#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Onthel Usang Itu Hiasi Gowes Nusantara Batola, Menpora Minta Tur Barito
20 July 2019 09:02 WIB
MARABAHAN - Sepeda onthel laki-laki itu tampak telah usang. Sadelnya sudah terkelupas. Tanpa bahan busa pembungkus. Hanya menyisahkan rangkaian besi tipis yang berkarat.

Beberapa jari-jari rodanya juga ada yang hilang. Kedua bannya agak gundul. Cat hitam yang membungkus kerangka sepeda itu pun tampak lusuh terkelupas.

Tapi, Budi Herdadi tetap enjoy mengayuh sepeda tua pabrikan Phoenix itu. Remaja 21 tahun ini tak merasa minder atau malu memakainya. Kendati disejajarkan dengan pengguna sepeda keluaran terbaru. 


Baca Juga :
- Filipina Gondol Emas dari Cabor Esports SEA Games 2019, Nomor Mobile Legends!
- Menpora Yakin Indonesia Bisa Bawa Pulang Medali Emas Sepak Bola SEA Games 2019

Bahkan mahasiswa PGRI Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, tiap hari bergowes dalam menjalankan aktivitasnya dengan sepeda Onthel Phoenix laki-laki bercat hitam itu.

"Sejak SMP hingga SMA saya ke sekolah naik sepeda ini. Saya suka sepeda tua. Saya selalu pakai sepeda ini untuk jalan-jalan, walau sadelnya tidak ada busanya. Tidak sakit kok, masih enak diduduki," kata Budi yang ikut Gowes Nusantara 2019 etape Barito Kuala, Sabtu (20/7).

Budi mengaku membelinya 8 tahun lalu di pasar loak seharga 800 ribu. Dia tak tahu sepeda itu keluaran tahun berapa. Pastinya, barang jadul selain dianggap ketinggalan zaman, juga oleh mayoritas orang dinilai tidak memiliki nilai ekonomis. 

Tapi menurut Budi sepeda onthel lebih berharga dari itu karena historisnya. Sejarah mencatat sepeda onthel awalnya hanya dimiliki kaum bangsawan dan kalangan tertentu. Dikatakan kehadiran srpeda onthel tua di tengah hiruk pikuk kendaraan roda dua terkini, memberi warna dan estetika tersendiri. 

Bupati Kabupaten Barito Kuala (Batola) Noormiliyani mengatakan warganya sangat menyukai sepeda. Wanita paruh baya itu sangat bersyukur Batola dipercaya menjadi tuan rumah Gowes Nusantara. 

"Kami sering bikin event sepeda santai. Tapi, Gowes Nusantara ini yang pertama. Saya tertarik dengan masukan Pak Menteri (Imam Nahrawi) yang mengusulkan agar kami bikin tur Barito. Kami punya banyak destinasi dan jalur yang bagus untuk event tersebut," kata Noormiliyani. 

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang melepas peserta Gowes Nusantara itu memberi apresiasi kepada sekitar 1000 pegowes Barito Kuala. 

Menurutnya animo masyarakat Batola cukup tinggi. Wilayahnya yang berada di tepi sungai Barito juga menjanjikan. Dia berarap pemerintah Kota Kabupaten Barito Kuala lebih giat lagi mengajak masyarakatnya berolahraga dengan bersepeda. 

"Harus ada terobosan. Ini bisa jadi destinasi olahraga. Suatu waktu harus ada event sekelas tur Barito," imbuh Imam Nahwari.


Baca Juga :
- Target Awal Terlewati, Harry Warganegara: Kita Coba Kejar Misi Akhir
- Update Perolehan Sementara Medali SEA Games 2019: Indonesia Naik ke Peringkat Ketiga

Gowes ini kata Imam Nahrawi jadi awalan untuk langkah besar. Siapa tahu kedepan orang ke kantor dengan berseda. Bukan hanya mengurangi polusi dan kemacetan tapi juga membuat masyarakatnya menjadi hidup sehat. 

"Dengan cara-cara seperti itu sebuah daerah akan tumbuh dan mengundang daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing. Tempat dan fasilitas di sini cukup memadai. Mari kita dorong menjadi wisata olahraga," ujar Imam Nahrawi.*
 

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA