#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Infografis
Misi Liverpool Mengakhiri Penantian Gelar Dimulai!
09 August 2019 14:35 WIB
LIVERPOOL – Pertempuran dimulai. Drama Liga Primer 2019/20 diawali dengan laga Liverpool vs Norwich City, Jumat (9/8) atau Sabtu dini hari WIB. Stadion Anfield akan menjadi panggung pertama sekaligus memberikan pesan, mampukah The Reds—julukan Liverpool—mengakhiri penantian gelar trofi domestik yang telah berlangsung selama 29 tahun sekali kali terakhir meraihnya pada 1989/90?

Ya, upaya Liverpool merengkuh gelar Liga Primer menjadi salah satu tema terbesar dari kompetisi ini. Berarti pula, akan dilihat mampukah pasukan Juergen Klopp menjegal ambisi Manchester City asuhan Josep Guardiola untuk meraih gelar ini untuk kali ketiga secara beruntun. Musim lalu (2018/19), misi mengakhiri penantian tersebut gagal setelah The Reds mengakhiri musim sebagai runner-up.

Pencapaian tersebut sangat istimewa karena jarak mereka dengan The Citizens sangat tipis, hanya satu poin. City juara setelah meraih 98 poin sedangkan Liverpool di bawahnya dengan 97 poin! Dengan poin tersebut, merupakan tertinggi dalam sejarah Liga Primer untuk klub yang berhasil mengakhiri musim di posisi kedua. Tentu saja, banyak drama yang telah terjadi dalam pertarungan sepanjang musim tersebut.


Baca Juga :
- Guardiola Bantah Rumor ke Juventus
- Eriksen-Moses Main sejak Menit Pertama, Ini Prediksi Formasi Inter saat lawan Ludogorets

Namun, tanpa trofi domestik, pencapaian The Reds musim lalu dalam ajang domestik hanya sebatas “luar biasa”. The Reds sangat membutuhkan trofi Liga Primer karena jarak yang tipis tersebut memperlihatkan mereka pantas dan mampu meraihnya. Dengan jarak yang tipis tersebut pula, Liverpool, merupakan kandidat kuat sebagai peraih gelar Liga Primer 2019/20.

Namun, apakah jarak yang semakin dekat tersebut bakal membuat Liverpool mewujudkan mimpi mereka pada musim ini? Faktanya, The Reds justru memiliki jejak yang mengkhawatirkan setelah berada di peringkat kedua. Setiap kali mereka begitu dekat dengan trofi Liga Primer, klub asal Merseyside ini memang optimistis bahwa mereka akan mewujudkannya pada musim berikutnya. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya.

Tentu saja, musim lalu bukan kali pertama Liverpool berada di peringkat kedua klasemen akhir. Sejak kali terakhir meraih gelar Liga Primer itu (ketika itu masih bernama Divisi Satu), ada empat kali mereka meraih posisi kedua.

Tapi, empat kali pula pada musim berikutnya mereka justru gagal bahkan dengan posisi yang merosot. “Kebiasaan buruk” itu terjadi semusim setelah mereka meraih gelar, tepatnya apda 1990/91. Setelah ada di peringkat kedua, mereka justru anjlok di musim berikutnya, mengakhiri 1991/92 di peringkat keenam.

Pada 2001/02, Liverpool asuhan Gerard Houllier pun nyaris meraih gelar dengan mengakhiri musim di bawah Arsenal, namun, pada musim berikutnya (2002/03), mereka justru hanya mengakhiri musim di peringkat kelima. Bahkan, mereka sudah tertinggal 14 poin dari Arsenal yang memimpin klasemen setelah 23 pertandingan. Situasi ini pun terjadi pada 2008/09-2009/10, dan terakhir pada 2013/14-2014/15. Karena itu, kali ini, Klopp ditantang untuk mengakhiri tren tersebut.

Jika melihat tren buruk tersebut, ada sejumlah penyebabnya yaitu kepergian sejumlah bintang mereka. Seperti Luis Suarez. Penyerang asal Uruguay ini menjadi bagian penting dari keberhasilan Liverpool ke peringkat kedua pada 2013/14, namun kemudian dia pergi ke Barcelona yang membuat The Reds gagal menuntaskan misi meraih trofi pada musim berikutnya (2014/15).

Begitupun pada 2009/10, Liverpool asuhan Rafael Benitez anjlok di posisi ketujuh pada akhir musim setelah pada 2008/09 di peringkat kedua. Kegagalan itu disebabkan karena kepergian Xabi Alonso.

Musim ini, semua praktis tidak berubah. Kekuatan Liverpool musim lalu sama dengan musim baru ini. Trio lini depan: Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane, masih ada di Anfield. Kondisi mereka juga diyakini dalam performa yang sama seperti musim lalu. Bahkan, dengan ambisi untuk meraih gelar Liga Primer yang lebih besar lagi, ketiganya diharapkan mampu memberikan peran yang lebih besar lagi.


Baca Juga :
- Fair! Wasit Paling Berpengalaman Ini yang Akan Pimpin Laga Wilder vs Fury Jilid 2
- Genting! Tottenham Kalah tapi Mourinho Tetap Puji Pemainnya dan Berikan Alasan Ini

Kekuatan di pertahanan dan lini tengah juga membuat Liverpool bagai sebuah mesin yang langsung berfungsi. Kekuatan sebagai kandidat peraih gelar dapat diperlihatkan dalam laga pekan pertama ini lawan Norwich. Peruburuan gol trio lini depan The Reds akan dimulai pada pekan pertama.

Dalam kariernya di Liverpool, Salah dua kali mencetak gol pada pekan pertama tepatnya 2017/18 saat imbang lawan Watford dan pekan pertama muism lalu ketika mengalahkan West Ham. Salah juga mencetak gol pada pekan pertama ketika masih di AS Roma pada 2016/17 saat mengalahkan Udinese.* Irfan Sudrajat

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA