#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mahrez dan Mane Bertemu di Final Piala Afrika 2019
16 July 2019 14:58 WIB
KAIRO – Sebuah gol tendangan bebas Riyad Mahrez jelang laga berakhir, telah membungkam pendukung Nigeria di Stadion International, Kairo (Mesir). Tepatnya menit ke-90+ ketika gelandang timnas Aljazair tersebut melepaskan tembakan dan berhasil mengoyak gawang Super Eagles. Gol tersebut pun menentukan kemenangan Aljazair dalam semifinal Piala Afrika 2019, Minggu (14/7) lalu.

  Dengan kemenangan tersebut, Aljazair pun melangkah ke final. Ini kali pertama The Desert Warriors tampil di final setelah kali terakhir pada Piala Afrika 1990. Ketika itu, Aljazair pun tampil sebagai juara, pencapaian yang mereka raih ketika menjadi tuan rumah. Karena itulah, sukses Mahrez dan kawan-kawan ke final pada Piala Afrika kali ini pun membangkitkan kembali sejarah 29 tahun lalu tersebut.


Baca Juga :
- Sadio Mane Langsung Tancap Gas
- Misi Liverpool Mengakhiri Penantian Gelar Dimulai!

Tim asuhan Djamel Belmadi ini diyakini akan kembali mengukir prestasi dalam final, saat menghadapi Senegal, yang akan digelar pada Jumat (19/7) nanti. Ya, di tempat lain, Senegal pun berhasil memastikan tiket final setelah menang 1-0 atas Tunisia pada waktu yang sama. Gol Senegal dalam laga ini terjadi karena bunuh diri lawan pada perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-100, dari kaki Dylan Bronn.

Tiket final yang diraih Senegal memang sedikit berbau keberuntungan. Tepatnya ketika kiper Tunisia, Mouez Hassen, melakukan kesalahan. Dia gagal mengantisipasi bola rebound dari rekannya sendiri, Bronn, yang kemudian masuk ke gawang. Padahal, sebelumnya, Hassen, menjadi bintang ketika di laga ini meredam penalti bintang Senegal, Henri Saivet.  Kini, Aljazair dan Senegal akan bertemu dalam laga final. Duel ini mempertemukan dua bintang Liga Primer, Mahrez (Manchester City) dan Sadio Mane.

Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu dalam fase grup, tepatnya di Grup B. Pada laga 27 Juni lalu itu, Aljazair yang tampils ebagai pemenang, 1-0, lewat gol Youcef Belaili. Keduanya memang pemain bintang di Liga Primer.

Namun, Mahrez sedikit kurang beruntung karena di klubnya, dia tidak selalu mendapatkan tempat dalam starter melainkan harus bergantian dengan pemain The Citizens lainnya. Sedangkan Mane menjadi sosok yang dominan di Liverpool dan salah satu kunci sukses klub tersebut meraih gelar Liga Champions pada musim lalu.

“Ini pertandingan yang sangat keras menghadapi tim yang kuat,” kata Mahrez soal kemenangan atas Nigeria, dalam konferensi persnya. “Kami sempat unggul namun mereka menyamakannya lewat penalti. Kami bahagia karena berhasil ke final, sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya,” kata Mahrez lagi.

Mantan pemain Leicester City tersebut pun mengakui bahwa dalam ajang Piala Afrika ini, dirinya dalam kondisi terbaik. Di sisi lain, rekan setimnya pun tampil ngotot dalam setiap pertandingan sepanjang ajang ini digelar. “Kami menorehkan 12 gol dan hanya kemasukan dua gol. Itu membuat kami semakin yakin bahwa kami bisa meraih gelar. Kami kini menatang final menghadapi Senegal,” dia menambahkan.

Menurut Mahrez, laga final lawan Senegal nanti tidak akan sama ketika mereka menghadapi tim ini pada penyisihan grup. “Pertandingan nanti akan berbeda, bakal lebih sulit,” kata Mahrez. Gol yang diciptakan Mahrez ke gawang Nigeria merupakan gol ke-13 pemain ini dalam 52 pertandingan bersama Aljazair. Hanya satu gol lagi bagi Mahrez untuk masuk dalam 10 besar pencetak gol terbanyak Aljazair. Dia bisa menyamai pencapaian Hecena Lalmas (1963-1974) yang mencetak 14 gol dalam 42 pertandingan.

Penampilan Aljazair sepanjang Piala Afrika 2019 ini memang mengesankan. Mereka menjadi favorit setelah tuan rumah Mesir tersingkir. Pertahanan menjadi salah satu kunci sukses. Djamel Belmadi membangun timnya dari lini belakang dengan permainan serangan balik yang cepat.


Baca Juga :
- Ighalo Beri Kesempatan untuk Pemain Muda Nigeria
- Napas Baru Aljazair

Final nanti juga memberikan peluang bagi Mahrez dan Mane untuk meraih gelar pencetak gol terbanyak. Saat ini, kedua pemain tersebut telah menorehkan tiga gol, hanya kurang satu gol dari Odion Ighalo (Nigeria) yang masih sebagai pencetak gol terbanyak dengan empat gol. Aljazair juga memiliki Adam Ounas yang telah menorehkan tiga gol.***

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA