#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Guardiola Gemar Membeli Bek Berkualitas
10 August 2019 08:10 WIB
MANCHESTER – Rafael Benitez salah satu pelatih yang berhasil menghentikan Manchester City pada musim lalu. “Saya akan berdoa dan menyalakan lilin, itu cukup menenangkan bagi saya,” kata Benitez terkait kemenangan timnya, Newcastle United atas The Citizens, musim lalu.

Benitez kini sudah tidak ada di Newcastle. Pelatih asal Spanyol ini melatih klub Cina, Dalian Yifang. Namun, kemenangan atas tim asuhan Josep Guardiola tersebut membuatnya bahagia. Benitez pelatih berpengalaman dan sudah mengecap begitu banyak manisnya kemenangan. Namun, mampu mengalahkan City adalah hal yang lain.

“Anda harus sempurna untuk bisa mengalahkan mereka,” kata Benitez, tersenyum. “Tapi… bahkan jika Anda sempurna, mereka masih bisa mengalahkan Anda,” dia menambahkan.


Baca Juga :
- Alarm untuk Spurs
- Newcastle Masih Sulit Menang

Tepatnya di pekan ke-29 Liga Primer 2018/19, City takluk dari The Magpies dan setelah itu, Pep—panggilan Guardiola—membawa timnya menyapu semua laga sisa (14 pertandingan beruntun) hingga akhirnya tampil sebagai juara Liga Primer untuk kali kedua secara beruntun.

Ya, Benitez salah satu saksi bahwa City asuhan Guardiola bukanlah tim yang unbeatable atau bukan tim yang tidak terkalahkan. Hanya, semua itu semata kesan bahwa Pep telah membentuk sebuah tim yang memang sulit untuk ditaklukkan.

Untuk mengalahkan City, yang dibutuhkan sebuah tim bukan hanya setiap pemainnya mampu bermain maksimal dengan permainan terbaik melainkan juga membutuhkan sejumlah pemain City bermain tidak dalam performa terbaiknya. Jika tidak, sulit bagi lawan untuk membuat pasukan Guardiola bertekuk lutut.

Dominasi City sejak di bawah kepelatihan Guardiola dapat dilihat dalam rapor pada dua musim terakhir ini pada ajang domestik tertinggi sepak bola Inggris ini. Total, City meraih 198 poin dari kemungkinan 228 poin. Atau hanya mengalami enam kekalahan dalam 76 pertandingan.

Mereka hanya enam kali imbang, menorehkan 201 gol dan hanya kemasukan 50 gol! Itu merupakan torehan atau pencapaian yang mengesankan. Pertahanan, salah satu yang menarik dari tim Guardiola karena faktanya City merupakan tim yang hanya kemasukan 23 gol pada musim lalu di Liga Primer. Atau hanya satu gol lebih banyak dibandingkan dengan Liverpool.

Meski memiliki filosofi menyerang yang kerap menggunakan pola 4-3-3, Pep sangat memprioritaskan pertahanan timnya. Bahkan, dapat dilihat dari kecenderungan pelatih 48 tahun ini dalam soal transfer.

Dalam kariernya sebagai pelatih sebagai 11 tahun, Guardiola telah melakukan pembelian yang mencapai 1,3 trilun euro dan 513,1 juta euro di antaranya dialokasikan untuk membeli pemain bertahan. Joao Cancelo salah satu contohnya. Bek ini bergabung dari Juventus dengan nilai transfer 60 juta euro.

Lalu ada Rodrigo Fernandez dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 62 juta euro. Rodri memang seorang gelandang namun dia memiliki naluri bertahan yang baik pula.

Keduanya merupakan bagian dari pembelian dalam sejarah kepelatihan Pep. Total, sebagai pelatih, Guardiola telah mendatangkan 59 pemain. Jumlah tersebut termasuk ketika dirinya masih melatih Barcelona dan kemudian Bayern Muenchen. Hanya sejumlah pemain yang datang dengan status bebas transfer di antaranya Robert Lewandowski atau Jose Pinto.

Pembelian Pep untuk pemain bertahan dengan nilai yang tinggi juga terlihat ketika mendatangkan Emerick Laporte dengan nilai 65 juta euro, lalu 57,5 juta euro saat membawa Benyamin Mendy, 55,6 juta euro untuk John Stones.

Pep sangat menyukai tipikal pemain bertahan yang membuatnya yakin. Ini merupakan strategi yang alamiah. Untuk membuat filosofi sepak bola menyerangnya bekerja, tiada lain yang dibutuhkan adalah jaminan di pertahanan.

Dan, Pep tidak ingin menciptakan bintang, menciptakan tembok atau batu karang dari seorang pemain muda. Yang dilakukannya adalah mendatangkan pemain yang sudah jadi. Selain deretan bek tersebut, ada Kyle Walker yang datang dengan nilai 51 juta euro, lalu Dani Alves dengan 35,5 juta euro, atau Benatia dengan 28 juta. Inilah cara Guardiola dalam membangun timnya.


Baca Juga :
- Aguero Tak Bisa Berhenti Torehkan Rekor
- Guardiola Terkejut Man. City Sangat Efektif lawan Watford

Selebihnya, dia mendatangkan sejumlah penyerang yang alokasi totalnya mencapai 385, 5 juta, atau hanya 326,6 juta hanya untuk memperkuat lini tengah, dan 77,6 juta di posisi penjaga gawang. Dalam sejarah kepelatihan Guardiola, Zlatan Ibrahimovic (69,5 juta euro) adalah penyerang dengan pembelian tertinggi, Rodri merupakan gelandang termahal, dan Ederson kiper termahal dengan 40 juta euro.*

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA