#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Mengulik Sisi Negatif Persija
17 July 2019 09:43 WIB
BOGOR – Lima tahun terakhir, Persija selalu mengawali kompetisi dengan buruk. Lima musim berturut-turut, Persija dominan berada di papan bawah klasemen atau nyaris degradasi. Itu berdasarkan sembilan pertandingan awal. Hal ini seperti jadi kebiasaan buruk yang dipupuk dan dijadikan senjata kebangkitan.

Musim lalu contohnya, saat Macan Kemayoran menjadi kampiun, Ismed Sofyan dan kawan-kawan bertengger di peringkat ke-13 pada pekan kesembilan, setelah taklul 1-2 dari Barito Putera. Musim sebelumnya, pada pekan yang sama, tim berlambang Tugu Monas ini menempati peringkat ke-15.

Masalahnya, bisakah Persija bangkit seperti musim-musim sebelumnya? Tanda-tanda ke arah itu mulai terlihat, namun sepertinya harus melewati dua laga terlebih dahulu. Maksudnya, tak bisa dimungkiri saat ini segenap hati dan pikiran pemain Persija sedang menatap laga final Piala Indonesia 2018/19, menghadapi PSM.


Baca Juga :
- Persebaya Vs Persija Berakhir Imbang
- Duel Klasik Klub Perserikatan dengan Irama Kebangkitan

Laga leg pertama kejuaraan ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (21/7) nanti, sedangkan leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, 28 Juni 2019 mendatang. Walau segenap pemain mencoba fokus ke kompetisi, gelora meraih gelar juara Piala Indonesia, cukup mereduksi.

Hal ini cukup realistis, mengingat Persija selalu bisa bangkit, setelah terpuruk pada awal musim. Apalagi, kampiun Piala Indonesia dipastikan tampil dalam Piala AFC 2020. Karenanya, pelatih Persija Julio Banuelos Saez, tak terlihat terlalu risau dengan kekalahan ini, meski merupakan kekalahan perdananya di Indonesia.

Pria Spanyol ini meminta pemainnya menjadikan kekalahan dari PS Tira Persikabo sebagai cambuk kebangkitan. “Intinya, untuk kedepan pemain harus cepat melupakan hasil ini dan fokus bertanding di laga final Piala Indonesia melawan PSM. Semua pemain harus bangkit dan semangat kembali menatap laga itu” katanya.

Dalam laga melawan Tira, di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (16/7) sore itu, Persija dipaksa menyerah 3-5. Sempat menyengat pada awal laga, pertahanan Persija sangat rapuh. Komunikasi yang buruk antara Maman Abdurrahman dengan Ryuji Utomo, tergambar dari sistem pertahanan yang lemah.

Adapun lima gol Tira dilesatkan Loris Arnaud pada menit ke-8, Rifad Marassabesy pada menit ke-43, Ciro Alves pada menit ke-59 dan dua gol Osas Saha pada menit ke-22 dan 64. Sedangkan tiga gol Macan Kemayoran diborong Marko Simic, masing-masing pada menit ke-7, 32, dan 71.

Dengan kemenangan ini, Tentara Pajajarab, julukan Tira Persikabo, menjadi satu- satunya kontestan Liga 1 2019 yang belum menelan kekalahan. Sekaligus pula, kemenangan ini memutus rantai sejarah negatif tak pernah menang atas Persija dalam 10 laga sebelumnya.


Baca Juga :
- Lima Pilar Persebaya Absen saat hadapi Persija, Termasuk Top Scorer Tim
- Hadapi Persija, Persebaya Berupaya Keras Meminjam Pemainnya yang Ikut TC Timnas

Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan, sangat mengapresiasi perjuangan pemainnya. “Pertama masalah recovery, kami kalah dengan lawan, tetapi pemain berhasil mengantisipasinya. Kedua, saya rasa di awal pertandingan kami kurang greget, tetapi setelah 20 menit berjalan bisa keluar,” ujar RD, sapaannya.

Namun, RD mewantio-wanti Manahati Lestusen dan kawan-kawan agar tidak besar kepala. Sebab, perjalanan kompetisi masih sangat panjang. “Saya harap pemain tetap rendah diri, fokus, dan tidak terlalu menganggap ini adalah kemenangan yang besar, karena kami harus terus banyak belajar untuk laga selanjutnya,” katanya.***

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA