#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tampil Menonjol lawan Muenchen, Sinyal Kebangkitan Oezil
19 July 2019 14:16 WIB
CARSON – Pramusim Arsenal FC di Amerika Serikat (AS) terus berjalan positif. Usai menang 3-0 atas Colorado Rapid FC pada Senin (15/7) lalu, The Gunners kembali meraih hasil maksimal. Kali ini lebih memuaskan karena tim asuhan Unai Emery mampu mengalahkan raksasa Jerman, FC Bayern Muenchen di ajang International Champions Cup (ICC) 2019, Rabu (17/7).

Dalam laga di Stadion Dignity Health Sports Park, Carson itu, Mesut Oezil tampak menonjol. Bukan hanya karena pemain 30 tahun tersebut mengubah warna rambut, tetapi juga berkat penampilannya yang impresif. Hari itu, Oezil mampu menjalankan tugas yang diberikan Emery untuknya, sebagai pemain No. 10 Arsenal. Bermain di belakang striker Alexander Lacazette dalam skema 4-2-3-1, Oezil benar-benar hidup.

Ia rajin mencari bola, membuka ruang, dan memaksa para pemain lawan bekerja keras. Oezil kurang beruntung gagal mencetak gol ke gawang Muenchen. Satu peluang emas yang didapatnya masih mampu digagalkan kiper Die Bayern sekaligus kompatriotnya, Manuel Neuer. Ini tentu menjadi sinyal bagus bagi Oezil. Jika terus bekerja keras dan mampu menjaga konsistensi, sulit bagi Emery mengabaikannya lagi.


Baca Juga :
- Terlibat Perang Geng Kriminal, Ozil Belum Berani Tampil Bersama Arsenal
- Barcelona Resmi Lepas Coutinho ke Bayern Muenchen

Musim lalu, Oezil tersingkir dari komposisi Arsenal. Sang pelatih merasa pemainnya itu bermasalah dengan konsistensi dan juga tidak cocok dengan gaya bermain yang ingin diimplementasikannya di Emirates. Emery mau The Gunners tampil agresif dan menekan. Setiap pemain harus terlibat saat menyerang maupun bertahan. Sementara Oezil dikenal sebagai pemain yang cenderung malas.

Hasilnya, ia hanya tampil 34 laga dengan sumbangan enam gol dan tiga assist. Itu menjadi catatan terburuknya selama membela Arsenal sejak 2013 lalu. Namun bukan berarti Oezil telah habis. Performanya selama sekitar 80 menit melawan Muenchen jadi bukti. Ia mampu mengatur ritme dan tempo permainan sebagaimana seharusnya dilakukan seorang playmaker.

Permasalahannya adalah Emery butuh Oezil bermain seperti itu di setiap laga. Ini jelas tantangan bagi eks pemain Real Madrid CF tersebut yang kerap bermasalah dengan konsistensi. Pramusim ini menjadi peluang terbaik Oezil menunjukkan bahwa dirinya layak mendapat kepercayaan. Motivasi sang playmaker juga akan bertambah karena Emery memproyeksikannya sebagai kapten Arsenal untuk 2019/20 nanti.      

Pelatih asal Spanyol tersebut memang tengah mencari sosok pemimpin baru setelah Laurent Koscielny mogok. Bek tengah asal Prancis itu menolak untuk ikut menjalani tur pramusim The Gunners. Emery jelas tidak mau lagi mengandalkan pemain yang tidak bersikap profesional. Namun Oezil harus bersaing dengan Granit Xhaka dan Nacho Monreal yang juga masuk pertimbangan mengisi posisi Koscielny.

“Ada beberapa pemain yang memiliki kapasitas menjadi kapten tim ini. Salah satunya Granit (Xhaka) yang kerap mengemban tugas tersebut musim lalu. Selain itu kami juga masih punya Mesut (Oezil) dan Nacho (Monreal). Saya ingin Arsenal memiliki lebih dari satu pemimpin,” ujar Emery.  

Bukan hanya Oezil yang tampil impresif melawan Muenchen. Emery pun memuji penampilan para pemain muda seperti Joe Willock, Bakayo Saka, Reiss Nelson, dan Eddie Nketiah. Nama terakhir bahkan sukses menyumbang satu gol ke gawang Die Bayern. Ia berjanji talenta-talenta muda The Gunners itu akan mendapatkan waktu bermain lebih banyak musim depan.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan para pemain muda kesempatan. Beberapa dari mereka tampil memuaskan sejauh ini,” ujar Emery. “Sebagai contoh, saat Nketiah berhadapan satu lawan satu dengan (Niklas) Suele. Jika mereka mampu menjaga performa, tentu kami dengan senang hati memberikan kesempatan.”***  

Posisi bermain Mesut Oezil sejak Arsenal Dilatih Unai Emery
(2018/19)

Gelandang serang
Total laga: 29
Starter: 23
Menit bermain: 1.950
Gol: 4
Assist: 3

Sayap kanan
Total laga: 3
Starter: 3
Menit bermain: 264
Gol: 1
Assist: 0


Baca Juga :
- Peluang Fred Masuk Tim Inti MU Masih Terbuka
- Meski Chelsea Berprogres, Lampard Masih Punya PR Pertahanan

Sayap kiri
Total laga: 2
Starter: 2
Menit bermain: 180
Gol: 1
Assist: 0

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA