#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Milo Bantah Tudingan Arema Mengalah pada Kalteng Putra
09 August 2019 09:11 WIB
MALANG - Pelatih Arema FC Milomir Seslija angkat bicara terkait tudingan yang mengemuka di kalangan media lokal dan netizen di Malang Raya bahwa timnya sengaja mengalah dari Kalteng Putra, Rabu (7/8) lalu.

Hal itu demi timnya lebih fokus dan bugar saat menghadapi laga super bigmatch dan krusial serta penuh histori, yakni menjamu Persebaya Surabaya, Kamis (15/8) mendatang, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Tudingan itu tidak berdasar sama sekali dan tidak logis, bawah tim kami sengaja mengalah lawan Kalteng Putra 2-4 di Palangkaraya dengan menurunkan banyak pemain cadangan demi pertandingan melawan Persebaya Surabaya, di Malang. Itu tidak benar sama sekali, semua pertandingan bagi kami adalah final dan penting,” ucap Milo.


Baca Juga :
- Belum Juga Diangkat sebagai Pelatih Real Madrid, Mourinho Sudah Incar Pemain Portugal Ini
- Update Klasemen Liga 1 2019, Jumat Malam

Milo mengaku lawan Kalteng Putra timnya sangat menginginkan untuk mengambil poin penuh atau minimal satu. “Tapi kami semua tahu khan, tim kami kelelahan. Bayangkan dalam 12 hari kami main empat hari. Bandingkan dengan Kalteng Putra mereka main empat kali dalam 22 hari,” ucap Milo.

“Jadi, recovery kami minim dan ada enam pemain absen. Jauh berbeda dengan Kalteng Putra full team dan banyak istirahat. Ini sepak bola profesional, jadi untuk apa mengalah segala.”

Dalam laga di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Arema yang mampu kuasai jalannya pertandingan tidak tampil full team. Tim Singo Edan minus enam pilar: Johan Ahmad Alfarizi, Hamka Hamzah, Ricky Akbar Ohorella, Jayus Hariono, Sylvano Dominique Comvalius, dan Dedik Setiawan.

Berbeda dengan tim asuhan pelatih Wesley Gomes de Oliviera tersebut yang tampil dengan kekuatan terbaik dan memiliki recovery 10 hari lebih lama dibandingkan tim Singo Edan. “Kami sekarang fokus pulihkan stamina para pemain dan pertandingan berikutnya melawan Persebaya Surabaya. Kekalahan 2-4 lawan Kalteng Putra dengan situasi sulit dalam tim harus diakui kami memang kalah dalam laga itu,” kata Milo.

Menurutnya, evaluasi tentu ada, terutama lini belakang, baik zone marking atau covering area yang kurang rapat dan tidak disiplin. “Ini yang akan kami evaluasi penuh, meski kami kehilangan komposisi terbaik, minus Hamka dan Alfarizi. Tim sekelas Arema, 12 pertandingan kebobolan 21 gol tentu tidak bagus kan,” kata Milo.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Jumat 20 September
- Persela Andalkan Rafinha, Arema Lupakan Mimpi Buruk di Lamongan

Pada Liga 1 2019 dalam 12 laga, Hamka Hamzah dan kawan-kawan sudah kebobolan 21 gol atau rata-rata 1,75 gol per laga dan berada di posisi klasemen sementara keempat dengan poin 19. Lebih buruk dibandingkan pada Liga 1 2018 juga dalam 12 laga, kebobolan 18 gol atau rata-rata 1,50 gol per laga, meski posisi klasemen tim terbenam di urutan ke-17 dengan poin 12.

Catatan terbaik dalam 12 laga awal yang pernah ditorehkan Arema terjadi pada Kompetisi ISC A 2016 juga dibawah arahan pelatih Milomir Seslija, hanya kebobolan tiga gol atau rata-rata 0,25 gol per laga, dan posisi puncak tim pada klasemen dengan poin 27. Termasuk ISL 2014 Wilayah Barat, dalam 12 laga awal sukses puncaki klasemen dengan meraih nilai fantastis 35.*NOVAL LUTHFIANTO

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA