#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pelatih Anyar, Harapan Baru
13 July 2019 13:30 WIB
DUBLIN – Kehadiran Frank Lampard sebagai pelatih anyar disambut harapan baru bagi penggawa Chelsea. Bisa dipahami mengingat statusnya merupakan legenda hidup The Blues. Saat jadi pemain, Lampard memperkuat Chelsea hingga 13 tahun sejak 2001 hingga 2014. Dalam periode itu, dia berperan dalam 13 trofi, termasuk Liga Champions 2011/12.

Tak heran jika sambutan pemain kepada Lampard sangat berkesan. Itu diakui Cesar Azpilicueta yang jadi pemain paling senior di skuat Chelsea selain jebolan akademi. Bek asal Spanyol tiba di Stamford Bridge pada 24 Agustus 2012. Itu berarti, Azpilicueta sudah merasakan arahan dari delapan pelatih Chelsea, termasuk Lampard.

Bahkan, dia dua musim bertandem dengan Lampard sebagai pemain pada 2012-2014. Wajar,  jika Azpilicueta sangat mengenalnya luar dan dalam. Dia berharap, gelimang prestasi yang ditorehkan Lampard saat jadi pemain pun mengikuti ketika kini sebagai pelatih. Terutama, demi bersaing dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris 2019/20.


Baca Juga :
- Hattrick Antar Pukki Masuk Buku Sejarah Norwich
- Grealish Dituntut Segera Akhiri Rapor Buruk di Liga Primer

“Anda dapat melihat, musim ini semua penggemar sangat bahagia. Kami memiliki sosok yang kembali sebagai pelatih. Kami akan bekerja keras di lapangan bersamanya. Untuk memenangkan banyak pertandingan. Seluruh pengalaman Lampard sebagai pemain berada pada level tertinggi di bawah banyak pelatih,” kata Azpilicueta, optimistis.

“Dia memiliki kepribadian, perilaku, dan pengalaman yang tidak perlu dikhawatirkan sebagai pelatih. Kami sangat bersemangat bersamanya untuk segera memulai. Memang, setiap musim selalu sulit. Namun, kami harus siap.”

Pernyataan Azpilicueta beralasan. Sebab, Chelsea belum pernah juara Liga Primer sejak 2016/17 ketika masih ditangani Antonio Conte. Dalam dua musim terakhir, takhta tersebut direbut Manchester City. Itu mengapa, segenap elemen Chelsea berharap Lampard bisa mengakhiri paceklik gelar tersebut.

“Jelas, adakalanya kami kalah. Namun, kami selalu ingin menang lebih banyak. Kami harus bersyukur dan merasakan gairah untuk jersey ini. Chelsea merupakan klub besar. Kami harus bertanggung jawab dan bekerja keras untuk menjadikan tim ini lebih baik,” Azpilicueta, menegaskan.

Banyak Gol
Pernyataan senada diungkapkan Mateo Kovacic yang direkrut sebagai pinjaman dari Real Madrid sejak 8 Agustus lalu ketika masih ditangani Maurizio Sarri. Namun, Chelsea mengaktifkan klausul permanen 40 juta paun (sekitar Rp704 miliar). Musim lalu, Kovacic tampil dalam 32 laga di Liga Primer tanpa mencetak gol tapi mengemas dua assist.

“Saya tak sabar untuk segera bekerja dengannya. Lampard merupakan pemain yang luar biasa. Musim lalu, dia juga menunjukkan sebagai pelatih yang baik. Saya tak sabar untuk belajar bagaimana mencetak banyak gol sepertinya. Sebab, musim lalu, saya tidak berhasil,” ujar Kovacic.

Lampard masih tercatat sebagai pemain tersubur dalam sejarah Chelsea dengan 211 gol. Ini menarik, mengingat posisinya merupakan gelandang dan bukan striker. Fakta itu yang jadi motivasi Kovacic, “Saya mungkin bukan tipe gelandang yang persis seperti Lampard. Namun, saya akan bekerja keras untuk bisa lebih baik dari aspek ini.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

SOROT
CESAR
Azpilicueta jadi pemain paling senior di skuat Chelsea saat ini yang direkrut dari Marseille pada 24 Agustus 2012. Maharnya mencapai 7 juta paun (sekitar Rp123 miliar dengan kurs saat ini). Kini, nilai jual Azpilicueta menurut Transfermarkt mencapai 31,5 juta paun.

 

 

 

 

 

 


Baca Juga :
- Kemenangan Sheffield United atas Palace Terasa Spesial
- Rencana Man. City Gunakan Facial Recognition untuk Distribusi Tiket Dipertanyakan

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA