#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
ASEAN School Games, PASI Dekati Target Kemenpora
22 July 2019 13:05 WIB
SEMARANG – Tim nasional (timnas) atletik kian mendekati target yang dicanangkan untuk ASEAN School Games (ASG) XI/2019. Dalam rangkaian lomba yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (21/7), salah satu ibu dari cabang olahraga (cabor) itu menambah satu emas dan lima perak.

Satu-satunya emas disumbangkan oleh Diva Renata Jayadi yang turun di nomor lompat galah putri. Kemarin, dirinya membukukan lompatan sejauh 3,83 m, sekaligus mengungguli rekan senegaranya, Beby Alia Putri, yang mencatat 3,40 m. Adapun perunggu diraih Helena Low dari Malaysia dengan 3,20 meter.

Indonesia sudah mengumpulkan tujuh emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Dengan kata lain, tinggal satu emas lagi untuk timnas atletik menuntaskan misi delapan yang dicanangkan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


Baca Juga :
- Indonesia Terpatri di Posisi 4 Besar, Itu Persoalan Klasik
- TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI Mencari Juara Sejati

“Sebenarnya, PB PASI awalnya tidak mencanangkan target. Tapi, karena Kemenpora meminta, kami pasang delapan. PASI sangat bersyukur karena tinggal satu lagi dan untuk Senin (22/7), ada beberapa yang catat berpotensi mendapatkan emas,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PASI, Tigor Tandjung.

Raihan ini juga membuat Indonesia untuk sementara memimpin perolehan medali atletik. Namun, posisi Merah Putih belum aman karena Thailand terus membayang-bayangi dengan enam emas, enam perak, dan sembilan perunggu. Tigor mengaku, dari segi pembinaan, Indonesia masih tertinggal.

Iklim kompetisi di Negeri Gajah Putih sangat terasa. Selain karena besarnya dukungan dari Pemerintah, Thailand punya fasilitas atletik yang jauh lebih merata jika dibandingkan Indonesia. “Harus diakui, mereka lawan yang sangat berat. Namun, Indonesia tidak perlu berkecil hati,” Tigor mengungkapkan.

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan mengaku bangga karena Ada beberapa rekor yang berhasil diciptakan, dari nasional pelajar sampai ASG. Diva yang notabene putri dari mantan pelari gawang nasional, Dedeh Erawati, melampaui catatannya sendiri yang juga dibuat dalam ASG 2018 dengan 3,80 m.

“Saya akan memberi hadiah untuk para peraih medali ini. Namun, hadiah tersebut tidak boleh dipakai untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif. Mungkin bisa digunakan membuat kontrakan atau investasi lain karena PB PASI tidak mau ada atlet yang jatuh miskin setelah pensiun,” ucap Bob.

Usai lomba, Diva mengaku jika raihannya dalam ASG 2019 meleset dari target. Sebelum berlaga, dirinya berharap bisa menembus lompatan 3,90 meter. Tapi, ia tetap bersyukur karena mendapat emas dan memecahkan rekor. “Dukungan penuh dari PB PASI dan keluarga sangat memotivasi saya,” katanya.

Fenomena Adelia

Sedangkan di cabor renang, Adelia menjelma sebagai fenomena dalam ASEAN School Games 2019 karena hingga kemarin sudah mengumpulkan tiga emas di Kolam Renang Jatidiri, Semarang. Nomor terakhir adalah 200 meter gaya dada putri di mana dirinya mencatat waktu 2:39.30 menit.

Adelia berhasil mengungguli perenang asal Singapura, Sarah Bin Xin Bernard, yang finis kedua dengan catatan waktu 2:40.47 menit. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Kamonchanok Kwanmuang yang mencatat 2:40.50 menit.


Baca Juga :
- Lawan Tim Malaysia, TS Indonesia U-16 Bakal Habis-habisan
- Presiden Klub Filipina Terkesan dengan KIFC dan Operator Sepak Bola Usia Muda Indonesia

Tak hanya itu, Adelia juga mampu menjejak podium tertinggi saat tampil di nomor 50 m dan 100 m gaya dada putri. Fakta ini membuatnya layak disebut sebagai ratu gaya dada se-Asia Tenggara untuk kategori pelajar.

Sejauh ini, Merah Putih masih memimpin klasemen medali umum dengan 20 emas, 20 perak, dan 15 perunggu. Adapun posisi kedua ditempati oleh rival terkuat, Thailand,  dengan 17 emas, 19 perak, 15 perunggu.*KRISNA C. DHANESWARA 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA