#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bologna Berjuang bersama Mihajlovic
13 August 2019 13:04 WIB
BOLOGNA – Mendatangkan Sinisa Mihajlovic sebagai pelatih pada paruh kompetisi bisa dibilang transfer terbaik Bologna FC musim lalu. Di tangan pria asal Serbia itu, I Rossoblu melesat dari zona degradasi untuk finis terhormat di peringkat kesepuluh Seri A. Sekarang, dia hanya perlu mempertahankan prestasi. Namun, tantangannya berat: Miha harus melakukannya di tengah belitan penyakit leukemia akut.

Memburuknya kesehatan sang pelatih memang pukulan berat buat Bologna. Sebelumnya, mereka optimistis bisa melanjutkan performa apik dan membidik posisi lebih tinggi di liga domestik. Apalagi klub juga melakukan sejumlah perbaikan dari sisi manajemen sampai kualitas skuat. Eksekutif kawakan Walter Sabatini didatangkan sebagai koordinator teknik, beberapa pemain anyar pun berlabuh di Stadio Renato Dall’Ara.

Namun, kini bukan lagi antusiasme yang dirasakan Bologna. Mereka justru terlecut untuk menampilkan performa terbaik demi Mihajlovic. Ketika sang pelatih berjuang di ruang perawatan, para pemain juga siap melakukan pertarungan di lapangan. Blerim Dzemaili dan kawan-kawan sadar bahwa mereka perlu meraih hasil positif secara reguler agar tak membebani pikiran Miha.


Baca Juga :
- Hasil lawan Lazio Kunci Kebangkitan I Giallorossi
- Llorente Senjata Tambahan Napoli

Bologna berutang banyak kepada Mihajlovic. Juru taktik 50 tahun itulah yang mengubah peruntungan tim: dari hanya mampu menang 2 kali dalam 21 laga bersama Filippo Inzaghi, jadi langganan tiga poin di paruh akhir Seri A musim lalu. Rapor Miha adalah 9 kali menang, 3 imbang, dan 5 kalah—termasuk 7 kemenangan beruntun di kandang (rekor terbaik tim sejak 2002).

Musim depan, Mihajlovic mungkin tak sering mendampingi Dzemaili dan kawan-kawan. Dia sudah memulai proses kemoterapi untuk mengeliminasi sel-sel kanker dalam tubuh, jadi bakal menyerahkan kontrol latihan dan pertandingan kepada sang asisten Miroslav Tanjga. Dia adalah sahabat dekat Miha sejak main di FK Vojvodina di akhir 1980an, juga pernah bersama menangani Torino FC pada 2016.

Tanjga yang memimpin persiapan pramusim Bologna sejak akhir bulan lalu, berusaha mempertahankan sepak bola menyerang andalan Mihajlovic. Hasil yang dicapai dalam empat laga uji coba tak terlalu buruk: dua menang dan dua kalah. Mereka takluk oleh FC Koeln sebelum melumat Schalke 04 dan FC Augsburg dalam tur ke Jerman, lalu kalah dramatis dari Villarreal CF di San Marino akhir pekan kemarin.

Para pemain anyar mulai menyatu dengan rekan setim, seperti Stefano Denswil dan Takahiro Tomiyasu yang impresif di lini belakang. Sementara kepergian pilar lini tengah macam Erick Pulgar dan Adam Nagy coba ditutupi dengan mendatangkan Jerdy Schouten dan SBV Excelsior. Ketika Seri A bergulir akhir Agustus nanti, Bologna bertekad tampil semaksimal mungkin untuk membanggakan Mihajlovic.

Aktor Utama

Jika Sinisa Mihajlovic merupakan otak di belakang layar, Riccardo Orsolini adalah eksekutor di lapangan. Penyerang sayap 22 tahun itu adalah aktor utama kebangkitan Bologna FC di Seri A musim lalu. Pada periode cemerlang di akhir kompetisi, dia sanggup melesakkan 6 gol dan 3 assist dalam 14 pertandingan, memberi banyak poin penting buat tim.

Tak heran bila klub langsung mengikat Orsolini secara permanen dari Juventus FC, musim panas ini. Mahar sebesar 15 juta euro dibayarkan, bukan hal berat jika mengingat kualitas dan kontribusinya dalam pertandingan. Orsolini akan kembali menempati sektor sayap kanan favoritnya, tempat pemain kelahiran Ascoli itu kerap memotong ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan kidal akurat.


Baca Juga :
- Juve Mesti Melakukan Ini untuk Mengobati Alergi Bola Mati
- Sindrom Blackout Rugikan Lazio

Dengan gaya bermain seperti itulah yang kerap diperlihatkan Orsolini. Dia menjadi ancaman bagi bek lawan setiap kali melakukan tekanan. Orsolini kerap mampu memperlihatkan momen yang berbeda ketika dirinya beraksi melalui sayap. Total, Orsolini mengemas 10 gol di semua kompetisi buat Bologna musim lalu, menjadikannya top scorer di antara sederet penyerang murni dalam tim.

Prestasi yang diharapkan bisa terulang lagi musim depan, ketika I Rossoblu membidik prestasi lebih baik. Beruntung tak ada perubahan berarti di lini serang tim, karena kerja sama Orsolini dengan Nicola Sansone, Roberto Soriano, dan Rodrigo Palacio merupakan mimpi buruk buat lawan.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA