#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Giampaolo Ingin Piatek seperti Quagliarella
17 July 2019 14:05 WIB
MILAN – Mencetak 22 gol dalam debut Seri A merupakan prestasi fenomenal. Tak butuh waktu lama, Krzysztof Piatek sudah diperhitungkan sebagai salah satu penyerang terbaik di kasta elite Italia. Jika mampu mengembangkan permainannya, bintang AC Milan itu diyakini bisa mencetak lebih banyak gol musim depan.

Tak ada yang meragukan kualitas Piatek. Penyelesaian akhirnya di kotak penalti merupakan mimpi buruk buat lawan. Namun, ketajaman pemuda 24 tahun itu juga sangat bergantung kepada servis lini kedua. Jika tak ada suplai bola matang, maka keran gol pun berhenti mengalir. Lihat saja pada beberapa pertandingan terakhir musim lalu.

Dalam hal ini, Piatek bisa mengakalinya dengan mengubah pendekatan di lapangan. Jika biasanya lebih sering menunggu bola di kotak penalti, kini dia harus lebih sering terlibat dalam permainan. Menjemput dan berbagi bola dengan rekan setim, menciptakan arus serangan yang tidak mudah dibaca oleh lawan.


Baca Juga :
- Misi Revans Di Francesco
- Si Nyonya Besar Bidik Kemenangan Tanpa Sarri

Kris bisa belajar dari penampilan Fabio Quagliarella di UC Sampdoria. Penyerang gaek itu bukan hanya mampu memuncaki tabel pencetak gol Seri A, tapi juga sangat aktif membantu manuver tim. Musim lalu, dia memainkan rata-rata 39 bola perlaga, jauh lebih banyak dibanding Piatek (29). Sering memegang bola berarti banyak solusi, begitu juga sebaliknya. Di antara pemain yang mencetak minimal 12 gol, hanya Arkadiusz Milik (26) yang memainkan bola lebih sedikit dari Piatek.

Striker tak melulu soal gol, terkadang juga bisa jadi penyuplai. Quagliarella membuktikannya lewat 7 assist di Seri A musim lalu, hanya kalah dari bomber SSC Napoli Dries Mertens (9). Di antara pemain yang mencetak dobel digit di kasta elite Italia, cuma Piatek yang gagal menyumbang assist. Ini membuktikan bahwa permainan Piatek masih satu dimensi, perlu variasi.

Untungnya, sosok yang membangkitkan Quagliarella di Sampdoria kini telah bergabung ke Milan. Marco Giampaolo adalah pelatih yang tepat untuk meningkatkan kualitas Piatek di lapangan. Dia tahu bagaimana membuat tim menyerang sebagai unit, tak hanya terpaku kepada satu pemain. Dengan cara ini, Piatek akan belajar untuk lebih terlibat dalam manuver.

Formula 4-3-1-2 ala Giampaolo menjelaskan semuanya. Satu penyerang pendamping memang mengurangi ruang gerak, namun beban gol Piatek juga akan ikut terkikis. Sementara sang trequartista akan menyuplai bola-bola matang buatnya, membuat Piatek tak lagi terisolasi di kotak penalti lawan.


Baca Juga :
- Belotti-Zaza Makin Selaras
- Tak Ada Wajah Baru di Skuat Milan

Sepak bola menyerang yang dianut Giampaolo akan sesuai dengan karakter Piatek. Sang pemain selalu mendambakan transisi cepat dari bertahan ke penetrasi, itu bisa ditemukan dalam pendekatan pelatih baru. Syaratnya, Piatek juga harus jadi bagian dari proses tersebut, tak cuma menanti di zona lawan.*

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA