#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tak Ada Petenis Lolos Otomatis, Pelti Maksimalkan Wild Card
06 August 2019 13:15 WIB
JAKARTA – Indonesia kembali menyelenggarakan rangkaian kejuaraan tenis internasional. ITF M15 Combiphar Tennis Terbuka 2019 akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, 5-25 Agustus. Untuk seri pembuka, 32 pemain dari 20 negara akan bersaing untuk memperebutkan hadiah 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta).

Sebagai tuan rumah, Indonesia memanfaatkan fasilitas wild card untuk diberikan kepada David Agung Susanto, Justin Barki, dan Odeda Muhammad Arazza. Ketiga pemain ini langsung tampil pada babak utama karena jika menilik peringkat, tak ada satu pun wakil Merah Putih yang lolos.

Indonesia juga berpeluang menambah partisipan pada babak pertama, menyusul keberhasilan M. Rifqi Fitriadi dan Anthony Susanto melewati babak pertama kualifikasi, Senin (5/8). Rifqi mengalahkan Mehluli Don Ayanda Sibanda dari Zimbabwe dengan dua set langsung, 6-4 6-3.


Baca Juga :
- Komentar Bea/Eci Usai Sumbangkan Medali Emas dari Nomor Ganda Putri
- Tumpaskan Perlawanan Thailand, Bea/Eci Sumbang Emas untuk Indonesia

Sedangkan pada pertandingan lain, Anthony menyingkirkan petenis asal Korea Selatan (Korsel), Uisung Park, dengan skor 6-3, 3-6 (10-7). “Saya sangat siap tampil. Semoga saja bisa mendapat hasil yang terbaik,” kata Anthony yang hadir dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Senin (5/8).

Hasil ini membawa Rifqi dan Anthony selangkah lagi menuju babak utama. Rifqi akan bertemu wakil Taiwan, Li Wei Tan, yang menang atas petenis India, Anurag Nenwani, 6-1, 6-4. Anthony akan menghadapi Lucas Vuradin dari Australia, yang menang atas kompatriotnya, Jesse Delaney, 6-4, 6-3.

Kesiapan untuk mengarungi turnamen ini juga dikemukakan Justin Barki. Kepada TopSkor, kemarin, petenis 19 tahun tersebut mengatakan sudah berlatih secara intensif di Amerika Serikat (AS). Sekadar informasi, saat ini, dirinya menjadi bagian tim kampus di Negeri Paman Sam.

“Saya lebih intens di AS karena programnya memang belajar sambil bermain tenis. Jadi,  selalu ada pertandingan. Di sana juga lengkap, ada pelatih fisik, teknis, dan fasilitas. Saya belum pernah merasakan ini, di mana semuanya bertaraf internasional. Pemain yang tampil juga petenis dunia,” katanya.

Justin mengatakan, kemungkinan besar absen dalam SEA Games XXX/2019 Filipina. Hal ini lantaran pendidikannya yang tak bisa ditinggal. “Sebenarnya, ini kesempatan bagus. Tapi, saya memiliki komitmen, enggak mungkin meninggalkan pendidikan lebih dari dua pekan,” ia menuturkan.

Dalam konferensi pers, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar, menganggap turnamen ini sebagai kesempatan petenis Indonesia menambah jam terbang dan menjajal kekuatan petenis dunia. Ia pun berharap tuan rumah bisa maksimal.


Baca Juga :
- Aldila Sutjiadi Raih Emas Pertama dari Cabor Tenis
- Kalahkan Wakil Thailand, Aldila Sutjiadi ke Final Tenis SEA Games 2019

Rildo menambahkan, turnamen yang digelar selama tiga pekan berturut-turut itu bisa jadi ajang uji coba jelang SEA Games XXX/2019. “Tentu, target kami adalah juara dan ini menjadi kesempatan besar karena mereka yang tampil di sini adalah petenis yang memiliki peringkat dunia,” katanya.

Presiden Direktur Combiphar, Michael Wanandi, menegaskan dukungannya olahraga di Indonesia, khususnya tenis. “Kami kembali menggelar Combiphar Tenis Terbuka untuk kali keempat sebagai bentuk dukungan, sekaligus membuka jalur karier profesional internasional. Banyak petenis potensial di Indonesia,” tuturnya.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA