#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Blueprint Permainan Inter Sudah Tergambar
17 July 2019 15:50 WIB
MILAN – Kerja keras adalah mantra yang digunakan Antonio Conte untuk membangkitkan FC Internazionale. Sepekan pertama menangani Samir Handanovic dan kawan-kawan, pelatih 49 tahun itu berusaha mengganti blueprint permainan tim, memberikan identitas baru, serta memperbaiki segala kesalahan taktik. Hasilnya terlihat dalam kemenangan laga uji coba di Lugano, Minggu (14/7) kemarin.

Perubahan paling drastis adalah cara mengalirkan bola. Inter asuhan Conte tak cuma mementingkan penguasaan, tapi juga berani melepaskan umpan vertikal. Kunci untuk menerapkan gaya ini dengan sempurna adalah trio gelandang yang tidak main sejajar. Marcelo Brozovic diplot sebagai playmaker yang beroperasi lebih dalam, Stefano Sensi diberi kebebasan menusuk ke depan, sedangkan Roberto Gagliardini bertugas mengirim umpan dengan cepat.

Permainan macam ini butuh intensitas berkelanjutan, karena awal aksi sangat menentukan. Conte adalah perfeksionis yang menginginkan timnya tampil sinis sepanjang laga. Begitu juga penguasaan bola, sang pelatih menginstruksikan pressing jauh ke depan untuk menyulitkan bek lawan. Idenya adalah membawa bola sampai zona tiga perempat dengan kombinasi dua-tiga pemain.


Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A Pekan 8, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019
- Sanchez Kembali ke Lapangan pada 2020

Kemudian juga ada dua wingback dinamis. Bukan rahasia bila Conte penggemar pola 3-5-2 yang mengandalkan dimensi ekstra di sisi lapangan. Semasa di Juventus FC ada pasangan Kwadwo Asamoah-Stephan Lichtsteiner, sedangkan di Chelsea FC mengandalkan Marcos Alonso-Victor Moses. Bersama Inter, Conte coba bereksperimen dengan memasang Ivan Perisic dan Antonio Candreva.

Kedua pemain tersebut butuh lebih banyak latihan buat fase bertahan, namun sangat bisa jadi tumpuan ketika membombardir gawang lawan. Perisic terampil bergerak di ruang sempit dan melakukan tembakan, terbukti dari sejumlah peluang versus FC Lugano.Sementara Candreva punya keistimewaan mengirim umpan silang. Inilah mengapa Conte sangat mendambakan finisher macam Romelu Lukaku atau Edin Dzeko.


Baca Juga :
- Juve Tak Tertandingi
- Inter Bertumpu kepada Brozovic

Kekuatan lini belakang juga menentukan. Dalam laga kemarin, Conte memilih Danilo D’Ambrosio-Stefan De Vrij-Milan Skriniar untuk melindungi gawang Handanovic. Kinerja mereka cukup memuaskan, meskipun masih perlu memahami konsep tiga bek dengan sempurna. Mungkin ketika Diego Godin bergabung nanti, pertahanan Inter akan jadi lebih mantap.

Sektor yang belum memperlihatkan taji adalah lini serang. Maklum, di sini tak ada seorangpun pemain senior: Mauro Icardi dicoret, Lautaro Martinez masih liburan pasca Piala Amerika 2019, sedangkan Lukaku dan Dzeko tak kunjung berlabuh. Di Lugano, Conte mengandalkan Sebastiano Esposito untuk menggedor gawang—bukti kepeduliannya mengembangkan talenta muda. Faktanya, remaja 17 tahun itu jadi satu-satunya pemain yang tampil penuh 90 menit.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA