#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gowes Nusantara 2019
Payakumbuh Lampaui Target, Begini Imbauan Walikota Riza Falepi
28 July 2019 12:43 WIB
PAYAKUMBUH - "Ayo bergerak: Dimana saja, Kapan saja, Bersama siapa saja...!" Tagline tersebut digaungkan Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora lewat Gowes Nusantara di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Kota yang didominasi etnis Minangkabau itu, menjadi titik kelima dari total 40 titik penyelenggaraan Gowes Nusantara 2019 di seluruh Tanah Air. 

Tak kurang sekitar 5.000 -- melampaui target 3.000 peserta- bergowes sejauh 20 km, Minggu (28/7). Mereka tidak hanya dari Sumbar. Tapi juga provinsi tetangga seperti Riau, Jambi dan Bengkulu.


Baca Juga :
- Ngawi Diserbu 10 Ribu Peserta Gowes Nusantara
- Vijaya Fitriyasa Ingin Bawa Persis Solo Jadi Super Klub

Kegiatan diawali dari Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah dengan rute Tugu Adipura-Labuah Basilang-Gelanggang Kubu Gadang (checkpoint), Simpang Benteng-Simpang Kaniang Bukik-Simpang Napar-Simpang Bunian-Simpang Kanda dan kembali di Ngalau Indah.

Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri yang mewakili Menpora Imam Nahrawi, menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat mengikuti event tersebut. 

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh, Sumbar Riza Falepi, mengajak para pegawai serta masyarakat umum untuk membudayakan bersepeda ke kantor atau tempat kerja sebagai bagian dari kampanye hidup sehat.

"Tinggalkan mobil atau kendaraan bermotor di rumah dan dari sekarang mari kita mulai dan budayakan bersepeda ke tempat kerja," kata Riza.

Seiring dengan perjalanan waktu, jenis penyakitnya masyarakat, menurut Riza, sekarang pun sudah berubah. Tidak lagi penyakit ringan seperti kulit, tapi sejenis stroke, jantung, tekanan darah tinggi, obesitas yang banyak diakibatkan pola hidup dan makan tidak sehat serta kurang olahraga.

Selain kampanye hidup sehat, Riza menambahkan Gowes Nusantara yang merupakan program pemassalan olahraga di Tanah Air, bisa menjadi sarana untuk merajut kembali persatuan di lingkungan masyarakat setelah berakhirnya Pilpres.

"Tidak ada lagi cebong dan kampret, sudah saatnya kita kembali fokus pada kehidupan yang damai seperti semula dan saatnya memikirkan pola hidup sehat dengan berolahraga," ujarnya.

Disisi lain, Nalfira Pamenan, salah satu pegawai Pemkot Payakumbuh menyambut baik ajakan walikota dua periode itu karena kondisi alam dan lalu lintas memang memungkinkan bagi warga untuk menjalankan aktivitas menggunakan alat transportasi sepeda.


Baca Juga :
- Gowes Nusantara di Kendari Tumbuhkan Ekonomi Kreatif
- Kemenpora dan PB FORKI Diminta Tidak Berpihak Soal Sengketa Lemkari

"Payakumbuh kan kota kecil dan tidak macet, jadi sebenarnya memang lebih nyaman dan menyehatkan bila bersepeda ke kantor," kata Nalfira.

Program olahraga sepeda massal di bawah payung tema besar "Ayo Olahraga" itu akan berakhir pada 9 September mendatang, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA