#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sutiono: Mau Nonton Persib, Kuat-kuatin Jantung Dulu
17 July 2019 14:54 WIB
BANDUNG – Lama meninggalkan panggung sepak bola tidak membuat Sutiono Lamso buta persepakbolaan nasional. Di luar pekerjaan sebagai PNS di BPPD (Badan Pengelola  Pendapatan Daerah) UPT Bandung Selatan, legenda Persib Bandung itu tetap bergelut di sepak bola sebagai pelatih SSB di SL FC dan penikmat kompetisi Liga 1.

Dua panggung itu tidak bisa dipisahkan dalam denyut kesehariannya. Apa dan bagaimana komentarnya tentang Liga 1 dan Persib? Berikut obrolannya dengan TopSkor di kantornya BPPD UPT Bandung Selatan, Komplek Perkantoran Kopo Kencana, Bandung, Selasa (16/7):

Sering menonton kompetisi Liga 1?


Baca Juga :
- Tampil di Lamongan, Tira Persikabo Belajar dari Kekalahan Bali United
- Skuat 99 Persen Lokal, Persib hadapi Tantangan Berat dari Perseru Badak Lampung

Pastilah. Malah hampir semua laga yang disiarkan langsung di televisi tidak pernah ketinggalan. Laga yang main sore saya menonton di kantor. Yang main malam menonton di rumah. Sayang kalau dilewatkan. Apalagi kalau tim-tim berpengalaman yang bertanding. Tapi ternyata, tim-tim pendatang baru, terutama PSS Sleman paten juga. Gebrakannya boleh diacungi jempol.

Dari sering nonton Liga 1, bagaimana perkembangannya secara umum?

Sudah lebih bagus daripada musim-musim sebelumnya. Wasit kelihatan sudah netral dan tuan rumah enggak selalu menang. Teknik sepak bolanya juga berkembang pesat. Hampir tidak ada tim yang bermain keras dan kasar. Semua mengandalkan teknik.

Apakah sudah mulai kelihatan tim yang berpotensi juara atau calon lima besar?

Sepertinya Bali United, Madura United, Tira Persikabo, PSM Makassar, dan Bhayangkara FC masih yang terdepan dan berpeluang besar bercokol di posisi lima besar. Bahkan berpotensi juara.

Alasannya?

Performa mereka konsisten, baik kandang maupun tandang. Sering pula mencuri angka saat tandang. Dalam sepak bola, tim yang konsisten dan tidak sering kehilangan angka dari putaran pertama hingga kedua, sangat berpeluang jadi juara. Mereka dilatih pelatih berpengalaman yang sudah tahu atmosfer sepak bola Indonesia. Perekrutan pemain juga sesuai kebutuhan tim, sehingga racikannya paten dan langsung bisa berbuat banyak.

Apa beda mereka dengan Persib?

Persib inkonsisten. Bagus lawan Persija, jelek lawan tim lainnya. Mungkin karena Robert Rene Alberts belum dapat komposisi tim yang pas. Belum punya 11 pemain utama yang jadi andalan. Dia masih sering mengubah pemain. Bahkan Esteban Vizcarra yang tampil impresif baru dua kali turun bermain. Permainan Artur Gevorkyan juga naik turun.

Risikonya tentu terlalu besar terus mengubah komposisi tim karena kompetisi makin ketat...

Mau gimana lagi? Robert harus berjudi untuk mengetahui secara detail kualitas pemainnya. Soal risiko? Pasti Robert sudah memperhitungkannya. Apalagi dia pelatih berpengalaman. Ya kuat-kuatin jantung saja dulu, sampai Robert benar-benar dapat komposisi yang pas.

Apakah performa beberapa pemain kunci Persib juga sedang menurun?

Saya melihat Febri Hariyadi dan Ghozali Siregar yang diandalkan tidak sebagus musim lalu. Mungkin ada masalah dengan mental tanding mereka. Sebab logikanya, semakin banyak tampil, bahkan dipercaya timnas, harusnya penampilannya semakin matang dan jadi kartu truf buat timnya.

Untuk membangkitkan mereka, apakah perlu dihadirkan psikolog?

Tergantung manajemen dan pelatih. Menghadirkan psikolog atau pelatih sendiri yang turun tangan membenahi mental pemain bermasalah. Diajak bicara dari hati ke hati, atau menyentuhnya lewat ilustrasi video permainan untuk dikoreksi. Pelatih pasti punya banyak cara membangkitkan moril dan mental pemainnya.

Kalau Rene Mihelic dan Gevorkyan, bagaimana di mata Anda?

Keduanya belum benar-benar bisa jadi andalan Persib. Belum bertenaga dan berkontribusi positif.  Mereka masih beradaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia yang ketat dan panas. Enggak aneh diprovokasi lewat tarikan, tackle, dan cekcok mulut, mereka tak tahan. Kartu kuning akhirnya dikantongi. Bahkan Mihelic absen lawan Kalteng Putra karena akumulasi kartu.

Bukan karena mereka tidak cocok dengan skema Robert?

Saya dengar memang pemain sekarang bukan pilihan Robert. Tapi sebaiknya, pemain tidak masuk pusaran tersebut. Tampillah dengan seluruh kemampuan terbaik. Pasti akan match dengan skema yang dibuat pelatih. Jadi, semua terpulang pada pemain itu sendiri.

Haruskah Robert menghadirkan pemain baru pada putaran kedua?

Harus. Terutama posisi striker  yang cuma mengandalkan Ezechiel N’Douassel. Striker lainnya masib terlalu jauh karena jarang dimainkan. Kiper juga harus bertambah dengan cederanya Muhammad Natshir. Posisi lainnya, rasanya aman.

Di luar itu, apa yang mesti ditunjukkan pemain agar bisa memberikan prestasi manis musim ini?

Mereka harus menunjukkan kelebihan dan kapasitas teknik yang istimewa hingga dipercaya jadi pemain Persib. Sejauh ini saya melihat permainan bek Bojan Malisic terlampau biasa. Jarang mem-build-up permainan.


Baca Juga :
- Lima Pilar Persebaya Absen saat hadapi Persija, Termasuk Top Scorer Tim
- Krisis Pemain, Persib Hanya Andalkan Esteban Vizcarra di Depan saat Tandang ke Lampung

Jika semua yang Anda katakan terpenuhi, optimistis Persib bangkit dan buat kejutan besar?

Saya sangat optimistis Persib masih bisa bangkit dan berbicara banyak pada kompetisi Liga 1 musim ini. Asal pemain mempelajari semua kelemahan dan kekurangan, dan hadir lagi dengan spirit baru. Musim lalu bisa kok Persib di papan atas. Kenapa sekarang tidak bisa dengan materi pemain yang tidak jauh berbeda?*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA