#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Persaingan Verstappen dan Leclerc Selamatkan F1
17 July 2019 13:20 WIB
SILVERSTONE – Charles Leclerc dan Max Verstappen kembali menyuguhkan tontonan menarik pada putaran ke-10 Formula 1 (F1) 2019 di Sirkuit Silverstone, Inggris, 14 Juli lalu. Meski tak berlangsung lama, keduanya membuktikan masa depan balap jet darat tersebut belum sepenuhnya berakhir.

Belum lama ini, pembalap Scuderia Ferrari Mission Winnow dan Red Bull Racing itu juga bertarung di Grand Prix (GP) Austria, 30 Juni lalu, demi memperebutkan kemenangan. Bahkan, keduanya terlibat senggolan hingga Leclerc keluar dari trek dan kesulitan mengambil kembali posisi pertama.

“Bertarung dengan Max merupakan yang paling menyenangkan bagi saya sejak berada di F1. Saya baru satu setengah tahun di sini tapi benar-benar menyenangkan. Lomba di Austria sedikit membuka pandangan saya soal seberapa jauh tim sudah melangkah,” kata Leclerc seperti dilansir Crash.net.


Baca Juga :
- Tunjukkan Perbaikan, Verstappen Tak Pernah Gagal Finis
- Hamilton Sebut Verstappen Layak Jadi Rival

Persaingan antara Leclerc dan Verstappen memberi harapan baru untuk pencinta F1 yang dalam beberapa tahun terakhir merasakan kejenuhan lantaran minimnya aksi menyalip di lintasan. Bayangkan, lomba F1 seringkali didominasi oleh dua pembalap Mercedes AMG Petronas dan Scuderia Ferrari.

Bahkan, tahun ini, Mercedes sangat sulit ditandingi. “Saya senang bisa menyelesaikan balapan dengan cara seperti ini. Setiap pembalap ingin terus menekan dan kami berhasil melakukan itu sepanjang akhir pekan lalu. Tapi, saya pikir, ini masih dalam batas regulasi dan itu menarik,” kata Leclerc.

Pria asal Monako itu mengaku adanya peningkatan dari kinerja Red Bull RB15 pada tiga lomba terakhir. “Kami memiliki pekerjaan rumah dalam hal kecepatan dan harus berusaha menjaga ban tetap baik seperti yang dilakukan Mercedes dan Red Bull. Saya pikir kami kesulitan di area itu,” ujarnya.

Verstappen menganggap perlawanan dari Leclerc karena sang rival masih dendam atas insiden di GP Austria. Menurutnya, Leclerc ingin membuktikan kualitas dirinya saat mengendarai SF90. Namun, Verstappen optimistis mobilnya memiliki kinerja lebih baik daripada milik Ferrari, SF90.

“Ia berusaha keras mempertahankan posisi. Tapi, tidak apa-apa karena saya juga akan melakukannya. Saya tak ingin mengambil banyak risiko dalam pertarungan itu karena bisa merusak mobil. Saya sadar kami sedikit lebih cepat, jadi hanya perlu menunggu momen yang tepat,” kata Verstappen.

Keunggulan SF90 di trek lurus membuat Leclerc lebih lama di depan Verstappen. Namun, saat di tikungan, mobil sedikit lebih lambat karena tak mendukung efek downforce yang besar. “Mereka punya kecepatan yang cukup untuk ada di depan kami. Anda hanya perlu menunggu peluang,” tuturnya.


Baca Juga :
- Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Hungaria: Verstappen Pole Position
- Verstappen Yakin Penuhi Target Red Bull di F1 2019

Pembalap asal Belanda itu memang tampil mengesankan dan melaju lebih cepat dari duo Ferrari, Leclerc dan Sebastian Vettel. Sayang, ia tak dapat naik podium karena terlibat insiden dengan Vettel. Tapi, ia senang dengan performa RB15 di sepanjang lomba, terutama dengan kecepatannya.

“Setelah insiden itu, mustahil bisa mendapatkan podium karena ada sedikit masalah pada kemudi hingga saya harus berjuang keras di sisa lap. Jok mobil juga terlepas jadi badan saya selalu bergerak. Mobil tak nyaman dikendarai tapi saya senang bisa menyelesaikan lomba dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA