#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ighalo Beri Kesempatan untuk Pemain Muda Nigeria
22 July 2019 13:15 WIB
KAIRO - Tidak banyak atlet di dunia ini yang berpikiran seperti Odion Ighalo. Striker Nigeria itu sepertinya memahami betul pepatah Quit while you’re ahead (Berhentilah saat sedang unggul). Penyerang 30 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Nigeria tidak lama setelah memenangi gelar top scorer Piala Afrika 2019, Sabtu (20/7).

“Saya merasa terhormat bisa finis sebagai top scorer di Mesir dengan bantuan rekan-rekan setim dan staf pelatih,” ujar Ighalo. “Tapi, ini juga saatnya bagi saya untuk fokus ke klub dan memberikan peluang kepada para pemain muda untuk berkembang.”

Ighalo menjadi pencetak gol terbanyak Piala Afrika 2019 setelah membukukan lima gol dan satu assist dalam tujuh pertandingan. Striker yang bermain di klub Cina, Shanghai Shenhua, ini unggul dua gol atas empat rival utamanya, Sadio Mane, Riyad Mahrez, Adam Ounas, dan Cedric Bakambu.


Baca Juga :
- Liverpool Tak Lagi Bergantung dengan Tiga Penyerang Utama
- Cetak Gol Ke-50, Winger Man. City Ini Dinilai Belum Bisa Gantikan Sane

Ketajaman Ighalo memainkan peran yang sangat penting dalam sukses Nigeria finis di peringkat ketiga Piala Afrika 2019. Pasalnya, The Super Eagles hanya membukukan total sembilan gol pada sepanjang turnamen yang digelar di Mesir ini.

Ighalo adalah pemain kedua yang pensiun dari timnas Nigeria usai Piala Afrika 2019. Dua hari sebelumnya, gelandang veteran John Obi Mikel juga mengumumkan keputusan serupa pada usia 32 tahun. Tapi, berbeda dengan Mikel yang telah 15 tahun membela The Super Eagles, karier Ighalo di timnas terbilang singkat.

Dia baru melakoni debut pada Maret 2015 saat telah berusia 25 tahun dan kini pensiun saat baru 30 tahun. Ighalo pun hanya mengoleksi 35 caps bersama The Super Eagles dan menyumbangkan 16 gol.

“Saya selalu punya punya mimpi bermain untuk timnas Nigeria saat masih kecil dan saya beruntung bisa melakukan itu sejak di timnas U-20,” kata Ighalo. “Tapi, saya hanya butuh waktu untuk merenung dan berkata jujur kepada diri sendiri. Meski ini keputusan terberat dalam hidup sebagai pesepak bola, saya pikir ini yang terbaik.”

Ighalo merupakan pemain Nigeria keenam yang memenangi Sepatu Emas di Piala Afrika. Dia mengikuti jejak Segun Odegbami (1978, 1980), Rashidi Yekini (1992, 1994), Julius Aghaowa (2002), Jay-Jay Okocha (2004), dan Emmanuel Emenike (2013). Sayang Ighalo tidak mampu melengkapi penghargaan itu dengan trofi juara seperti yang pernah dilakukan Odegbami (1980), Yekini (1994), dan Emenike (2013).

Ketajaman Ighalo juga membuat dirinya jadi satu dari hanya dua pemain dari tim bukan finalis yang masuk Tim Terbaik Piala Afrika 2019 bersama bek tengah Tunisia, Yassine Meriah). Sementara itu, Senegal dan Aljazair mendominasi dengan menempatkan masing-maisng lima dan empat pemain. Susunan Best Eleven ini dipimpin oleh pelatih The Desert Foxes, Djamel Belmadi.

Sementara itu, gelar Aljazair sebagai juara Piala Afrika 2019 dilengkapi oleh gelar Pemain Terbaik yang diraih gelandang Ismael Bennacer dan Kiper Terbaik yang direbut Rais M’Bolhi. Bennacer mengulang sukses sang legenda Rabah Madjer yang juga meraih gelar yang sama saat The Desert Foxes pertama kali jadi juara pada 1990.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

Mereka Menjadi yang Terbaik di Piala Afrika 2019

Pemain
Ismael Bennacer (Aljazair)

Top Scorer
Odion Ighalo (Nigeria, 5 gol)

Kiper
Rais M'Bolhi (Aljazair)

Tim Fair Play
Senegal

Best Eleven
Pelatih: Djamel Belmadi (Aljazair)
4-3-3
Kiper: Rais M'Bolhi (Aljazair)
Belakang: Lamine Gassama (Senegal), Yassine Meriah (Tunisia), Kalidou Koulibaly (Senegal), Youssouf Sabaly (Senegal)
Tengah: Idrissa Gueye (Senegal), Adlene Guediora (Aljazair), Ismael Bennacer (Aljazair)
Depan: Riyad Mahrez (Aljazair), Odion Ighalo (Nigeria), Sadio Mane (Senegal)

 


Baca Juga :
- The Citizens Mulai Realistis
- Penyerang The Reds Ini Alami Penurunan

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA