#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
FIFA Tolak Keinginan PSSI Mempercepat Kongres
12 August 2019 15:47 WIB
JAKARTA – “Kartu kuning” penolakan sudah dikeluarkan federasi sepak bola sejagat, FIFA kepada PSSI. Hal tersebut terkait rencana federasi sepak bola Indonesia itu mempercepat penyelenggaraan kongres untuk pemilihan Exco (Executive Committee) pada 2 November 2019 mendatang.

Itu merujuk surat yang ditandangani Sekjen FIFA, Fatma Samba Diouf Samoura, tertanggal 7 Agustus 2019 yang ditujukan kepada PSSI. Dalam hal ini Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, dengan cc (carbon copy) ke Wakil Ketua Umum Iwan Budianto.

Fatma, wanita asal Senegal, tegas menolak keputusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 27 Juli lalu, sekaligus permohonan PSSI lewat email tanggal 4 Agustus 2019. FIFA bergeming dan tetap merekomendasikan bahwa Kongres PSSI tetap diselenggarakan 25 Januari 2020 sesuai kesepakatan awal tanggal 3 Mei lalu.


Baca Juga :
- Masih Banyak PR yang Harus Dibenahi Timnas U-19 Kata Shin Tae Yong
- Catat! Liga 1 Kembali Bergulir Akhir Februari!

Ketika itu dalam suratnya, FIFA menyarankan bahwa Kongres Biasa pada Januari 2020 nanti menjadi wadah memilih 15 Komite Eksekutif PSSI. Terdiri dari Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum, serta 12 anggota.

“Pada awalnya memang ada satu keputusan dalam Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI akan diselenggarakan 25 Januari 2020, namun dipercepat sesuai keinginan beberapa voters di KLB. Ada voters saat itu yang juga berharap pemilihan Exco dipercepat menjadi November 2019 untuk hindarkan perpecahan,” kata Iwan, Minggu (11/8).

“Untuk itu kami kemudian berkirim surat kepada FIFA. Mengenai penolakan itu ya kami ikuti saja yang sudah menjadi ketentuan FIFA. Namun, untuk merespons surat FIFA tersebut, kami PSSI berencana menggelar rapat komite eksekutif terlebih dahulu,” Iwan menambahkan.

Mantan Ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam juga menyarankan PSSI agar menuruti permintaan FIFA tersebut. “Memang yang ditentukan FIFA sejak awal yang harus diikuti, sebab PSSI kan bagian dari FIFA. Saya nilai itu bukan bentuk pelanggaran, hanya sebuah peringatan kepada PSSI agar mengikuti ketentuan FIFA,” ujar Andi.

Sedangkan soal PSSI berkeinginan mempercepat penyelenggaraan pemilihan Exco dan kemudian memunculkan prejudice beberapa voters terhadap PSSI, menurut Andi, itu terlalu berlebihan. “Sudahlah semua harus bersabar hingga Januari 2020, ikuti saja semua ketentuan yang telah digariskan FIFA,” ia menegaskan.

“Saya pribadi berharap ke depan anggota Exco PSSI diisi orang-orang capable dan tidak seperti saat ini. Memang ada yang bagus, tapi secara umum kinerja mereka saya beri nilai hanya 5,5 hingga 6,” Andi menuturkan.

Dalam petikan inti surat balasan FIFA tersebut, memang tertulis, “Kami (FIFA) sangat merekomendasikan agar PSSI tetap mengacu kepada roadmap yang disepakati, dan menggelar kongres sesuai rencana 25 Januari 2020. Kecuali ada alasan yang membuat kongres digelar lebih cepat. Namun, alasan itu tidak tertulis dalam surat yang Anda kirim.”


Baca Juga :
- FIFA Tolak Permohonan PSSI Terkait Perubahan Jadwal Piala Dunia U-20 2021
- Timnas U-19 Latihan Perdana, Begini Hasil Pantauan Pelatih Shin Tae Yong

Terpisah, Direktur Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, menuturkan, sebelum terbit surat itu FIFA sebenarnya sudah pernah menegaskan kongres harus dilangsungkan Januari 2020. Seperti yang pernah disampaikan FIFA Director of Members Associations Asian and Oceania, Sanjeevan Balasingnam.

“Jadi sejak awal FIFA memang meminta PSSI ikuti arahan mereka menggelar kongres 25 Januari 2020. Ini supaya seluruh program PSSI tahun 2019 tetap berjalan lancar dan baik, juga program FIFA forward,” kata Gatot.*Noval Luthfianto

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA