#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
WAWANCARA: Edu Gaspar, “Saya Akan Mengerahkan Seluruh Energi untuk Arsenal”
22 July 2019 15:53 WIB
CHARLOTTE –  Direktur Teknik Arsenal FC  Edu Gaspar sudah sibuk. Usai membantu timnas Brasil menjuarai Piala Amerika 2019, ia menuju ke London, mempersiapkan diri untuk tugas baru di Emirates. Tak lama, eks gelandang The Gunners tersebut terbang ke Amerika Serikat (AS), turut mendampingi pasukan Unai Emery menjalani tur pramusim.  

Namun tidak ada raut lelah yang tampak di wajah Edu. Sebaliknya, pria 41 tahun tersebut justru terlihat sangat bersemangat dan antusias. Ia sudah tak sabar membantu Arsenal berprogres. Dan Edu meyakini salah satu caranya adalah dengan terlibat langsung dalam kegiatan tim. Berikut petikan wawancaranya dengan Arsenal Media:

Edu, bagaimana rasanya kembali ke Arsenal?


Baca Juga :
- Komentar Juergen Klopp Usai Liverpool Habisi Arsenal 3-1
- Susunan Pemain Liverpool vs Arsenal

Terima kasih. Menyenangkan dapat kembali ke rumah karena seperti yang Anda tahu, saya di sini selama lima tahun, memiliki banyak kenangan indah.

Apa yang menggoda Anda menukar posisi di (timnas) Brasil dengan di London?

Saya katakan di awal, selalu menyenangkan kembali ke rumah. Tetapi ini juga tantangan dan tanggung jawab besar bagi saya karena menjadi direktur teknik pertama di klub ini. Saya akan mengerahkan semua energi saya untuk Arsenal.

Josh Kroenke baru-baru ini berkata, ‘Edu memiliki DNA Arsenal dan tahu apa yang diperlukan untuk menang. Dibutuhkan kerja keras dan mentalitas untuk sampai ke sana’, Bisa Anda jelaskan apa maksudnya?

Untuk membangun mental yang kuat tidak bisa dilakukan secara instan. Ketika Anda bicara mentalitas, tak hanya pemain, klub juga harus memiliki itu. Dan mentalitas Arsenal, kami harus selalu berpikir untuk menang di depan. Tanpa hasil, tak ada arti.

Mungkin terdengar tidak adil, namun itulah realitasnya. Kami harus membangun mentalitas seperti itu lagi. Tentu butuh waktu untuk mencapainya. Caranya? Fokus, bekerja keras, dan memberikan segalanya.

Berapa banyak perubahan Anda sejak meninggalkan Arsenal?

Jujur, saya tidak banyak berubah karena dalam hidup, saya menempatkan kepribadian yang sama dalam kehidupan maupun pekerjaan. Saya berusaha selalu bicara dengan orang-orang secara langsung karena itu penting. Berbagi ide, berpikiran terbuka, mendengarkan orang, di klub dan di luar klub.

Itu sebabnya saya tetap sama dan saya pikir itu baik bagi saya dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan saya. Saya telah menjadi direktur teknik selama sembilan tahun, dan semua berjalan baik karena saya menjaga (pendekatan) ini.

Itu nilai dan kualitas Anda. Ketika berpikir tentang pemain, apakah Anda mencari kualitas yang sama di sana?

Ya, itu poin bagus. Orang harus mengerti bahwa bakat tidak lagi penting. Semua orang berjuang untuk itu. Bakat memang penting bagi pesepak bola, tetapi faktanya itu saja tak cukup. Seorang pemain berbakat pun harus bekerja keras. Dengen begitu mereka bisa ke level atas.

Anda direktur teknik pertama Arsenal, seperti apa keterlibatan Anda nantinya?

Orang selalu bilang direktur teknik harus terlibat dalam proses perekrutan, menjual, meminjam pemain. Bagi saya ada yang lebih penting. Saya telah menjelaskan kepada staf pelatih dan pemain bahwa saya bukan orang yang akan tinggal di dalam kantor, menunggu mereka mengetuk pintu.

Saya ingin terlibat (langsung) dalam proses, membantu Unai Emery, stafnya, dan para pemain. Saya ingin selalu ada untuk mereka. Terlibat langsung (dalam tim) itu penting dan saya percaya itu bisa memberikan dampak. Hubungan dengan akademi juga penting karena orang kadang melupakannya. Itu tugas jangka panjang saya.

Jadi ada hal-hal jangka pendek dan jangka menengah untuk diatasi?

Tentu saja karena dalam sepak bola ada (tantangan) jangka pendek, menengah, dan panjang. Bagaimana membaginya? Saya harus jaga jangka pendek, menengah dan panjang, tetapi Unai harus menjaga tantangan jangka pendek, dan itu berarti sesi latihan, analisa lawan, strategi permainan. Sementara untuk jangka menengah dan jangka panjang, kami harus menjaga pemain akademi.

Unai mengatakan Anda 'sosok sempurna' untuk peran ini. Anda pernah bekerja sama dengannya di Valencia. Seperti apa bekerja bersama Unai?

Senang bisa kembali bekerja dengannya. Tdak masalah jika dia pelatih saya, jika saya direktur teknik sekarang karena pada akhirnya kami saling hormat.

Dari Brasil, London, lalu ke AS. Perjalangan yang panjang, tetapi Anda selalu bersama tim. Seberapa penting untuk berada di sini?

Sangat penting! Saya punya pekerjaan baru di klub. Tentu saya juga perlu penyesuaian. Penting bagi semua orang untuk beradaptasi memahami kondisi di sekitar saya. Klub telah berkembang pesat sejak saya pergi. Menjadi bagian dari klub dalam tur membuat saya merasa jauh lebih nyaman. Butuh waktu (sebelum saya bisa) beristirahat!


Baca Juga :
- Diprediksi Line-up 4-3-3 Arsenal Lawan Liverpool, Pepe, Ozil Kembali
- David Luiz Dapat Pesan Khusus Jelang Liverpool vs Arsenal

Melompat setahun ke depan. Jika bicara lagi dengan Anda, di mana posisi klub? 

Saya tak ingin berandai-andai, tetapi (kami perlu) fokus berjuang untuk Liga Champions lagi. Itu target kami. Untuk membuat skuat yang lebih kuat dan mampu bersaing meraih trofi. Serta tentu saja membuat fan bangga.*NURUL IKA HIDAYATI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA