#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mau Tarung Besar, Pacquiao Makan Apa Saja Tanpa Pantangan dan Bawa Koki dari Filipina
19 July 2019 16:00 WIB
DUA pekan sebelum pertarungannya lawan Keith Thurman, di posisi sudah berada di Amerika Serikat, Manny Pacquiao duduk di meja makan. Di depannya, terhampar beragam jenis makanan padahal hari masih pagi dan itu untuk sarapan. Ada nasi putih, daging kebab, ayam, telur dadar, dan lain-lain.

Dia amati satu-persatu makanan itu lalu mulai mengambil nasi dan berbagai lauk. Beberapa kali tukang masaknya memperlihatkan satu jenis masakan lalu diambilnya sedikit. “Banyak petinju yang hanya makan dengan sedikit ayam rebus. Lalu, mereka memakannya seperti sudah seminggu tak makan,” kata Sean Gibbons, manajer Pacquiao.

Mereka menjaga makan dengan segala aturannya yang ketat. Selera ditahan agar kondisi tubuh terjaga. Tapi, tidak demikian dengan Pacquiao. “Tidak ada masalah,” katanya sambil menggigit kebab. Berangkat ke Los Angeles, Pacquiao membawa lima tukang masaknya. Baginya, selera harus tetap dijaga.


Baca Juga :
- Sabar! Gelandang MU Tak Terpakai Ini Bisa ke Inter Gratis tapi Tahun Depan
- Barca Krisis Kiper! Neto Cedera Pergelangan Tangan, Cadangannya Ambil dari Tim B

Dia tak mau mencari restoran khas Filipina di Los Angeles. Merepotkan dan rasanya pasti akan berbeda. Itulah mengapa dia memboyongnya langsung dari Manila. Porsi yang dimasak pun sangat banyak. Bisa untuk 100 orang. Semuanya enak, tanpa memerhatikan segala batasan kalori, lemak, dan lain-lain.

Justru, Pacquiao meyakini kelima tukang masaknya inilah yang membuat bobotnya tetap terjaga. Stamina pun relatif stabil sehingga tak masalah dia menjalani latihan ekstraberat jelang pertandingan. Berlari mengitari bukit dan berbagai latihan berat lainnya dilahap Pacquiao.

Setelah itu, dia duduk di meja makan menyantap makanan enak tanpa pantangan apa pun. Apa yang dimakannya, itu pula yang disantap semua kru. “Saya hidup miskin saat masih kecil. Tidur di pinggir jalan bersama lima saudara saja. Tidak tiap hari bisa makan, hanya air,” ucap Pacquiao mengisahkan.


Baca Juga :
- Kane Optimistis Tottenham Bisa Ganggu Dominasi Man City dan Liverpool, Ini Komentarnya
- Pacquiao Bisa Masih Juara Dunia di Usia 40 tahun, Ini Penjelasan Bernard Hopkins

“Jika punya nasi itu kemewahan, makanya sekarang saya senang makan bersama dengan orang-orang di sekeliling. Mensyukuri apa yang telah saya raih,” tutur Pacquiao. Jelang lawan Thurman pada Minggu (21/7) siang WIB, dia tetap dengan pola makannya yang berlimpah dan mewah.

Terpenting, dia tak hanya makan sendiri. Bersama-sama dengan semua kru yang diawali dengan doa tanda bersyukur.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA