#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
MU Takkan Terlalu Ngotot menghadapi Milan
03 August 2019 15:23 WIB
CARDIFF - Pertandingan yang akan tersaji di Stadion Millennium di Cardiff, Wales, Sabtu (3/8) malam, bukan sekadar lanjutan International Champions Cup (ICC) 2019. Manchester United (MU) melawan AC Milan adalah duel representasi dua kekuatan liga top Eropa, Liga Primer Inggris versus Seri A Italia.

Keduanya juga tidak asing dengan kompetisi level kontinental. MU baru tiga kali menjuarai Liga Champions dengan terakhir pada 2007/08. Sementara, Milan lebih unggul dengan tujuh kali. Menariknya, I Rossoneri kali terakhir juara pada 2006/07, atau hanya semusim sebelum MU jadi kampiun.

Kendati begitu, sudah nyaris satu dekade mereka tidak bertemu di ajang kompetitif. Tepatnya sejak MU mencukur Milan 4-0 pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2009/10.


Baca Juga :
- Granit Xhaka Membalas Mantan Bintang Manchester United yang Sebut Arsenal Bayi
- Leicester Siapkan Rencana agar Dapat Untung Besar dari Maddison

Tahun lalu, MU juga bertemu Milan di ICC. Saat itu, MU menang adu penalti setelah bermain 1-1 sampai peluit panjang.

Meski sarat gengsi, tapi duel ini tetap sebatas uji coba. Masing-masing tidak mengeluarkan kemampuan terbaik demi meminimalkan cedera. Alias, sebatas menyimak perkembangan pemain. Demikian diungkapkan pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer terkait hasil impresif timnya yang sukses menyapu bersih kemenangan dalam lima uji coba.

“Kami sangat senang dengan hasil itu. Sangat menggembirakan melihat pemain kembali pada pramusim dengan kondisi yang baik,” ujar Solskjaer. “Namun, sekali lagi. Tidak ada poin yang diberikan. Tidak terlalu penting dibanding ketika Chelsea datang ke Old Trafford pada 11 Agustus.”

Pernyataan pelatih asal Norwegia itu beralasan. Pasalnya, sepekan berselang, mereka sudah harus menjamu Chelsea pada laga pertama Liga Primer 2019/20. Alhasil, setelah balik dari Wales, mereka langsung menuju Manchester. Jeda tujuh hari usai uji coba terakhir yang harus dimaksimalkan Solskjaer bersama pasukannya.

“Kami perlu meningkatkan untuk jadi lebih baik. Itu akan memperbesar peluang kami dalam perebutan trofi pada akhir musim. Para pemain sudah menunjukkan kemampuannya. Jika tetap berkepala dingin di lapangan, saya bisa melihat tim yang sudah banyak berkembang,” ujar Solskjaer.

Di sisi lain, Alexis Sanchez ingin segera kembali merumput. Terutama, setelah mengalami cedera hamstring pada Piala Amerika 2019. Meski, belum tentu striker berkebangsaan Cile ini diturunkan. Kemungkinan, Solskjaer enggan mengambil risiko yang dikhawatirkan jika kambuh, cedera Sanchez kian lama.

Kemungkinan, Marcus Rashford yang jadi ujung tombak dalam pola 4-2-3-1. Skema itu kerap dipakai Solskjaer pada tur pramusim  2019. Di belakang Rashford, terdapat tiga pemain bernaluri menyerang. Anthony Martial bisa dimainkan pada sisi kiri sedangkan Jesse Lingard di tengah dan Daniel James di kanan.


Baca Juga :
- Ini Alasan Aroma Timur Tengah Akan Pekat Menyelimuti Manchester
- Solskjaer Tertarik Patenkan Skema Tiga Bek Tengah

Patut ditunggu, racikan Solskjaer pada uji coba terakhir pramusim 2019 ini. Kemenangan, meski tidak menentukan, tapi menghadapi klub sekelas Milan bisa menambah motivasi jelang bergulirnya Liga Primer 2019/20.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA