#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Baru Bergabung, Sensi Langsung Jadi Jenderal Lapangan Tengah Inter
16 July 2019 09:09 WIB
LUGANO – Tangan dingin Antonio Conte mulai memperlihatkan pengaruh bagi FC Internazionale. Meski hanya sekedar uji coba, kemenangan 2-1 atas FC Lugano di Stadion Cornaredo, Minggu (14/7) kemarin, merupakan sinyal positif. Sejumlah eksperimen yang diterapkan pelatih 49 tahun itu memberi hasil memuaskan.

Stefano Sensi, misalnya, menjalankan peran playmaker dengan sangat baik. Tampil selama 61 menit, gelandang yang baru bergabung dari US Sassuolo itu mampu memegang kunci permainan dan mengatur manuver tim. Jika mampu melanjutkan performa seperti ini sampai musim kompetitif, dia diyakini bisa jadi jenderal kepercayaan Conte—layaknya Andrea Pirlo di Juventus FC atau Nemanja Matic di Chelsea FC.

Sensi melakukan semua yang diminta pelatih dengan apik. Dia memastikan penguasaan bola terjaga, membuka ruang buat rekan setim, menciptakan peluang, bahkan mencetak gol. Ya, tembakan keras pemuda 23 tahun inilah yang mengawali hasil memuaskan Inter di Lugano. Sensi tak segan menusuk jauh ke depan ketika melihat celah di pertahanan lawan.


Baca Juga :
- Pertarungan hukum Chelsea vs Conte Berlanjut, Abramovich Habiskan Rp 1,4 Triliun
- Lazio Bidik Liga Champions

Kemudian juga ada Ivan Perisic yang tak kalah cemerlang. Dipasang sebagai wingback dalam pola 3-5-2, posisi yang notabene asing baginya, pemain asal Kroasia itu tetap jadi ancaman. Sejak peluit pertama ditiup, Ivan berulang kali membombardir gawang Lugano. Meskipun kemudian gagal mencatatkan nama di papan skor, dialah yang membidani gol penentu Marcelo Brozovic.

Energi dan penempatan posisi, ditambah kecepatan dan tembakan akurat, merupakan senjata utama Perisic sebagai sayap brilian. Namun, Conte adalah pelatih perfeksionis. Dia menuntut kesempurnaan dari para pemainnya. Dalam kasus Perisic, perlu ada peningkatan dalam insting bertahan. Dia terkadang masih lupa meng-cover area belakang usai membantu serangan.

Pujian juga patut dilayangkan kepada Brozovic yang bermain selaras dengan Sensi di lini tengah. Kedua gelandang ini bergantian maju dan menjaga keseimbangan, tak pernah meninggalkan pusat permainan dikuasai lawan. Sekarang Conte tinggal menanti kembalinya Nicolo Barella dari liburan untuk membentuk trio centrocampista impian.

“Saya telah memainkan pertandingan dengan tepat, inilah yang terpenting,” ujar Sensi setelah melakoni debut bersama Inter. “Bagi saya, main untuk Conte adalah motivasi besar. Dia adalah pelatih juara dan bisa membuat para pemain nyaman di lapangan. Kondisi macam ini bisa mendorong saya untuk bekerja keras setiap hari dan meningkatkan kemampuan.”

Setelah satu jam, Conte mengganti hampir semua pemain di lapangan dan mencoba tim yang benar-benar baru. Saat inilah performa Inter mulai menurun sehingga Lugano mampu menciptakan gol balasan lewat Leotrim Kryeziu. Kondisi fisik skuat I Nerazzurri memang jauh di bawah tuan rumah yang telah memainkan beberapa pertandingan sebelumnya.

Memang, terlalu cepat mengambil kesimpulan pada pertengahan Juli, tapi pekerjaan Conte mulai memperlihatkan bentuk ideal. Berikutnya, ada tes melawan Manchester United FC di Singapura, akhir pekan. Pada saat itu, mungkin Inter wajah baru sudah jauh lebih matang dan bugar.***

Formasi Inter vs Lugano

Babak Pertama

3-5-2

Handanovic

De Ambrosio, De Vrij, Skriniar

Candreva, Gagliardini, Brozovic, Sensi, Perisic

Longo, Esposito

Babak Kedua

3-5-2

Padelli

Ntube, Ranocchia, Pirola


Baca Juga :
- AC Milan, Solusi Piatek dalam Diri Bennacer
- Lukaku Bikin Lawan Terkesima

Lazaro, Agoume, Valero, Mario, Dalbert

Vergani, Esposito

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA