#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kepala Departemen Wasit PSSI Heran Ada Klub yang Menang tapi Tetap Protes Wasit
06 August 2019 13:10 WIB
JAKARTA – Musim ke musim protes tim kepada wasit selalu ada. Tidak hanya pada kompetisi Liga 1, melainkan juga Liga 2. Pada pekan kedua kompetisi Liga 2 2019, sudah mulai muncul protes terhadap wasit. Seperti diutarakan pelatih PSPS Riau, Raja Faisal, usai laga PSPS melawan PSCS Cilacap yang berakhir 0-0.

PSPS kecewa karena merasa berhak mendapatkan. Lalu, pelatih Perserang juga menyoroti kepemimpinan wasit saat melawan Sriwijaya FC (SFC) di Palembang. Timnya kalah 0-1 dari SFC.

Ia menilai wasit tidak fair karena tidak memberikan penalti saat pemain SFC melanggar di kotak penalti. Wasit dinilainya tidak berani mengambil keputusan dan tidak menjalankan peraturan secara baik.


Baca Juga :
- Prediksi PSIM Vs Persis, Akankah Keajaiban Datang?
- Jadi Kiper Ketiga SFC, Ferry Rotinsulu Diet

Keluhan lain datang dari  Persita Tangerang. Pelatih Widodo Cahyono Putro juga menyesalkan keputusan wasit  yang menganulir gol timnya pada akhir babak pertama saat melawan PSCS dengan skor akhir 1-0 untuk PSCS.

Babel United juga memprotes wasit saat melawan Cilegon United. Kalah 0-1, Babel United  kecewa terhadap beberapa keputusan lalu melaporkan ke komite wasit. Persik Kediri pun melakukan protes terhadap wasit saat imbang 1-1 di kandang menjamu Martapura FC.

Persik menilai wasit tidak tegas dan mudah memberi tendangan bebas untuk lawan saat terjadi perebutan bola. Menariknya, tidak hanya tim kalah dan imbang yang memprotes wasit. Tim yang menang saat tandang seperti PSMS Medan juga memprotes sang pengadil lapangan.

PSMS menang 1-0 atas Persibat Batang, namun pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning menilai  kepemimpinan wasit  banyak kesalahan dan belum fair play. Ia berharap wasit netral.

Plt. Kepala Departemen Wasit PSSI, Efraim Ferdinand menegaskan, protes wasit itu hak tim, dan jika ada tim kalah yang melakukan protes pihaknya menganggap wajar. Namun, ia merasa aneh jika ada tim yang menang tetap protes terhadap wasit.

"Kalau menang mau diapain wasitnya? Maksudnya untuk apa?" kata Efraim bertanya balik. Ia menjelaskan, PSSI sedang dalam proses membuat kualitas wasit lebih baik, namun tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

"Kami juga berharap jangan segala sesuatu wasit selalu jadi kambing hitam. Tim juga harus berkontribusi agar pertandingan berjalan fair karena ada pemain dan pelatih yang tidak paham regulasi. Kalau tidak mengerti soal penalti jangan dibuat ribet. Pemain juga jangan membuat pelanggaran yang ngaco," Efraim menegaskan.

Pihaknya tetap menjaga performa pertandingan agar berjalan baik dan fair. Namun, jika ada keputusan wasit yang sudah tepat, sebaiknya menurutnya tidak dibilang keputusan kontroversial atau menguntungkan sebelah pihak.

"Jadi sekali lagi, pemain dan pelatih juga harus paham rule of the game-nya. Kami pernah menemukan kejadian ada pelatih di pinggir lapangan mempertanyakan keputusan wasit, namun usai pertandingan ia menyadari dirinya salah," Efraim menjelaskan.


Baca Juga :
- Tiket Terakhir Babak 8 Besar Liga 2 Grup Barat, PSMS Paling Berpeluang
- Masuk 8 Besar, Widodo Minta Pemain Persita Lebih Percaya Diri

Ia menegaskan lagi,  PSSI tetap menjalankan evaluasi wasit baik ada protes maupun tidak, dan juga apakah wasit melakukan kesalahan ataupun tidak. "Tapi kami tidak mengevaluasi wasit karena ada protes dari tim. Kami melakukan evaluasi tiap dua pekan, dan memanggil wasit tersebut ke PSSI untuk ditanya langsung,” ucapnya.

Tapi, Efraim mengaku tetap menghargai protes untuk menjadi bahan evaluasi. “Juga jadi bahan pertimbangan kami untuk menjaga  kompetisi berjalan sehat," katanya.*

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA