#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ramsey Datang untuk Melayani Ronaldo
17 July 2019 15:01 WIB
TURIN – Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot bagai ksatria Eropa yang didatangkan khusus ke Turin. Keduanya datang ketika Juventus kembali membangun kekuatan di bawah asuhan Maurizio Sarri. Permainan si Nyonya Besar asuhan Sarri memang belum terlihat, namun sejumlah faktor sudah ada dalam rencana sang pelatih: permainan indah dan membuat Cristiano Ronaldo semakin tajam.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Juventus butuh pemain berkualitas yang dapat membantu CR7. Alasan itulah yang melatarbelakangi kedatangan Ramsey dan Rabiot. Jika di masa lalu CR7 sering kali harus menyelesaikan permainan sendiri, di musim ini akan mendapat banyak bantuan, dimulai dari barisan lapangan tengah yang lebih solid.

Tugas itu pula yang sudah dipahami Ramsey. “Saya suka mencetak gol, memberi umpan, main dekat area pertahanan lawan,” kata pemain asal Wales ini, saat diperkenalkan kepada pers, dalam bahasa Italia. Demi memuluskan rencana tersebut, Ramsey pun mendapatkan nomor 8, yang sebelumnya merupakan milik Claudio Marchisio.


Baca Juga :
- Juventus Terima Tawaran Rp 2,3 Triliun untuk Melepas Ronaldo ke MU
- Daftar Pemain Juventus untuk Laga Menghadapi Parma

Sarri bisa memainkan Ramsey sebagai winger atau sebagai trequartista. Sarri akan mengetahui apa peran yang cocok di antara kedua tugas tersebut untuk pemain barunya ini. Artinya, mantan pemain Arsenal ini membutuhkan latihan rutin dan intensif bersama rekan-rekna barunya di Juventus.

“Ketika saya melihat nomor kostum ini tersedia, saya tahu ini akan menjadi milik saya. Saya tahu ini nomor Marchisio yang sudah menjadi pemain fenomenal di sini: saya sempat berbicara dengan dia di J Medical dan saya bangga bisa mengikuti contohnya,” kata Ramsey.

Ramsey adalah orang Wales dan bukan Inggris yang berarti dia memiliki jiwa petualang yang lebih tinggi untuk menghadapi tantangan. Kondisi ketika dirinya mengalami kesulitan karena cedera salah satu contoh bagaimana dia mampu mengubah kondisi negatif tersebut menjadi sesuatu yang positif. Ya, Ramsey selama absen karena cedera pun belajar bahasa Italia.

Gaya Ramsey adalah percampuran kelas, fisik dan intuisi, main di barisan tengah, juga bisa di bagian sayap dan di posisi trequartista. Inilah yang membuatnya bisa dengan mudah mencetak gol. Pelatih Arsenal, Arsene Wenger pernah membandingkan Ramsey dengan Steven Gerrard.

Dalam delapan tahun main bersama Arsenal (Januari 2011 sampai Juni 2019), Ramsey total bermain dalam 369 laga, mencetak 64 gol: satu gol setiap 5,7 pertandingan. Lebih baik dengan tim nasional: 58 pertandingan dan 14 gol.

Ramsey memiliki semangat yang tepat untuk beradaptasi. Biasanya pemain asal Inggris suka dengan tradisi mereka, malas melihat sisi dunia yang berbeda. Ramsey tidak demikian. “Di Juventus, saya dapat memberikan umpan dan gol,” kata Ramsey, tersenyum.

Dengan potensi yang dimiliki Ramsey, Sarri akan mendekatkan posisi pemain ini dengan Ronaldo. “Saya bergabung dengan salah satu tim paling besar di dunia. Maaf jika bahasa Italia saya kurang tapi saya sedang belajar,” dia menambahkan.

Keduanya akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses serangan yang akan dimulai dari lini belakang. Di sektor inilah akan ada sosok Matthijs De Ligt yang akan memberikan kontribusi dengan memainkan bola dari belakang. Permainan seperti ini sudah terbiasa dilakukan De Ligt di Ajax. Dari lini belakang, bergeser ke tengah dan di sana akan ditemukan sosok gelandang elegan: Rabiot.

Dia adalah pemain lapangan tengah yang dapat menampilkan permainan indah dengan manuver di sayap kiri. Oleh karena itu Rabiot dipanggil “Duca” sedangkan Ramsey dipanggil “Rambo”. Dengan kemungkinan formasi tersebut, praktis akan mendorong Miralem Pjanic mengambil peran sebagai playmaker total.

Lalu Federico Bernardeschi akan khusus bermain di satu posisi setelah dua tahun harus terus berganti peran. Selanjutnya adalah memaksimalkan potensi dua pemain yang sangat bertalenta: Paulo Dybala dan Douglas Costa. Dari kedua pemain ini memang sempat muncul isu mercato, terkait kemungkinan keduanya bakal dilepas.

Meski demikian, Sarri tampaknya tahu betul bahwa melepas keduanya adalah kerugian besar bagi si Nyonya Besar yang ingin membidik gelar Liga Champions. Karena itu, target Sarri selanjutnya adalah menghidupkan kembali permainan Dybala dan Costa. Keduanya adalah pemain yang disinggung Sarri dalam jumpa pers pertamanya sebagai pealtih.

Jadi dimulai dari pemain dengan kualitas teknik lebih unggul di tengah: Dybala mungkin akan dimainkan lebih dekat dengan gawang, sedangkan Costa mirip dengan pemain sayap ideal dalam permainan Sarri.

Sebenarnya Aaron Ramsey sudah bisa berbicara dengan bahasa Italia cukup lumayan karena sudah mempelajari bahasa dengan semangat yang sama. Sambil menunggu De Ligt tiba dari Belanda, tifosi Juve saat ini sedang menikmati perkenalan pemain 28 tahun ini. “Ketika saya dengar klub Juve tertarik, tidak ada tawaran lain. Ini juga tantangan saya, gaya hidup baru,” katanya.

Ramsey mulai merasa kerasan di Turin dan sudah tidak sabar lagi memainkan pekan pertama di Seri A: "Saya sedang memperlihatkan kemajuan, bekerja keras supaya dalam waktu singkat berada dalam kondisi maksimal. Saya masih belum dapat melakukan latihan secara penuh tapi sebentar lagi saya dapat melakukannya. Saya mengambil bagian dalam turnamen di Asia? Ini akan diputuskan dalam beberapa hari tapi saya optimistis,” dia menegaskan.


Baca Juga :
- Misi Revans Di Francesco
- Si Nyonya Besar Bidik Kemenangan Tanpa Sarri

Ada sesuatu bagi Ramsey yang mengingat kota Cardiff dengan Turin, yaitu para penyerang di masa lalu: John Charles, bintang Juventus pada 1957 hingga 1962."Charles legenda bagi semua pemain asal Wales. Saya harap bisa mendapat inspirasi dari dia, mengikuti jejaknya: meninggalkan jejak di dalam klub,” katanya lagi.***

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA