#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Persebaya Aneh Tanpa Amido Balde
15 July 2019 13:09 WIB
SLEMAN - Persebaya Surabaya menderita kekalahan 1-2 dari PSS Sleman pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7) malam. Sempat unggul lebih dulu lewat Damian Lizio, namun akhirnya tembok pertahanan Persebaya justru jebol dua kali oleh Yevhen Bokhasvili dan Haris Tuharea.

Lini pertahanan nampaknya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi pelatih Djadjang Nurdjaman. Pasalnya, dalam dua laga terakhir, gawang Persebaya sudah kebobolan empat gol. Sebelumnya, bermain di Surabaya, Persebaya bermain 2-2 melawan Barito Putera.

Dua gol dari PSS lahir dari kaki pemain lawan yang justru tak terkawal saat berada di kotak penalti. Dan bebasnya posisi Yevhen dan Haris Tuharea langsung menghukum Bajul Ijo dengan dua gol yang membuat Persebaya gigit jari.


Baca Juga :
- Jangan Bicara Klenik dan Takhayul dengan Alfred Riedl
- Borneo FC Waspadai Karl Max

“Kami akui empat gol dalam dua pertandingan adalah akibat dari lemahnya penjagaan lini belakang. Dan ini menjadi konsen kami untuk memperbaikinya di laga-laga berikutnya,” kata Djadjang Nurdjaman. Ke depan, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengatakan lawan tak lagi boleh bebas tanpa pengawalan jika tak ingin petaka datang lagi.

Mengenai performa pemain belakangnya khususnya Mokhamad Syaifuddin, mantan pelatih Persib Bandung itu mengatakan tidak ada masalah. “Lawan PSS, Saefuddin bermain cukup bagus,” ucap Djanur lagi.

Pada laga lawan PSS, Djanur memang lebih memilih Syaifuddin untuk menggantikan Hansamu Yama Pranata yang belum pulih dari cedera. Syaifuddin yang juga mantan pemain PSS Sleman itu dimainkan sepanjang 90 menit. Sedangkan Hansamu menjadi penonton di bench pemain Persebaya.


Baca Juga :
- Preview Bali United vs Arema, Comvalius Kembali
- Duel Klasik Klub Perserikatan dengan Irama Kebangkitan

Mengenai penampilan Persebaya yang masih naik turun alias belum stabil, Djanur mengatakan bahwa inkonsistensi timnya lebih karena pengaruh jadwal yang padat. “Tiga hari sekali kami bertanding. Sebagai manusia, wajar jika kemudian kami belum bisa konsisten,” kata Djanur. Persebaya sudah dinanti jadwal berikutnya dengan dijamu PSM di Makassar pada Rabu (17/7) lusa.

Mengenai absennya Amido Balde, Djanur mengakui jika ini juga cukup mempengaruhi timnya. “Kami sangat kehilangan. Kami ada kelebihan dalam permainan sayap. Namun terasa aneh tanpa Balde,” kata dia lagi.*SRI NUGROHO

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA