#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Panpel Arema Rahasiakan Hotel Tempat Menginap Persebaya
13 August 2019 14:44 WIB
MALANG – Panitia pelaksana (panpel) Arema FC tidak mau kecolongan lagi. Insiden oknum Aremania yang mengganggu tim tamu ketika berada di hotel dan saat tim melakoni official training prapertandingan seperti yang dialami Persib Bandung sebelumnya, akan dicegah sebaik-baiknya.

Maka itu pada H-2 kedatangan Persebaya Surabaya, Senin (12/8),  panpel merahasiakan rapat-rapat hotel tempat tim Bajul Ijo bermarkas dari publikasi media, lokal maupun nasional. "Sebab laga Arema lawan Persebaya selalu bertensi tinggi sebelum, selama, dan usai laga di dalam dan luar lapangan,” ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris..

“Kami belajar banyak dari pralaga Arema lawan Persib lalu. Tim tamu harus benar-benar a nyaman dan aman dari gangguan di luar lapangan, baik hotel maupun saat official training yang sifatnya tertutup bagi umum. Kami kami akan perketat keamanan 24 jam tim tamu selama di hotel maupun stadion saat mencoba lapangan," Harris menambahkan.


Baca Juga :
- Curi Satu Poin di Kandang Bhayangkara FC, Pelatih Persib, Pemain, hingga Bobotoh Puas
- Persela Catat Kemenangan Atas Persebaya

Untuk pertandingan kedua tim  pada lanjutan Liga 1 2019, Kamis (15/8) sore di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pihak panpel kembali tak memberikan kuota lima persen untuk Bonekmania dengan pertimbangan keamanan. Seharusnya dari total 44 ribu lembar tiket ada kisaran 2.200 lembar tiket untuk Bonekmania.

Mengingat rivalitas di luar lapangan kedua suporter masih kerap menimbulkan gejolak atau insiden, bahkan relatif rawan gesekan. "Kami juga mohon maaf kepada rekan-rekan bonekmania, dengan pertimbangan, kami terpaksa tidak memberi jatah lima persen tiket untuk pendukung tim tamu,” kata Harris.

Namun menurutnya bonek boleh saja datang ke stadion asalkan tanpa atribut tim dan suporter mereeka. Dalam arti sebagai individu atau penonton seperti sebelumnya. Terlebih Kesepakatan Bersama 1993 kedua belah pihak suporter dengan Kapolda Jatim ketika itu (Irjen Pol M. Hidayat,red), kan sampai sekarang belum dicabut," kata Harris.

Dia menambahkan juga, pihaknya bekerja sama dengan petugas keamanan dan pam-swakarsa panpel ketat melakukan sweeping di setiap titik pintu masuk mengantisipasi penonton.  Terutama yang masuk membawa flare, kembang api, botol, atau gelas plastik air mineral dan smoke bomb.

"Kami juga imbau Aremania tak menyayikan yel bernada rasis. Soal prosedur tetap keamanan dan perizinan, kami sudah rekomendasi dari Polda Jatim melalui Polres Malang Kabupaten dan Sabtu (9/8) lalu menjamu Persebaya Surabaya, temasuk rapat protapkam bersama jajaran Polda Jawa Timur di Surabaya," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Polda Jatim melalui Polres Malang Kabupaten sendiri resmi menurunkan rekomendasi perizinan laga kedua tim tertanggal 9 Agustus 2019 lalu. Yakni melalui Surat Rekomendasi Nomor B/17/VIII/YAN.2.1/2019 yang ditandatangnai oleh  Wakapolres Malang Kabupaten,  Kompol Anggun Dedy Sisworo S.I.K,.

Pengamanan berstandar VVIP sebanyak 1.700 personel keamanan gabungan TNI-Polri dan pam swakarsa. Jauh lebih banyak dibanding final leg kedua Piala Presiden 2019 yang hanya 1.200. Termasuk menyiapkan dua layar lebar di luar Kanjuruhan guna meminimalisasi melubernya penonton tanpa tiket yang memaksakan masuk ke area pertandingan.*Noval Luthfianto

Harga Tiket Arema vs Persebaya

Cetak                           : 44 ribu lembar

Tribuns Ekonomi      : Rp 40ribu (41.200 lembar)

Tribuns VIP               : Rp 100ribu (2.200 lembar)


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 23 Oktober
- Hamka Hamzah Menyusul ke Bogor, Milo Sumringah

Tribuns VVIP             : Rp 150ribu (600 lembar)

Keamanan                  : Standar VVIP (1.700 personel gabungan)

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA