#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
ASEAN School Games, Indonesia Tinggalkan Thailand
23 July 2019 13:08 WIB
SEMARANGChef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASG, Yayan Rubaeni, mengaku senang karena sukses menguasai cabang penyedia banyak medali. Tak hanya atletik, renang juga berhasil menjadi juara umum dengan 13 emas. “Ini jadi kejutan. Apa yang kami minta ternyata diberikan lebih oleh atletik dan renang,” ucapnya.

Untuk sementara, Indonesia memimpin perolehan medali dengan 28 emas, 22 perak, dan 18 perunggu. Dengan kata lain, semakin jauh meninggalkan posisi kedua, Thailand, dengan 21 emas, 23 perak, dan 22 perunggu. Impian Indonesia menjadi juara umum ASEAN School Games 2019 pun semakin dekat.

Selasa (23/7), Merah Putih meloloskan wakil dalam 16 pertandingan final, di mana sebagian besar cabang permainan. “Tenis dan bulu tangkis punya kesempatan menyabet emas. Tapi, untuk voli putra, agak berat karena menghadapi Thailand. Semoga dukungan masyarakat Semarang membuat mereka bisa (emas),” kata Yayan.


Baca Juga :
- Kualifikasi Piala Dunia 2022, Daftar Pemain Timnas Malaysia untuk Lawan Indonesia
- Piala AFF U-18, Reaksi Fakhri Husaini Usai Indonesia Pastikan Peringkat Ketiga

Tim nasional (timnas) atletik meraih sukses besar dalam ASEAN School Games (ASG) XI/2019. Hingga hari terakhir cabang olahraga (cabor) ini digelar, Selasa (22/7), Merah Putih berhasil meraih 11 emas, delapan perak, dan lima perunggu, di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang.

Dengan kata lain, atletik berhasil melampaui target Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sebelumnya hanya menargetkan delapan emas karena secara umum persaingan di cabang olahraga ini cukup berat.

Thailand menjadi rival yang sangat kuat untuk Indonesia. Manajer timnas atletik, Surono, mengatakan hasil ini merupakan buah dari persiapan serius yang dilakukan. PB PASI melakukan penjaringan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antarPusat Pendidikan Latihan dan Pelajar (PPLP), April lalu.

Atlet-atlet terbaik yang tampil di Bangka-Belitung tersebut dipilih dan sebagian besar berlatih di pemusatan latihan nasional (pelatnas) bersama para atlet elite. “Menurut saya, waktu pelatnasnya sangat cukup. Inilah yang menjadi kunci sukses kami dalam ASG kali ini,” Surono mengungkapkan.

Kemarin, Indonesia mendapa tambahan empat emas, masing-masing dari nomor estafet 4x100 meter putra dan putri, Egi Patli Pranata dari lempar lembing putra, serta Natasha Mahdalita yang turun dalam disiplin lontar martil putri. Khusus untuk estafet yang mengawinkan emas, diapresiasi PB PASI.

Ini karena estafet nomor bergengsi. Hasil itu juga menandakan, proses yang dilakukan Indonesia, berhasil. Sekadar informasi, di tingkat elite, estafet 4x100 meter juga menjadi andalan Merah Putih. Menyusul keberhasilan Lalu Muhammad Zohri dan kawan-kawan raih perak di Asian Games XVIII/2018.


Baca Juga :
- Piala AFF U-18, Reaksi Pelatih Myanmar Setelah Dibantai Indonesia 0-5
- Peringkat Ketiga Piala AFF U-18, Indonesia Bantai Myanmar 5-0

Untuk itu, sudah menjadi tugas PB PASI mencari bibit-bibit baru pelari estafet agar Indonesia tak hanya mengandalkan nama itu-itu saja. Kemenangan ini juga menjadi spesial bagi andalan Indonesia di estafet putra, Adith Richo Prada, serta Erna Nuryanti di sektor putri karena sama-sama menyabet tiga emas.

Richo meraihnya di 100 meter, estafet 4x100 meter, dan estafet 4x100 meter campuran. Begitu pula dengan Erna yang memiliki prestasi hampir identik dengan Richo, yakni 100 meter, estafet 4x100 meter, dan 4x100 meter campuran. “Ini kali pertama saya dapat tiga emas di event internasional,” kata Erna.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA