#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Ronaldo Leyenda
31 July 2019 13:28 WIB
MADRID – Meskipun cuaca panas, ratusan tifosi tampak berkumpul di depan teater Reina Victoria, Madrid, Senin (29/7) sore. Saking ramainya, kumpulan tersebut sampai menyebabkan kemacetan di jalan sekitar. Inilah magnet Cristiano Ronaldo, eks bintang Real Madrid CF yang kini membela Juventus FC. Setelah satu tahun hidup di Italia, pria asal Portugal itu kembali sejenak menyapa ibukota Spanyol.

Ronaldo terbang ke Madrid untuk menghadiri acara spesial yang digelar Marca. Pada malam itu, dia dinobatkan sebagai Leyenda, bentuk apresiasi harian Spanyol itu terhadap karier cemerlang sang superstar. Ronaldo dinilai sebagai pemain terbaik sepanjang masa, satu-satunya yang mampu menjuarai Liga Primer, La Liga, dan Seri A.

Jorge, satu dari lima bocah yang duduk mewawancarai Ronaldo di atas panggung, mengungkapkan kekecewaannya ketika melihat sang idola hengkang dari Santiago Bernabeu, musim panas lalu.


Baca Juga :
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter
- Ibrahimovic: Ronaldo Pemenang 5 Ballon d'Or Bukan Ronaldo Asli

“Begitu juga saya,” kata Ronaldo memberikan jawaban, sambil tersenyum. “Tidak mudah meninggalkan Madrid setelah sekian lama, kemudian mencoba kompetisi berbeda. Namun, bersama Juve saya berhasil memenangkan scudetto dan Piala Super Italia. Ditambah juara Liga Negara-negara Eropa bersama timnas Portugal. Jadi itu sama sekali tidak buruk.”

Rentetan prestasi sepanjang 2018/19 tersebut melejitkan Ronaldo sebagai favorit peraih Ballon d’Or tahun ini. Jika berhasil, dia akan jadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mengoleksi enam Bola Emas—melebihi rival Lionel Messi (FC Barcelona) yang juga mengumpulkan lima penghargaan. Namun, penyerang berjuluk CR7 itu mengaku lebih mengutamakan kepentingan tim. Masih banyak target yang ingin dicapainya bersama Juve.

“Apakah target itu Liga Champions?” tanya Marco, bocah berambut pirang yang mengenakan kostum I Bianconeri. “Kami akan berusaha. Kompetisi tersebut sangat sulit, dengan beberapa tim yang juga jadi favorit. Hanya ada satu juara nantinya, dan saya harap itu Juve,” kata Ronaldo, menjawab dengan tenang. “Jujur saja, saya kaget melihat kualitas yang dimiliki Juventus, juga kekompakan dalam skuat. Liga Champions butuh banyak faktor: momen, grup, dan keberuntungan. Saya yakin Juve punya semua.”

Pergerakan mercato Si Nyonya Tua musim panas ini membuktikan bahwa mereka siap memutus kesialan 23 tahun di kancah elite Eropa. Beberapa pemain andal didatangkan, termasuk bek muda Matthijs De Ligt dari AFC Ajax. Juve menyisihkan Manchester United FC, Paris Saint-Germain, serta FC Barcelona dalam perburuan tanda tangan remaja asal Belanda tersebut, dan Ronaldo diyakini memegang peran penting.

“Setelah laga (Portugal-Belanda) saya mendekatinya dan berbisik ‘kenapa tidak datang ke Juve?’. Cuma ajakan biasa. Saya tidak punya pengaruh apapun dalam transfer De Ligt. Saya senang ada pemain kuat bergabung dengan kami, tapi semua itu adalah berkat kerja keras klub: sosok macam Pavel Nedved (wakil presiden) dan Fabio Paratici (direktur olahraga),” kata Ronaldo.


Baca Juga :
- Duel Dua Sahabat
- 5 Pemain Ini Bisa Dibeli Manchester United

Perubahan lain yang tak kalah signifikan adalah di kursi kepelatihan, dari Massimiliano Allegri kepada Maurizio Sarri. Dua sosok beda karakter dan filosofi sepak bola. Namun, Ronaldo tak mempermasalahkan hal tersebut. Dia siap memberikan yang terbaik, bahkan berkorban demi kesuksesan tim. “Saya diberi kebebasan di lini depan, tapi takkan menolak jika dibutuhkan bertahan. Hanya dengan begitu kami bisa sukses.”*** Dari berbagai sumber

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA