#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ajax Tidak Terpengaruh Ditinggal Bintang
08 August 2019 13:15 WIB
AMSTERDAM - Keraguan sempat muncul dari banyak pihak terkait kekuatan AFC ajax setelah ditinggalkan dua bintang muda. Bek tengah sekaligus kapten Matthijs De Ligt dan gelandang tengah Frenkie De Jong musim lalu menjadi kunci sukses Ajax menguasai Eredivisie dan melangkah hingga semifinal Liga Champions.

Asumsi tersebut menguat setelah Ajax membuat start kurang memuaskan pada 2019/20. De Godenzonen ditahan tuan rumah SBV Vitesse 2-2 pada laga pertama Eredivisie di GelreDome, Sabtu (3/8). Tiga hari kemudian mereka meraih hasil yang sama saat dijamu klub Yunani, PAOK FC, pada leg pertama kualifikasi III Liga Champions di Stadion Toumba.

Ajax memang tampil perkasa dalam perebutan Piala Super Belanda 27 Juli lalu dengan memukul PSV Eindhoven 2-0. Tapi, sukses itu justru kian menambah keraguan terhadap mereka. Maklum, dalam 19 musim terakhir, hanya ada tiga kasus di mana peraih trofi itu memenangi gelar Eredivisie. Kasus itu dialami PSV pada 2000/01 dan 2015/16 serta Ajax pada 2013/14.


Baca Juga :
- Advocaat Calon Kuat Pengganti Stam
- Pelatih Belanda Bakal Lebih Leluasa Memilih Pemain

Meski begitu, Ajax tetap layak jadi favorit juara Eredivisie musim ini karena komposisi skuat mereka tidak banyak berubah. De Godenzonen memang telah ditinggalkan De Ligt dan De Jong, tapi mereka masih memiliki Hakim Ziyech, Dusan Tadic, Donny Van De Beek, David Neres, Daley Blind, dan kiper Andre Onana.

Tadic adalah top scorer Eredivisie musim lalu bersama striker PSV, Luuk De Jong, dengan 28 gol. Total, striker 30 tahun asal Serbia ini membukukan 38 gol di seluruh kompetisi. Ajax juga masih punya striker veteran Klaas-Jan Huntelaar (35 tahun) yang mencetak 23 gol di seluruh kompetisi musim lalu.

Pelatih Erik Ten Hag juga tidak akan kekurang opsi di jantung pertahanan maupun di lini tengah meski tanpa De Ligt dan De Jong. Pasalmya, Ajax telah mendatangkan para pengganti seperti bek tengah Edson Alvarez dan Lizandro Martinez, gelandang tengah Razvan Marin, plus winger Quincy Promes.

Ancaman terbesar bagi Ajax bakal kembali datang dari PSV. De Boeren juga membuat start mengecewakan di Eredivisie musim ini dengan hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah FC Twente di De Grolsch Veste, Minggu lalu. Hasil ini melanjutkan tren negatif PSV setelah sebelumnya mereka kalah dari Ajax di Piala Super Belanda dan disingkirkan FC Basel dari kualifikasi II Liga Champions.

Tapi, kegagalan itu bisa membuat PSV lebih fokus ke Eredivisie setelah hanya jadi runner-up musim lalu. Kepindahan Luuk De Jong ke Sevilla FC jadi kerugian besar bagi De Boeren karena dia mesin gol utama dalam lima musim terakhir. Tapi, pelatih Mark Van Bommel masih bisa mengandalkan Steven Bergwijn dan Hirving Lozano yang tidak kalah tajam.

PSV juga masih punya winger 19 tahun Donyell Malen dan bintang Uruguay Gaston Pereiro yang masing-masing mencetak 11 gol musim lalu. Penyerang baru Bruma akan menambah opsi di lini serang De Boeren. Tapi, kekuatan lini pertahanan mereka kini dipertanyakan dengan kepergian bek kiri Angelino dan bek tengah Daniel Schwaab.


Baca Juga :
- Belum Ada Tim yang Mampu Menaklukkan Ajax
- Ajax Kehilangan Banyak Pemain Penting, Tapi Kami Baik-baik Saja

Tim lain yang berpeluang menyaingi Ajax dan PSV dalam pacuan gelar Eredivisie musim ini adalah Feyenoord Rotterdam. Tapi, tim peringkat ketiga musim lalu ini tampak tidak terlalu menjanjikan setelah ditinggalkan pelatih Giovanni Van Bronckhorst dan striker veteran Robin Van Persie.

Kini, Feyenoord ditangani pelatih baru Jaap Stam. Tapi, mantan bek timnas Belanda ini belum menunjukkan kepiawaiannya. Feyenoord bahkan tiga kali kalah dan dua kali seri dalam lima laga terakhir. Termasuk ditahan rival sekota Sparta Rotterdam 2-2 pada laga pertama Eredivisie musim ini di Stadion Feijenoord, Minggu (4/8) lalu.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA