#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Taktik Lampard seperti Bunglon
17 July 2019 13:45 WIB
BIRMINGHAM - Frank Lampard belum sebulan melatih Chelsea FC menggantikan Maurizio Sarri yang pindah ke Juventus FC. Baru dua laga pramusim pula The Blues dipimpin mantan legenda klub tersebut.

Namun, pelatih 41 tahun itu sudah memiliki strategi terkait taktik, utamanya formasi pemain, yang akan diterapkan untuk menghadapi kompetisi di 2019/20. Prinsip dasar taktik yang akan diterapkan Lampard ini sekilas mirip bunglon, sejenis kadal yang mampu mengubah warna menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.  

“Kami ingin mampu adaptif terhadap pertandingan. Apakah harus dilakukan saat laga berlangsung maupun untuk pertandingan atau babak berikutnya. Inilah yang kami latih setiap saat. Saya ingin semua pemain memahami betul ini,” kata Lampard.


Baca Juga :
- Lampard Yakin Loftus-Cheek Bisa Jadi Striker
- Liverpool Vs Arsenal, Usaha Pecahkan Rekor Chelsea 9 Tahun Lalu

Trik Lampard sudah dicoba saat menjalani dua pertandingan pramusim, ditahan Bohemians FC, 1-1, pada 10 Juli dan menang 4-0 atas St Patrick’s Athletic di Richmond Park, tiga hari berselang. Di Richmond Park, Lampard berimprovisasi terkait taktik. Pada babak pertama, ia menurunkan formasi 4-4-2 berlian. Lalu, di babak kedua mantan gelandang Chelsea itu mengubahnya menjadi 4-2-3-1.

Pada 45 pertama, Mason Mount dan Emerson berhasil mencetak gol. Brace (dua gol) dari Olivier Giroud di babak kedua paling tidak menjadi pegangan bagi Lampard terkait strategi pada musim pertamanya sebagai pelatih The Blues. Yang pasti, Lampard ingin menghidupkan permainan dengan berani mengubah taktik dan formasi agar lawan terus menebak-nebak.

Strategi Lampard berani mengubah drastis skema atau bentuk permainan ini memang bukan tanpa sebab. Sanksi larangan transfer membuat materi pemain The Blues tidak banyak berubah. Jika tidak membuat gebrakan, Lampard khawatir lawan-lawan The Blues sudah hafal dengan pola permainan mereka.

“Kami harus melakukan sesuatu yang baru di pramusim ini. Chelsea akan terus mencoba menyulitkan semua tim yang kami hadapi,” tutur Lampard.

Sosok yang memperkuat Chelsea pada 2001-2014 ini berharap, pramusim jadi ajang unjuk kesempatan bagi pemain muda. Sebab, The Blues memang mendapat sanksi mendatangkan pemain pada bursa transfer musim panas 2019 dan musim dingin 2020. Itu mengapa, Lampard banyak menerjunkan pemain muda dari akademi pada pramusim ini.

“Sangat penting bagi pemain muda untuk memiliki target pada pramusim ini. Mereka harus mampu membuktikan layak masuk dalam skuat utama,” kata Lampard. “Tammy (Abraham) dan Michy (Batshuayi) memiliki banyak energi di depan gawang seperti keinginan saya. Mason (Mount) tampil seperti bersama saya di Derby County pada musim lalu.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

Frank Lampard Coba Tiga Formasi dalam Dua Laga Uji Coba

4-2-3-1
Kiper –
Kepa
Bek – Azpilicueta, Zouma, Christensen, Emerson
Gelandang – Kante, Loftus-Cheek
Gelandang serang – Pulisic, Mount, Hudson-Odoi
Striker – Giroud
Alternatif:
Caballero
James, Ruediger, Luiz, Kenedy
Jorginho, Kovacic
Willian, Barkley, Pedro
Bathsuayi

4-3-3
Kiper –
Kepa
Bek – Azpilicueta, Zouma, Christensen, Emerson
Gelandang – Mount, Kante, Loftus-Cheek
Penyerang – Pulisic, Giroud, Hudson-Odoi
Alternatif:
Caballero
James, Ruediger, Luiz, Kenedy
Barkley, Jorginho, Kovacic
Willian, Bathsuayi, Pedro

4-1-2-1-2 Narrow
Kiper – Kepa
Bek – Azpilicueta, Christensen, Zouma, Emerson
Gelandang bertahan – Jorginho
Gelandang tengah – Loftus-Cheek,. Kante
Gelandang serang – Mount
Penyerang – Bathsuayi, Giroud
Alternatif:
Caballero
James, Ruediger, Luiz, Kenedy
Ampadu
Gilmour, Kovacic
Barkley
Abraham, Pedro
 


Baca Juga :
- Lampard Punya Alasan Jadikan Pemain Ini sebagai Epitome Chelsea
- Lampard Akui Manajemen Performa Chelsea Masih Buruk

Keterangan: Formasi dari posisi kanan ke kiri.

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA