#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Timnas Taekwondo Butuh Jam Terbang
17 July 2019 13:25 WIB
JAKARTA – Tim nasional (timnas) taekwondo gagal maksimal dalam Korea Terbuka dan Universiade 2019, belum lama ini. Para delegasi yang berlaga di sana hanya mampu meraih satu medali perunggu.

Tim poomsae beregu putra yang diperkuat Abdul Rahman Darwin, I Kadek Dwipayana, dan Muhammad Abdurrahman Wahyu, bertahan hingga semifinal Universiade di Naples, Italia. Capaian ini membuat mereka berhak atas perunggu. 

Salah satu pelatih timnas, Taufik Krisna Nugraha, menyebut kurangnya jam terbang sebagai biang keladi hasil minor tersebut. Ajang kompetitif terakhir yang diikuti oleh para taekwondoin Indonesia adalah Asian Games XVIII/2018.


Baca Juga :
- Legenda Taekwondo Bandung Tolak Hasil Muscab
- SEA GAMES 2019 - Timnas Taekwondo Sudah Capai 70 Persen

Dengan kata lain, nyaris setahun tak berlaga. “Terlalu lama tak bertanding, jadi wajar jika atlet belum bagus di Universiade maupun Korea Terbuka. Setidaknya, ini bisa jadi acuan kelemahan,” kata Taufik kepada TopSkor, Selasa (16/7).

Taufik pun membandingkan Indonesia dengan beberapa pesaing di SEA Games XXX/2019 seperti Thailand dan Filipina. Negeri Gajah Putih bahkan menyertakan atletnya pada lima kejuaraan usai tampil dalam Asian Games 2018.

Demikian pula dengan Filipina yang akan berstatus tuan rumah. “Mereka sangat serius. Apalagi, Filipina, yang akan menjadi tuan rumah SEA Games 2019. Sudah tentu mereka tak ingin dipermalukan di negaranya sendiri,” tutur Taufik.

Di sisi lain, masih banyak kelemahan yang dimiliki oleh taekwondoin Indonesia jelang tampil dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara. Salah satunya penyakit demam panggung karena Merah Putih membidik target tinggi di Filipina.

Ketahanan otot juga wajib diperbaiki karena atlet-atletnya kerap kedodoran di tengah laga. “Para pemain juga tak siap menghadapi lawan yang karakternya beda dengan mereka. Ini tak boleh terjadi di SEA Games 2019 nanti,” katanya.

Bulan depan, Indonesia akan mengkuti Kejuaraan Asia Taekwondo di Vietnam. Yang perlu diingat, lawan-lawan di SEA Games 2019 juga akan turun hingga hasil dalam ajang tersebut bisa menjadi tolok ukur peta persaingan nanti.

Jika prestasi Indonesia jauh tertinggal dari negara Asia Tenggara lain, tentu jadi sinyal bahaya. Oleh karenanya, Taufik menyatakan, anak didiknya wajib tampil maksimal. Ia pun berharap Mariska Halinda dan kawan-kawan bisa raih medali.


Baca Juga :
- Turunkan Pelapis, Taekwondo Bidik 4 Emas di SEA Games 2019
- Lioe Nam Khiong Dianugerahi Penghargaan dari MURTI

“Kami akan memanfaatkan Kejuaraan Asia untuk memantau kekuatan lawan. Tapi, medali, menurut saya wajib didapat karena kalau gagal akan kurang baik dalam persiapan menuju SEA Games 2019,” Taufik menambahkan.

Usai berpetualang di Kejuaraan Asia, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) akan mengirim para taekwondoin untuk pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan (Korsel). “Semua akan disempurnakan di Korsel,” katanya.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA