#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kontingen ASEAN School Games Minta Dukungan Langsung
16 July 2019 13:30 WIB
SEMARANG – ASEAN School Games (ASG) XI/2019 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, tak lama lagi digelar. Tepatnya, Rabu (17/7), pesta olahraga pelajar se-Asia Tenggara itu akan dibuka di Stadion Holy Terang Bangsa School. Persiapan atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor) pun telah memasuki fase akhir.

Salah satu yang sudah mulai santai adalah basket dan Senin (15/7), Derrick Michael dan kawan-kawan membantu mensosialisasikan ASEAN School Games ke SMA Karangturi, Semarang. Mereka pun berharap adanya dukungan dari para siswa, terutama yang ada di Kota Lumpia tersebut.

Kontingen Indonesia memang butuh support mengingat persaingan dalam ajang ini tergolong ketat. Utamanya di cabor basket karena Filipina dan Thailand dikenal punya prestasi mumpuni. “Kami berharap ada energi tambahan dari teman-teman,” ujar salah satu pemain, Rivaldo Pua Dawe.


Baca Juga :
- ASEAN School Games, Indonesia Tinggalkan Thailand
- ASEAN School Games, PASI Dekati Target Kemenpora

Dalam kunjungan ini, Rivaldo juga bercerita tentang sulitnya menembus kursi tim nasional (timnas) Indonesia. Awalnya, ada 19 orang yang dipanggil untuk mengikuti proyeksi Merah Putih. Kemudian, setelah melewati berbagai proses, jumlah tersebut harus dikerucutkan jadi 12.

Rivaldo mengaku bangga bisa terpilih menjadi satu dari 12 pemain yang akan mewakili Indonesia. Oleh karena itu, dirinya dan rekan-rekan bertekad memberikan seluruh penampilan terbaik demi bisa menyumbangkan medali emas dalam ASEAN School Games 2019 untuk Merah Putih. 

“Selama menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas), kami mendapat pengalaman luar biasa. Saya bisa berkumpul dengan teman-teman dari daerah lain, saling bertukar pengalaman, serta berbagi tips bagaimana caranya membagi waktu antara sekolah dengan basket,” ucap Rivaldo.

Chef de Mission (CdM) Indonesia Yayan Rubaeni yang juga ikut berkunjung ke SMA Karangturi, berharap gelaran ASG 2019 mampu memberikan spirit kepada para generasi muda di Indonesia. Selain itu, ajang tersebut bertujuan mempererat persahabatan di antara pelajar.

Yayan pun meminta kepada para pelajar, khususnya yang berada di Semarang untuk memperbanyak interaksi dengan atlet-atlet yang berlaga dalam ASG. Caranya dengan mengunjungi venue-venue pertandingan, utamanya yang mempertandingkan wakil-wakil Indonesia untuk memberi dukungan.    

“Kedatangan pelajar di tempat pertandingan ASG tentu punya banyak fungsi. Pertama, atlet Indonesia mendapat dukungan penuh. Selain itu, siswa juga bisa bertukar pengalaman dengan atlet. Bagaimana peserta itu mampu menjadi student athlete harus bisa jadi pelajaran,” kata Yayan.

Asah Kerja Sama

Sama halnya dengan basket, cabang tenis meja juga menegaskan kesiapan menghadapi lawan-lawan di ASG 2019. Kekompakan tim juga semakin terlihat. Oleh karena itu, pelatih tenis meja Indonesia, Anang Santoso, optimistis anak asuhnya sanggup meraih kesuksesan di ASG 2019.

Adapun dalam ajang ini, Merah Putih punya peluang di dua nomor, masing-masing ganda putra dan campuran. Kesempatan untuk ganda campuran semakin besar karena faktanya Indonesia sangat kuat di sana. Negara lain pun akhirnya kurang memprioritaskan nomor tersebut.

“Sebelum mengikuti pelatnas, atlet-atlet Indonesia sudah matang bersama klub masing-masing. Jadi, saat masuk ke pelatnas, tinggal kerja samanya saja yang perlu diasah. Untuk peluang (meraih medali) emas juga terbuka,” ujar Anang.

Secara umum, Indonesia menargetkan juara umum di ASG 2019. Sebagai tuan rumah, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin ada 36 hingga 38 emas yang dipersembahkan.*KRISNA C. DHANESWARA  

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA