#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Marquez Sebut Pembalap Muda Ini Belum Merasakan Tekanan MotoGP
19 July 2019 10:30 WIB
CERVERA – Pemimpin klasemen MotoGP 2019, Marc Marquez, mengingatkan Fabio Quartararo soal persaingan di kelas tertinggi. Meski tampil baik dalam beberapa putaran terakhir, pembalap asal Prancis tersebut belum menghadapi tekanan yang sesungguhnya dalam ajang balap motor tersebut.

Setelah melewati sembilan putaran awal, Quartararo ada di posisi kedelapan. Ia bahkan dua kali menjejak podium dari tiga lomba terakhir. Banyak yang terkesan dengan kinerjanya karena mampu mengendalikan Yamaha YZR-M1 pada tahun pertamanya berlaga di MotoGP.

Tapi, Marquez punya pandangan beda soal rival barunya itu. “Saya pikir, ini sesuatu yang mengejutkan bagi MotoGP tapi tidak untuk lawan-lawannya. Quartararo terlihat mengendarai motor Yamaha dengan cara yang baik dan menunjukkan potensi motor sesungguhnya,” ucapnya.  


Baca Juga :
- MotoGP Gelar Uji Coba di Sirkuit KymiRing, Sirkuit MotoGP Finlandia 2020
- Juara MotoGP Austria 2019, Prospek Besar Andrea Dovizioso

Menariknya, di awal Petronas Yamaha SRT mengontraknya, banyak orang yang meragukan kemampuan Quartararo. Ini karena dirinya tak punya catatan yang bagus di Moto2 2018. Namun, pria 20 tahun tersebut berhasil membayar kepercayaan tim dengan peningkatan kinerja di setiap lomba.

“Mungkin ia kesulitan saat tes pra musim tapi di tiap perlombaan, ia semakin bagus. Sejak datang ke MotoGP, Quartararo mampu mengatur tekanan. Saat tahun pertama di MotoGP, Anda tidak memiliki tekanan yang sebenarnya karena hasil apa pun selalu dinilai baik,” Marquez menuturkan.

Pembalap asal Spanyol itu mengatakan, saat ini, Quartararo mulai merasakan tekanan. “Jika finis di podium, itu akan jadi hasil yang sangat baik. Jika finis lima besar, itu hasil yang membanggakan. Tekanan datang ketika harus menang dan semua orang berharap Anda menang,” ujar Marquez.

Terpisah, pembalap LCR Honda Cal Crutchlow menyebut kinerja yang ditunjukkan oleh Quartararo disebabkan performa YZR-M1. Berdasarkan pengalamannya saat mengendarai Yamaha, Crutchlow menyebut YZR-M1 sangat mudah dikendarai oleh siapa pun, termasuk oleh rider pendatang baru.

“Saya terkejut karena bisa membuat prediksi tepat. Saat tes pramusim, Francesco Bagnaia membuat rekor lap tercepat di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Tapi, saat itu saya bilang bahwa ia bakal dikalahkan oleh Quartararo yang juga akan jadi pendatang baru tercepat,” kata Crutchlow.

Karakter YZR-M1 yang mudah dikendarai bisa dilihat dari catatan lomba Hafizh Syahrin, tahun lalu. Pria asal Malaysia itu mampu tampil cepat saat Tech3 masih menggunakan motor Yamaha hingga membuatnya dipercaya tim dan dapat kontrak baru. Tapi, dengan KTM RC16, ia kesulitan.


Baca Juga :
- Hasil MotoGP Austria 2019, Dovizio Heroik, Marquez Podium Kedua, Rossi Keempat
- Lap Terakhir, Tikungan Terakhir, Dovizioso Libas Marquez, Juara MotoGP Austria 2019

“Ini soal di mana posisinya tahun depan. Memulai dengan motor baru akan membuatnya lebih paham tentang MotoGP. Saat ini, ia hanya berkendara dan tak peduli dengan apa yang terjadi. Saat mulai khawatir tentang setelan, gaya balap lawan, ban, situasinya akan lebih sulit,” kata Crutchlow.

Bagaimanapun, pria asal Inggris itu mengapresiasi kerja keras Quartararo yang berhasil melakoni debutnya dengan baik di MotoGP. “Jika memberinya motor lain, mungkin ia tak seperti itu. Tapi, dia pantas diapresiasi. Seorang anak muda yang luar biasa, memiliki talenta besar,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA