#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wilder Punya Keahlian Mengangkat Kasta Sebuah Tim
17 July 2019 15:46 WIB
PHIL Brown, bos Southend United FC, menjuluki koleganya dari Sheffield United FC Chris Wilder sebagai "pelatih abad ini" pada Oktober 2017. Agak aneh pada saat itu tetapi karena The Blades akan bermain di Liga Primer musim depan, itu jelas bukan klaim yang paling keterlaluan dalam sepak bola.

Karena sebelum ke Sheff. United, Wilder telah meraup sukses di tempat lain. Dia membimbing Oxford United FC kembali ke Football League pada 2010, menstabilkan posisi mereka di League Two (Divisi Empat) sebelum membawa Northampton Town FC promosi ke League One (Divisi Tiga) pada 2016.

Di mata awam, Wilder mungkin tampak seperti pelatih normal, namun pencapaiannya di atas rata-rata. Situs talkSPORT.com berbincang dengan Ryan Clarke, mantan kiper Oxford dan Northampton ketika diasuh Wilder. “Anda tidak ingin bersimpangan dengannya,” ujar Clarke singkat mengenang mantan pelatihnya itu.


Baca Juga :
- Demensia dan Penyakit Neurologis Rentan Menghinggapi Pesepak Bola Profesional
- Arsenal Kalah di Kandang Sheffield United

Clarke, yang kini bermain untuk klub Bath City FC di National League South, tiba di Kassam Stadium pada Mei 2009. Sia mengaku awalnya tidak sadar bahwa rencana sang mentornya pada saat itu adalah memenangi promosi kembali ke Football League untuk Oxford. Dia mempelajarinya dalam waktu singkat!

Sesi latihan diterapkan intensif dengan standar yang sangat tinggi, tidak boleh ada yang kendur. Jika tidak bisa mengikuti metode Wilder, harus siap pergi. Menurut Clarke, Wilder pria sejati yang senang bercanda, tetapi siap menjaga pemainnya yang loyal. “Walau bukan sosok yang ditakuti, Chris juga bisa sangat kejam,” ujar Clarke.

Intinya, kata Clarke lagi, Wilder hanya ingin mendapat yang terbaik dari setiap pemain. “Satu poin kuatnya adalah dia mengenal pemain dari tim lain luar-dalam. Dia biasa berkata ‘Jika Anda kalah satu atau dua kali, Anda tentu tidak ingin kalah ketiga kalinya’. Dan kami tak pernah kalah tiga kali beruntun karena pemain pilihannya selalu tepat."

Mei 2010, misi itu tercapai untuk Oxford saat mereka kembali ke Football League empat tahun setelah terdegradasi ke divisi amatir, berkat kemenangan 3-1 atas York City di final play-off. Kisah suksesnya itu yang membawa langkah Wilder ke Northampton pada Januari 2014, mengajak Clarke bersamanya ke Sixfields Stadium pada Juli 2015.

Oktober 2015, HM Revenue and Customs – Kantor Urusan Pajak Inggris - mengetuk gerbang Sixfields dengan petisi penutupan klub atas pajak yang belum dibayar. Ketidakpastian di klub nyaris berakibat fatal pada pemain dan Wilder. Pada akhirnya, Northampton memenangi League Two 2015/16, menutup musim dengan 99 poin.

Musim panas 2016, Wilder tak bisa menolak tawaran dari klub masa kecilnya Sheff. United. Dan, hanya dalam tiga musim, pelatih 51 tahun itu berhasil mengangkat The Blades dari League One ke Championship (Divisi Dua) lalu Liga Primer. Clarke percaya keterampilan manajemen Wilder membantunya menggali yang terbaik dari pemainnya.

Clarke berkata: “Dia tahu yang mana yang perlu ditendang, yang butuh uluran tangan, yang perlu dia tinggalkan. Manajemen manusia-nya bagus. Saya pikir itu akan mendukung dia di Liga Primer karena Anda harus dapat mengelola pemain dengan uang dalam jumlah besar dan ini merupakan lompatan besar. Itu hal besar di game hari ini."


Baca Juga :
- Pemain Arsenal Ini Mengagumi Banyak Bek Kiri Hebat
- Sosok yang Selalu Hadapi Masalah Pelik saat Melatih

Bisakah Wilder mempertahankan United di papan atas? “Saya pikir Chris bisa! Dia akan memastikan timnya kembali ke jalurnya jika keadaan tak berjalan baik. Saya belum pernah berada dalam ruang ganti United, tapi bisa bayangkan hal-hal yang akan terjadi. Chris akan bertindak dengan cara yang telah dia lakukan di masa lalu," ujar Clarke.*NURUL IKA HIDAYATI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA