#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ulah Bobotoh Tidak Hanya Kecewakan Kubu Arema U-20, Melainkan Juga Maung Ngora
05 August 2019 15:26 WIB
BANDUNG – Laga Persib Bandung U-20 kontra Arema FC U-20 dalam kompetisi Elite Pro Acedemy Liga 1 U-20 2019, Sabtu (3/8) di Stadion Siliawangi, sejatinya berlangsung menarik dan enak dinikmati. Sepak bola menyerang yang dihamparkan Maung Ngora sangat menghibur.

Apalagi hingga menit ke-85 tuan rumah memimpin 2-0 lewat gol yang disodorkan Jovan Affan Al Ghony menit ke-36 dan Julius Josel (55). Sayangnya, laga yang menghibur tersebut berubah chaos. Beberapa oknum bobotoh masuk lapangan. Mengganggu dan memukul pemain Arema.

Sempat terjadi baku pukul di tengah lapangan. Di bagian lain, pemain Arema yang berada di bench berhamburan menuju locker room. Untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak diinginkan. Demi keamanan, wasit, matchcom, dan kedua kapten menyepakati laga yang menyisakan waktu lima menit disudahi.


Baca Juga :
- Cari Pengganti M. Natshir, Persib Bandung Seleksi Dua Kiper Persib U-20
-

"Saya menyesalkan tindakan tidak terpuji oknum bobotoh yang masuk ke lapangan dan membuat laga terpaksa dihentikan. Ini kompetisi pembinaan yang berjenjang. Tidak melulu mengedepankan kemenangan," Yadi menegaskan.

"Petugas keamanan kecolongan. Bobotoh bisa bebas memukul pemain kami dan membuat pertandingan dihentikan. Saya menyayangkan kejadian tersebut karena di Malang, sudah ada kesepakatan Persib dan Arema bersaudara," pelatih Arema Doni Suherman, menimpali.

Pro Elite Academy memang tidak bisa dibandingkan dengan kompetisi kasta tertinggi Liga 1. Kompetisi usia muda ini memberi fondasi kepada pemain. Sekaligus mempersiapkan mental dan teknik mereka untuk jadi pemain profesional. Antimengadopsi nilai-nilai menyimpang yang muncul dalam sepak bola profesional.

"Kalau sudah begini kami yang repot. Sudah menang tapi harus berakhir dengan kekecewaan. Kami pasti kena sanksi," manajer Persib U-20 Yoyo S Adiredja, menuturkan.

Gara-gara tragedi tersebut, kedua tim sangat dirugikan. Fighting spirit dan persaudaraan yang tengah dibangun kedua tim kembali terganggu. Keindahan orkestra sepak bola yang diusung kedua tim ternoda. Perjuangan kedua kubu menghamparkan prestasi berujung antiklimaks.

"Persiapan matang kami di Malang sia-sia karena panasnya atmosfir penonton. Kami pasrah dan menerima kekalahan," ujar Doni. "Atmosfer panas penonton membuat kami tidak bisa tampil konsisten. Seperti ada beban berat di pemain. Sungguh, ini bukan penampilan terbaik Persib, meski kami unggul 2-0," Yadi mengungkapkan.

Sementara itu, Persija Jakarta U-20 kembali meraih hasil positif dalam laga pekan keempat kompetisi Elite Pro Academy U-20 2019. Kemenangan dramatis bahkan diraih Persija U-20 di markas rival terdekat PSS Sleman U-20.

Gol menit akhir Taufik Hidayat pada pengujung babak kedua, membawa Macan Muda memuncaki klasemen sementara Grup A dengan poin 10. Berada di atas PSS Sleman dan Bhayangkara FC yang baru mengoleksi tujuh poin. "Kami terus belajar memperbaiki diri. Jangan berpuas diri dan terlena," kata Taufik.

Sementara itu, Bhayangkara FC U-20 meraih kemenangan perdana pada laga kandang musim ini. The Young Guardians berhasil mengempaskan tamunya Semen Padang FC U-20 dengan skor 1-0, di Stadion ISCI, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (3/8) sore.

Supriyanto, pelatih Bhayangkara FC U-20, mengatakan raihan tiga poin ini merupakan hasil kerja keras anak asuhnya. ia juga menyebut jika timnya masih terkendala dengan proses penyelesaian akhir. "Dalam setiap pertandingan kami selalu ada evaluasi. Dari penguasaan bola sudah sangat bagus, yang perlu kami perbaiki hanya finishing,," kata Supriyanto.*Furqon Al Fauzi/Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA