Senegal dipandang sebagai salah favorit pada turnamen tahun ini lantaran keberadaan sejumlah bintang yang berkibar di Eropa. Salah satunya winger Liverpool FC, Sadio Mane, yang telah mencetak tiga gol dan memuncaki daftar top scorer bersama Adam Ounas (Aljazair), Odion Ighalo (Nigeria), dan Cedric Bakambu (Republik Demokratik Kongo).

Mane juga sempat mencetak dua gol lawan Benin di perempat final, tapi selalu dianulir karena offside. Beruntung, Senegal juga punya Idrissa Gueye, gelandang Everton FC yang mencetak satu-satunya gol kemenangan The Lions of Teranga dalam laga itu.

Mane, Gueye, dan beberapa pemain kunci Senegal lainnya adalah sosok yang sangat dikenal oleh pelatih Tunisia, Alain Giresse. Maklum, pria asal Prancis ini pernah menangani langsung para pemain tersebut saat dirinya bekerja sebagai pelatih The Lions of Teranga antara 2013 dan 2015.

“Terus terang, saya selalu ingin menghindari pertemuan dengan Senegal,” kata Giresse yang juga pernah menangani dua tim Afrika lainnya, Gabon dan Mali. "Saya sangat mengenal semangat juang tim Senegal. Saya tahu mentalitas dan komitmen mereka.”

Giresse diangkat sebagai pelatih timnas Tunisia pada Desember 2018 dan catatannya sejauh ini cukup memuaskan dengan lima kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam 10 pertandingan. Tapi, persentase kemenangan The Eagles of Carthage yang hanya 50 persen di bawah asuhannya, membuat mantan gelandang timnas Prancis ini menuai banyak kritik.


Baca Juga :
- Usai Menjuarai Piala Afrika, Mahrez Rindu Leicester
- Ismael Bennacer, Pemain Terbaik Piala Afrika 2019

Apalagi, perjalanan Tunisia di Piala Afrika 2019 juga kurang meyakinkan. Mereka hanya bermain imbang dalam ketiga laga di fase grup dan dan hanya menang lewat adu penalti atas Ghana di 16 besar. The Eagles of Carthage baru menunjukkan kekuatan saat di perempat final dengan menghajar tim kejutan Madagaskar tiga gol tanpa balas.

Kemenangan itu juga mengantarkan Tunisia lolos ke semifinal untuk kali pertama sejak 2004 saat mereka jadi juara. Tapi, Giresse belum merasa puas dengan pencapaian tim asuhannya di turnamen ini. “Kami senang dengan penampilan saat lawan Madagaskar. Kini, kami ke semifinal dan itulah yang diinginkan seluruh rakyat Tunisia. Tapi, ini bukan target tertinggi. Kami ingin lebih baik lagi. Saya tidak peduli dengan kritik dan hanya fokus pada pekerjaan saya sebagai pelatih,” ujar Giresse.* Rijal Alfurqon

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA