#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Timnas Bukan Prioritas untuk Pemain NBA
16 July 2019 13:10 WIB
LOS ANGELES – Bagi seorang pemain NBA, membela tim nasional (timnas) tampaknya bukan menjadi prioritas. Tak jarang, para pebasket yang melantai dalam liga terbesar dunia itu menolak panggilan dari negaranya. Termasuk untuk ajang sekelar Piala Dunia Federasi Basket International (FIBA).

Kemarin, situs berita olahraga ESPN melansir jika Anthony Davis dan Ben Simmons dipastikan tidak tampil dalam Piala Dunia FIBA 2019 di Cina, 31 Agustus-15 September mendatang. Padahal, nama mereka sudah terdaftar dalam training camp (TC) di negara masing-masing.

Davis rencananya di-plot pelatih timnas Amerika Serikat (AS), Gregg Popovich, sebagai bigman andalan. Namun, absennya sang pemain diyakini tak terlalu berpengaruh untuk The Dream Team, julukan Negeri Paman Sam, karena ada banyak opsi pemain yang mungkin diturunkan. 


Baca Juga :
- Tira Persikabo Segera Resmikan Mantan Pelatih Timnas Belarus
- Indra Sjafri: Mengeluh Tanda Orang yang Gak Pernah Sukses

Sedangkan untuk Simmons bisa jadi pilar penting Australia. Dengan kata lain, ketidakhadirannya berpotensi mengurangi gemerlap Piala Dunia FIBA 2019. Alasan keduanya untuk menanggalkan jersey timnas karena ingin berkonsenterasi menyongsong NBA 2019/20.

Misalnya, Davis, yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru Los Angeles (LA) Lakers. “Ini akan sangat menyenangkan (bisa bermain bersama Lakers). Saya gembira bisa bermain bersama LeBron James,” kata Davis, yang diperkenalkan kepada publik,  beberapa waktu lalu.

Keputusan yang diambil Davis untuk menolak panggilan timnas, ditengarai jadi bagian dari ambisinya langsung tancap gas di awal musim. Bila mampu dilakukan, peluang Lakers memuncaki klasemen Wilayah Barat di akhir musim terbuka. Mereka bisa akan lebih ringan saat tampil di play-off.

Persaingan di Wilayah Barat boleh dibilang sangat keras karena pergerakan agresif yang dilakukan oleh klub-klub yang ada di sana. Selain Lakers yang merekrut Davis, DeMarcus Cousins, dan Danny Green, tetangga, Los Angeles (LA) Clippers juga membentuk superteam.

Mereka mampu mendaratkan dua pebasket bintang, Kawhi Leonard dan Paul George. Jangan lupakan juga, Houston Rockets, yang mengandalkan duet scorer ganas NBA, James Harden dan Russell Westbrook. Jika keduanya nyetel, maka offense Rockets akan jadi yang paling berbahaya.

Sedangkan untuk Simmons, Rookie of the Year 2017/18 ini juga ingin berkonsenterasi penuh dalam NBA 2019/20. Ia bertekad membawa Philadelphia 76ers meraih gelar juara, mengingat peluang 76ers menembus final, terbuka. Belum lagi, Brooklyn Nets yang mendatangkan dua bintang.

Namun, Nets hanya akan diperkuat Kyrie Irving, awal musim ini, karena Kevin Durant masih didebat cedera Achilles. Sedangkan sang juara bertahan, Toronto Raptors, tak akan sekuat musim lalu lantaran ditinggal Leonard. Praktis, pesaing berat 76ers tinggal Milwaukee Bucks.

Tetap Mengerikan


Baca Juga :
- Tuah Sentuhan Velizar Popov Diyakini Bisa Porak-porandakan Racikan Indra Sjafri
- Bert van Marwijk Dipecat dari Jabatan Pelatih Timnas UEA

Meski sang pemain menolak panggilan, Negeri Paman Sam diprediksi tetap mengerikan dalam Piala Dunia FIBA 2019. Sederet bintang dipastikan ikut pemustan latihan seperti James Harden, Damian Lillard, Kemba Walker, Jayson Tatum, dan lain-lain.

Sementara itu ada 20 orang yang terdaftar di pelatnas basket AS. Nantinya, Popovich akan mengerucutkan jadi 12 pemain. Jika tak ada halangan, pemain-pemain seperti Harden dan Lillard pasti akan tampil di Piala Dunia FIBA 2019. Mereka adalah bintang besar yang perannya dibutuhkan AS.*K.C. DHANESWARA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA