#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Griezmann Turun Status
15 July 2019 12:03 WIB
BARCELONA – El Principito mencoba menjadi raja di Barcelona. Antoine Griezmann sejak Kamis (11/7) lalu sudah menjadi bagian dari Los Azulgrana. Griezmann adalah pemimpin, tokoh utama, di Atletico Madrid. Setelah lima musim bersama Los Rojiblancos, menorehkan lebih dari 100 gol dalam semua ajang, pemilik nomor 7 di klub tersebut memutuskan bergabung bersama Lionel Messi dan kawan-kawan, meninggalkan semua statusnya yang spesial di pasukan Diego Simeone.

Si Pangeran Kecil kini menghadapi situasi yang berbeda di klub barunya karena di tim asuhan Ernesto Valverde tersebut, hanya ada satu raja yaitu Messi. Apakah Griezmann dapat merebut status Messi tersebut di Barcelona? Sangat sulit tentu saja, namun bukan tidak mungkin. Yang pasti, keberhasilan Barcelona mendatangkan Griezmann memperlihatkan bahwa mereka memang sudah lama memiliki rencana untuk menyatukan El Rey dan El Principito ini.

Rencana ini sudah muncul sejak dua musim lalu namun ketika itu, Griezmann menolak dan lebih memilih untuk memperpanjang kontraknya di Atletico. Meski demikian, penolakan tersebut tidak membuat kubu Barca kecewa. Meski ada sejumlah suporter yang tidak setuju namun Barcelona tetap merealisasikan transfer penyerang 28 tahun tersebut. Bahkan, manajemen klub Katalunya ini pun mau menebus klausul pelepasan Griezmann yang nilainya mencapai 120 juta euro.


Baca Juga :
- Magnet Jovic
- Tes Terakhir Barca

Dalam sejarah Barcelona era Messi, tidak ada pemain yang mampu menyaingi posisi La Pulga di Camp Nou. Ada Ronaldinho dan Samuel Eto’o pada 2005/06, lalu kedatangan Thierry Henry yang membentuk trio Henry, Eto’o, dan Messi. Sosok Zlatan Ibrahimovic juga didatangkan setelah kepergian Eto’o untuk membentuk Henry, Messi, dan Ibrahimovic. Lalu ada trio Pedro Rodriguez, Messi, David Villa. Dilanjutkan dengan Pedro, Messi, Alexis Sanchez. Yang sempat fenomenal tentu trio Neymar, Messi, dan Luis Suarez.

Seperti diketahui, Eto’o dan Ibrahimovic pun memutuskan meninggalkan Barcelona. Begitupun dengan Pedro yang kemudian memilih untuk bermain di Liga Primer bersama Chelsea.  Kini, Griezmann akan mencoba untuk masuk sebagai pemain yang akan melengkapi trio lini depan Los Azulgrana dalam era Messi. Faktanya, keputusan seperti Griezmann ini bukanlah sesuatu yang baru. Dan, situasi itu juga tidak hanya terjadi di Barcelona.

Kaka contohnya yang merupakan bintang besar dan menjadi idola di AC Milan. Gelandang Brasil tersebut memiliki tempat yang sangat baik dalam periode pertama kariernya di I Rossoneri (2003-2009). Selain membawa Milan juara Seri A 2003/04 dan Liga Champions 2006/07 serta sejumlah trofi lainnya, total dia telah menorehkan 95 gol dari 270 laga pada semua ajang. Pemilik nomor 22 di Milan ini merupakan ikon besar pada masanya di klub Seri A tersebut.

Sebagai playmaker, Kaka pun total memberikan 42 assist sepanjang kariernya di Seri A. Hingga akhirnya dia pun tergoda untuk bergabung ke Real Madrid. Namun, dia bergabung ke Los Merengues ketika pada musim yang sama Madrid mendatangkan Cristiano Ronaldo. Ya, saat itu, Kaka memutuskan meninggalkan statusnya di Milan dan memilih berada di bawah bayang-bayang Ronaldo. Seperti diketahui, Kaka kehilangan perannya dan hanya bertahan di Madrid pada 2013. Dia kemudian kembali ke Milan tapi tidak lagi menemukan situasi yang sama.
Situasi yang sama juga berlaku terhadap Gareth Bale yang meninggalkan statusnya sebagai pemain yang sangat penting di Tottenham Hotspur. Bale kemudian hingga saat ini tidak dapat menemukan kembali posisi yang pernah dirasakannya di Spurs. Kedatangn Griezmann ke Barcelona juga mengingatkan kepada sosok Neymar.

Keputusan Neymar meninggalkan Barcelona sebenarnya karena dia tidak ingin selalu berada di bawah bayang-bayang Messi. Neymar pun kemudian memutuskan untuk bergabung ke Paris Saint Germain. Kehadirannya pun menjadi simbol dari ambisi besar klub asal Prancis tersebut untuk mendominasi di Lique 1 dan meraih gelar Liga Champions.


Baca Juga :
- Goodbye Bernabeu, Momen Navas & Bale
- Rekrutan Kedua

Neymar yang datang pada 2017 juga diharapkan dapat membantu Kylian Mbappe yang juga baru bergabung dari Monaco. Tapi, sejumlah situasi yang tidak ideal seperti cedera, kontroversi di luar lapangan, plus berkembangnya performa Mbappe, membuat Neymar kemudian justru menjadi secondary player. Neymar yang justru kini berada di bawah bayang-bayang Mbappe.

Kaka, Bale, dan Neymar, atau Diego Costa yang meninggalkan Atletico ke Chelsea, contoh dari situasi yang boleh jadi mengiringi kepindahan Griezmann ke Barcelona. Di antara mereka ada yang optimistis dapat memberikan perbedaan di klub barunya. Namun, tidak sedikit yang tahu bahwa mereka hanya akan menjadi “pemain nomor dua” di klub barunya.* Irfan Sudrajat

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA