#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Regenerasi Kunci PABBSI Lahirkan Lifter Dunia
13 August 2019 15:01 WIB
JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) akan menggelar Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Bandung, 20-23 Agustus. Meski tujuan utamanya menyeleksi para lifter untuk pesta olahraga itu, ajang ini juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan pemusatan latihan nasional (pelatnas) demi proses regenerasi di masa depan. 

Pra-PON juga berfungsi sebagat tempat pencarian bibit oleh PB PABBSI. Saat ini, atlet-atlet yang berlatih di MES Marinir, Kwini, Jakarta, terlihat memiliki posisi kuat. Itu terbukti dari total angkatan mereka yang selalu meningkat pada tes progres.

Namun, PB PABBSI harus terus melakukan regenerasi. Terutama di sektor putra, di mana banyak lifter senior yang masih jadi andalan Indonesia di berbagai ajang dunia.  Padahal, ada target besar yang ingin mereka tuju selain Olimpiade XXXII/2020 Tokyo.


Baca Juga :
- PABBSI Optimis Masa Depan Angkat Besi Indonesia
- PABBSI Akui Pembibitan Angkat Besi dari Kampus Masih Sulit

Sebut saja, Asian Games XIX/2022 Hangzhou, serta multievent demi multievent berikutnya yang juga harus dipikirkan dari sekarang. Ini karena menciptakan atlet berprestasi tak mudah, sebagaimana dikemukakan pelatih kepada Dirdja Wihardja. 

“Kita tahu beberapa lifter seperti Eko Yuli (Irawan), Triyatno, dan lain-lain, sudah cukup berumur. Untuk itu, calon penerus tentu harus disiapkan. Dari waktu ke waktu level angkat besi Indonesia harus meningkat,” ujar Dirdja di MES Kwini, Senin (12/8).

Selain itu, masih menurut Dirdja, kedalaman skuat adalah sesuatu yang harus diwujudkan. Setelah Pra-PON, ia berharap banyak pelapis yang sewaktu-waktu siap  menggantikan atlet pelatnas. Belum lagi potensi cedera yang bisa menghampiri.

“Dalam waktu dekat kan ada SEA Games 2019. Kalau kami punya lapisan atlet yang banyak tentu akan sangat bagus jika ternyata ada yang cedera atau berhalangan. Jadi, kami tidak ingin terlalu nyaman dengan kondisi yang ada sekarang,” ucap Dirdja.

Para lifter pelatnas juga sangat mungkin dipulangkan ke daerahnya jika gagal menunjukkan performa maksimal di Pra-PON. Untuk itu, Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono meminta atlet pelatnas benar-benar serius mempersiapkan.

“Jangan mentang-mentang atlet pelatnas, terus merasa level lawan ada di bawah. Pra-PON ini juga seleksi nasional (seleknas). Bahkan, atlet-atlet seperti Eko atau Triyatno wajib turun di kelasnya. Tidak boleh turun di kelas lain,” Djoko menuturkan.

Pra-PON XX juga akan dimanfaatkan oleh para lifter muda pelatnas seperti Putri Aulia Andriani yang siap memberikan segalanya. Intinya, atlet yang turun dikelas 59 kg ini berambisi mempertahankan posisinya di pelatnas dan turun di SEA Games Filipina.

Putri pun cukup optimistis jelang Pra-PON karena merujuk pada hasil progres tes terbaru menunjukkan hasil sangat positif. Dirinya mampu membukukan total angkatan 186 kg atau lebih baik 10 kg dibandingkan dengan catatannya saat progres tes lalu.

“Saya siap untuk membuat bangga pelatih dan juga daerah asal saya (Kalimantan Barat). Saat ini, ambisi saya adalah tampil di SEA Games 2019 untuk mewakili Indonesia. Jadi, saya harus bisa meraih tempat di sana,” Putri menuturkan.


Baca Juga :
- PABBSI Beri Kepercayaan Lifter Muda
- Ngeri..! Lifter Rusia Ini Ketiban Barbel, Kakinya Patah Lalu Pingsan

Begitu pula dengan Eko Yuli, yang mengklaim kesiapannya berlaga dalam Pra-PON. Meski di atas kertas tak mungkin terdepak dari pelatnas, langganan Olimpiade tersebut berkomitmen tampil serius di Bandung untuk membuktikan kapasitasnya.

“Kejuaraan di Bandung akan jadi tolok ukur, sudah seberapa jauh persiapan saya menghadapi SEA Games, Olimpiade, dan Kejuaraan Dunia (angkat besi) di Pattaya, September nanti. Semua kemampuan maksimal bakal saya keluarkan,” tutur Eko.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA