#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Liga Champions Prioritas Barca
13 August 2019 13:01 WIB
BARCELONA – FC Barcelona akan memulai 2019/20 sebagai juara bertahan La Liga. Kegemilangan yang mereka capai di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir menjadikan klub ini difavoritkan kembali mampu mempertahankan tahtanya. Namun sayangnya dominasi mereka di level domestik tak berbanding lurus di kancah Eropa. Sejak 2014/15, tim asal Katalunya ini belum lagi mengangkat trofi Liga Champions.

Barcelona sepertinya menyadari bahwa jika keberhasilan di La Liga tak diikuti di Liga Champions adalah suatu kegagalan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, target di 2019/20 pun mereka berhasrat memenangkan treble. Salah satu langkah yang sudah dilakukan untuk itu membeli sejumlah pemain yang dianggap bisa menutup kelemahan musim lalu.

Tak tanggung-tanggung, tim berjuluk Los Azulgranas tersebut telah mengeluarkan 255 juta euro (sekitar Rp3,6 miliar) untuk mendatangkan pilar-pilar baru. Ada lima pemain yang sudah didatangkan, yakni: Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Frenkie de Jong (AFC Ajax), Norberto Neto (Valencia CF), Junior Firpo (Real Betis), dan Emerson Junior (Clube Atletico Mineiro). Dua nama pertama menjadi rekrutan kelas atas.


Baca Juga :
- Sterling Calon Penerus Hegemoni Messi dan Ronaldo
- Badai Cedera Terburuk Barca dalam Lima Tahun

Untuk Griezmann, mereka mengeluarkan 120 juta euro demi bisa memboyong juara dunia 2018 itu ke Camp Nou. Barsama Griezmann, Barcelona berharap kedatangannya bisa semakin memperkuat lini depannya. Keberadaannya juga memperkaya opsi depan yang dimiliki oleh Valverde, yang berhasrat menjadikan tridente bersama Lionel Messi, Luis Suarez, Griezmann sebagai senjata utamanya,

Sementara untuk De Jong, gelandang tengah berusia 22 tahun ini merupakan prospek jangka panjang yang dimiliki oleh Barcelona. Selama menjalani pramusim ia tampil baik. Di beberapa laga, contohnya ketika melawan Vissel Kobe, terlihat bila De Jong memiliki DNA seperti pemain jebolan La Masia. Hal ini sebenarnya tak mengherankan, pasalnya ia terbiasa bermain dalam ruang lingkup sepak bola atraktif ketika masih memperkuat Ajax.

Jika melihat pada persiapan pramusim ini, Barca telah memainkan telah memainkan lima laga uji coba. Dari semuanya itu, Barcelona berhasil memenangkan empat dan sisanya berakhir dengan kekalahan. Selama periode tersebut Los Blaugrana –julukan lain– menyarangkan 11 gol dan kemasukan empat. Terbanyak dibuat ketika melawan SSC Napoli pada 10 Agustus lalu, di mana mereka berhasil menenggelamkan I Partenopei dengan skor 4-0. *CR5

 

PROFIL PELATIH

Ernesto Valverde

Batas Terakhir

RAPOR Ernesto Valverde di La Liga sebagai pelatih Barcelona terhitung fantastis: dua gelar beruntun dipersembahkannya.  Selain itu dia juga berhasil membawa timnya juara Piala Raja dan Super Spanyol. Di luar itu, statistisnya di kompetisi Eropa jadi catatan sendiri dan gaya permainannya yang acap dikritik suporter Barcelona.

Tahun ketiga dianggap banyak orang akan menjadi batas terakhir kebanyakan pelatih Barca, termasuk Valverde. Isu pemecatan memang sempat menyertai juru taktik bersapaan Txingguri ini saat Barca dihempaskan Liverpool FC dari Liga Champions. Artinya, tahun ini mungkin akan jadi kesempatan terakhirnya.

Berbeda dengan pendahulunya, semisal Pep Guardiola atau Luis Enrique, Valverde juga ingin agar Barcelona lebih fokus dalam bertahan. Sempat dibanjiri banyak kritik lantaran permainannya Barcelona tidak menghibur seperti ketika Guardiola menggunakan tiki-taka.

Valverde sendiri sebenarnya masih mampu mempertahankan gaya penguasaan bola yang selama ini melekat di Barcelona. Bedanya, permainan Barca di bawah arahan pelatih 55 tahun itu terlihat seimbang. Itu terlihat dari rapor pertahanan Los Azulgrana yang dalam dua tahun terakhir merupakan salah satu yang terkokoh.

Valverde lebih suka apa bila Barcelona bermain dengan menyesuaikan strategi dari lawan. Sebagai contoh, ketika melawan Liverpool FC di leg pertama semi final Liga Champions musim lalu, Valverde menginstruksikan agar timnya bermain menunggu, dan hasilnya Barca menang 3-0. Dalam beberapa kesempatan memang itu tidak berhasil, tetapi  sering berakhir dengan hasil positif. Ini merupakan salah satu kunci mengapa mereka bisa tampil konsisten di La Liga.*CR5

 

 

PROFIL BINTANG

Lionel Messi

Tak Susut Dimakan Usia

KETERGANTUNGAN Barcelona terhadap Lionel Messi masih tak terbantahkan hingga sekarang. Keberadaanya sulit digantikan siapa pun. Pemain berjuluk La Pulga  ini kerap menjadi penentu ketika Barcelona dihadapkan dengan situasi sulit. Apa yang sudah dilakukan Messi membuat sang pemain dibanjiri banyak rekor.

Meski sudah 32 tahun, kemampuan Messi seolah tak susut dimakan usia. Ia tetap dapat membuktikan diri masih bisa bersaing di level atas. Hingga saat ini ia bahkan masih menjadi pemegang rekor-rekor di Spanyol maupun Eropa. Sulit untuk melampaui catatan yang sudah ia torehkan selama ini.

Setidaknya ada delapan rekor yang saat ini masih digenggam oleh Messi dalam 687 caps. Yang pertama adalah ia merupakan pencetak gol terbanyak Barcelona dengan jumlah 603. Lalu selanjutnya adalah ia adalah pembuat assist terbanyak La Liga (162), pencetak gol terbanyak dalam satu musim (91 gol pada 2012), pencetak gol tertinggi di lima liga top Eropa (419), pencetak gol terbanyak dalam laga El Clasico (26), pengoleksi sepatu emas terbanyak (enam), pencetak gol terbanyak secara beruntun (21 laga), dan pencetak gol terbanyak di klub dalam satu musim (73 gol di 2011/12).

Messi mungkin saat ini sedang cedera dan diragukan tampil untuk laga pertama Barcelona melawan Athletic Bilbao (16/8). Tetapi tak ada kekhawatiran yang mendalam, karena pihak La Blaurana percaya bila sang mega bintang akan pulih dalam waktu dekat. Serta diprediksi akan ada rekor-rekor baru yang dapat dipecahkan. *CR5


Baca Juga :
- Dua Wajah Barca: Superior di Kandang, Kesulitan di Tandang
- Dortmund Pantas Optimistis

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA