#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tunjukkan Perbaikan, Verstappen Tak Pernah Gagal Finis
08 August 2019 13:10 WIB
PARIS – Sebelum Formula 1 (F1) 2019, Max Verstappen sejatinya sudah disebut-sebut sebagai calon juara dunia di masa depan. Namun, gaya balap yang terlalu agresif serta perhitungan yang kurang matang, kerap membuatnya gagal finis. Belum lagi masalah teknik yang beberapa kali dialami.

Kini, pria asal Belanda tersebut sudah menunjukkan kematangan di lintasan. Sepanjang musim ini, Verstappen nyaris tak pernah melakukan kesalahan fatal dan itu berdampak terhadap pencapaiannya. Bayangkan, Verstappen selalu mengakhiri balapan dengan menembus lima besar.

Bandingkan dengan apa yang ditorehkan, musim lalu, ketiga pembalap Red Bull Racing itu tiga kali gagal finis. Sedangkan, F1 2017, lebih parah lagi karena lima kali tak mampu menyelesaikan lomba. Gaya balapnya ketika itu juga kerap diprotes dari para pesaing karena membahayakan.


Baca Juga :
- Beda Usia 49 Tahun Bukan Masalah, Briatore Pacari Mahasiswa Usia 20 Tahun
- Max Verstappen Harus Mulai Belajar dari Kesalahan, Jika Ingin Jadi Juara Dunia

Salah satunya adalah Sebastian Vettel, pendahulunya di Red Bull. Ia juga pernah terlibat perang komentar dengan Lewis Hamilton, menyusul aksi balapnya yang dinilai terlalu agresif. Namun, saat itu, Verstappen bersikukuh tak akan mengubah apa yang menjadi ciri khasnya di lintasan.

Verstappen pun membuktikan dengan keberhasilan memenangi dua grand prix (GP), masing-masing di Austria dan Jerman. Kini, dirinya menempati posisi ketiga klasemen pembalap dengan 181 poin atau terpaut 69 angka dari Hamilton yang masih kokoh memimpin kejuaraan.

Jika melihat performanya dalam beberapa lomba terakhir, Verstappen jelas berpeluang menyodok Hamilton. Namun, dirinya tak ingin terbebani dan lebih memilih untuk fokus  pada target Red Bull, yakni memenangi lima lomba musim ini. Kini, ia hanya butuh tiga kemenangan tambahan.

Managing Partner F1, Ross Brawn, jadi salah satu yang memperhatikan perkembangan Verstappen. Pria yang pernah menjabat sebagai prinsipal tim di Benetton, Ferrari, Honda, dan Mercedes itu mengaku, dengan talenta yang dimiliki, Verstappen bisa jadi idola baru di masa depan.

Namun, untuk mengejar juara dunia F1 2019, Brawn menganggap itu sebagai hal yang mustahil. Pasalnya, di sisi lain, Hamilton hampir pasti menggenggam gelar. “Lewis memang tak bisa ia (Verstappen) jangkau. Tapi, posisi kedua akan spesial untuknya,” Brawn menuturkan.

Yang juga diapresiasi oleh Brawn adalah kinerja Red Bull yang berhasil memberi Verstappen mobil kompetitif. Keputusan untuk mengganti penyuplai mesin, dari Renault ke Honda, ternyata tepat. Kini, tim yang bermarkas di Austria tersebut tengah menuai hasil positif.

Dengan mesin Honda RA619H, Red Bull menjelma sebagai kompetitor utama Mercedes. “Max dan Red Bull membuat musim ini begitu menarik. Kolaborasi keduanya sangat hebat. Bahkan, di Hungaria, ia mampu meraih pole dan membuat Lewis berjuang meraih kemenangan,” kata Brawn.

Kejar Bottas


Baca Juga :
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi
- Mantan Supremo F1 Terjebak Pajak Rp 18,4 Trilun

Untuk meraih status runner up dalam F1 2019, Verstappen harus berjuang melewati Valtteri Bottas. Rekan setim Hamilton itu berada di posisi kedua klasemen dengan 188 poin atau berselisih tujuh angka dari Verstappen. Namun, bukan hanya itu tugas pembalap 21 tahun tersebut.

Ya, Verstappen harus mewaspadai kebangkitan Scuderia Ferrari. Membaiknya performa Vettel dalam beberapa lomba terakhir, seolah jadi sinyal bahaya untuk Red Bull. “Max mengumpulkan 81 poin dari empat balapan terakhir. Ini merupakan pencapaian yang tinggi,” Brawn menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA